Mas Rdp, Aku belon pernah kerja untuk coal atawa CBM, tapi barangkali deskripsi tool fisik berikut bisa di membantu.
1. Gamma Ray: pembedaan lithology dari shale/clay. Tapi kita harus hati hati dimana coal muda bisa jadi sangat muddy/shaley. 2. Density, saya pikir sangat bagus untuk menentukan tingkat maturity dari coal. Dalam pikiran saya, semakin tinggi kualitas coal, maka densitasnya semakin rendah karena kehilangan unsur air and clay. Tapi masalahnya, coal akan selalu mempunyai lobang yang lebih besar dari pahat / bit karena sifatnya yang sangat brittle. Jadi biasanya coal harus diberi flag karena log density sangat senisitif terhadap borehole geometry. 3. Neutron. Pada prinsipnya mengukur konsentrasi ion hydrogen dalam batuan. Sangat bagus untuk mengetahui derajat maturity coal. Kedalaman pengukuran lebih jauh dibandingkan dengan log density. Tidak begitu sensitif terhadap geometry lobang bor. Kombinasi Density dan Neutron sudah biasa digunakan untuk menghitung porosity batuan dan hasilnya memuaskan. 4. NMR (Nuclei Magnetic Resonance), barangkali ini bisa diterapkan untuk mendapatkan pore throat distribution sehingga kita menjadi tahu masing masing porsi dari porosity size dari yang terkecil sampe terbesar. Tapi tool ini sangat mahal. 5. Image log untuk mengetahui arah kemiringan perlapisan coal sehingga berguna untuk menentukan penyebaran nya di bawah permukaan. Salam, Shofi 2011/1/17 mohammad syaiful <[email protected]> > apa yg dikemukakan oleh rekan noel dan agus priyono, tampaknya sangat > ideal, dan tentunya tidak jauh berbeda dengan prakterk di industri > migas. > > namun dari yg saya ketahui, katanya praktek pemboran utk eksplorasi > batubara di indonesia, pada umumnya adalah penggunaan gamma-ray dan > density saja (mungkin plus sp). mungkin hal ini dikonfirmasikan? > > alasannya sederhana: utk memastikan bahwa ada batubara di dalam lubang > sumur pemboran tsb, dan yg pasti harganya lebih murah. kalo mau > melakukan pengukuran yg lain, neutron, resistivity, apalagi sonik, > mahal bro.... > > salam, > syaiful > > 2011/1/16 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>: > > Terimaksih infonya. > > Apakah juga ada petrophysical analysis ? Utk tujuan perhitungan > > resources. Kualitas dan kuantitas batubaranya ? > > Saya memang sekedar kepingin tahu tapi tujuannya tidak hanya > > sumberdaya batubaranya. Namun juga potensi CBMnya. Apabila sudah ada > > data yg diakuisisi selama eksplorasi batubara tentunya bisa > > dipergunakan juga utk studi potensi CBM. > > > > Utk CBM selama ini uji potensinya masih lebih banyak studi test > > produksi (cmiiw). Tapi saya kira pendekatan petrofisika dan geologi > > akan lebih menambah ilmu utk produksi CBM yg efektif dan efisien. > > > > Rdp > > >

