Yth Pak Daru, Mang Okim happy sekali bahwa akhirnya ada juga ahli yang menanggapi posting mang Okim - - - apalagi dari nomer satunya MGEI . Hatur nuhun Pak Daru atas tambahan informasinya . Mang Okim sependapat dengan Pak Daru bahwa mineral marcasite tidak banyak ditemukan di Indonesia. Mang Okim pernah mendapatkan kesempatan mengunjungi beberapa lokasi Ephithermal Mineralization, tetapi tidak pernah mendengar atau menemukan adanya mineral marcasite ini. Sehubungan dengan itulah maka temuan mineral marcasite yang ukurannya spektakuler ini segera mang Okim posting ( sayang sekali milis IAGI tidak terima email yang ada lampiran gambar ). Mang Okim tidak ingat apakah mineral marcasite diperagakan juga di koleksi laboratorium mineralogi ITB . Semoga saja ada koleksinya di ITB - UGM - TRISAKTI - UNPAD - UNISBA - UNHAS dan lain-lain sehingga mahasiswa kita tambah lengkap pengetahuannya tentang mineral resourches khususnya asli Indonesia.
Sehubungan dengan sosialisasi cinta mineral, sewaktu memberikan kuliah umum di UNPAD Sabtu lalu, mang Okim sempat menanyakan tentang mineral gipsum. Seluruh peserta menjawab kenal. Ketika ditanyakan warna mineral gipsum yang mereka kenal, jawaban mereka putih translusen - transparan. Mereka rupanya belum tahu bahwa di Tasikmalaya Selatan, mineral gipsumnya panca warna, ada yang merah, pink, kebiruan, coklat, dan lain sebagainya. Mang Okim kemukakan hal ini dengan harapan semoga MGEI ikut juga memikirkan tentang pengembangan koleksi mineral di perguruan-perguruan tinggi ilmu kebumian di Indonesia. Mang Okim punya kesan, tidak banyak mineralogist kita yang khusus terjun menginventarisir kekayaan mineral kita dan menambahkannya ke koleksi institusinya ( untuk praktikum mahasiswa misalnya ). Semoga saja sinyalemen mang Okim ini salah - - - ta' iya ! Dengan telah selesainya PIT IAGI di Lombok dan telah terpilihnya Ketua MGEI untuk periode mendatang, mang Okim mendo'akan semoga peranan para ahli kebumian dan ahli mineral akan meningkat signifikan di masa mendatang, Amiin. Salam Cinta Mineral dan Batumulia, Mang Okim ----- Original Message ----- From: S. (Daru) Prihatmoko To: [email protected] Cc: 'IAGI' ; 'Johan Arif' Sent: Saturday, December 18, 2010 10:56 PM Subject: RE: [economicgeology] MINERAL LOVERS : MARCASITE DARI BENGKULU Mang Okim yang baik.. Walau agak lambat, saya merasa belum "plong" kalau belum me-respondnya.. (sebenarnya email ini saya taruh di folder "For Follow Up"..tapi malah keselip dan tak tersentuh utk bbrp saat..). Terima kasih atas dukungannya baik kepada PIT IAGI maupun acara MGEI yg mengikutinya. Walau jarak jauh, dukungan tsb terasa dekat sekali terutama buat para panitia.. Untuk MGEI sendiri, periode 2 tahun ke depan akan dipakai untuk melajutkan dan mewujudkan program2 nya, serta tak lupa mendorong munculnya generasi muda penerus organisasi termasuk juga untuk IAGI yg menaunginya. Dalam waktu dekat akan diumumkan pengurus MGEI 2010 - 2012 dengan berbagai programnya. NB: Walau belum final, sebagian foto kegiatan PIT sudah dapat dilihat di http://pit-iagi.com/index.php?option=com_content . Pak Johan Arif (Ketua Panitia sekaligus Ketua Pengda Nusra) mungkin bisa meng-update lebih banyak ttg PIT ini. Mengenai marcasite, selain yang mang Okim cerita dan ulaskan.. mineral ini setahu saya juga sering terbentuk sebagai produk mineralisasi hydrothermal pada system Low Sulfidation dan Intermediate Sulfidation Epithermal Gold. Biasanya mereka berasosiasi dengan pyrite dan arsenopyrite di dalam urat kuarsa atau terhambur pada matrix breksi hydrothermal ataupun breksi erupsi (diatreme/ phreatomagmatic). Unsur lain yg sering berasosiasi adalah antimony (Sb) dan mercury (Hg), yg diinterpretasi oleh sebagian orang sebagai indikasi level atas dari suatu system epithermal. Di Indonesia sendiri type mineralisasi LS/ IS epithermal dangan asosiasi marcasite belum banyak diketemukan (apalagi yg ekonomis). Semoga dengan makin gencarnya eksplorasi, aka nada penemuan penemuan baru mineralisi type ini yg akan memperkaya pengetahuan kita. Salam cinta mineral juga.. Daru

