Thanks, Shof.  Berguna sekali.  Saya coba.
 
Parvita H. Siregar
Chief Geologist
Salamander Energy Indonesia
*
P Please consider the environment before you print
Disclamer:  This email (including any attachments to it) is confidential
and is sent for the personal attention of the intended recipient only
and may contain information that is priviledged, confidential or exempt
from disclosure.  If you have received this email in error, please
advise us immediately and delete it.  You are notified that using,
disclosing, copying, distributing or taking any action in reliance on
the contents of this information is strictly prohibited.
 
 
From: Shofiyuddin [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, February 23, 2011 7:23 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Campuran mud yang dapat merusak permeabilitas
formasi
 
Vit,
Kalo punya contoh core (sidewall atawa core plug) atawa core yang
lainnya, barangkali bisa dilakukan uji kompabilitas dengan conto
drilling fluid atawa completion fluid yang nantinya akan di run sewaktu
drilling atawa kompletion. Kalo ndak punya core, coba konsultasi ke
Corelab apakah dengan drill cutting bisa. 
 
Bawa aja contoh beberapa macam fluida dan corenya ke Corelab dan minta
uji Return Permeability. Dari situ akan diketahui apakah fluid ini akan
membuat pore throat plugging atawa enggak, atawa seberapa parah plugging
nya.
 
Semoga berguna,
 
Shofi
 
 
2011/2/22 kartiko samodro <[email protected]>
Mbak Vita 
 
kalau dari ceritanya sepertinya lebih ke unconsolidated sand /loose
formation yang pack off  daripada ke lost circulation ( mud hilang ).
mungkin ada informasi seberapa besar pressure di formasi yg loose
tersebut (dari regional data ) , dan kita bisa gunakan mud dengan
density yang sedikit di atas pressure formasi tersebut sehingga tekanan
dari formasi yang menyebabkan packoff tertahan oleh density dari mud di
lubang tanpa harus menggunakan berbagai bahan yang terlalu merusak
formasi.
 
Untuk formasi yang sudah terlanjur rusak tersebut , mungkin bisa dicoba
cased hole pressure tester, yang mempunyai kemampuan mengebor untuk
melewati lapisan ter tersebut dan mengukur pressure formasinya. 
2011/2/11 Parvita Siregar <[email protected]>
Rekan2 IAGInet, 
 
Saya ingin menanyakan apakah dari rekan2 ada yang mempunyai pengalaman
dimana formasi ketika drilling sangat loose sehingga dari drilling
menggunakan campuran untuk menstabilkan lubang.   Setelah itu, memang
lubangnya stabil, tetapi tidak ada data pressure yang dapat diambil
karena ternyata campurannya mengandung semacam ter (atau seperti bahan
ban mobil).  Saya ingin menanyakan: 
 
-           Sejauh mana 'solvent' yang digunakan dapat merusak formasi?
-          Apakah formasi yang telah rusak tersebut masih bisa di DST?
Apakah flow? 
 
Sharingnya ditunggu.  Terimakasih. 
 
Parvita H. Siregar
Chief Geologist 
Salamander Energy Indonesia
Suite 1502, Indonesia Stock Exchange Bld.
15th Fl, Tower 2
Jln. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190, Indonesia
 
Tel: +62 21 5291 2900
fax: +62 21 3000 4020
mailto: [email protected]
 

Kirim email ke