Menurut saya pendekatannya berbeda. Pertama, untuk proyek yang ada di Indonesia bagian barat (Jawa, Sumatra dan Kalimantan) dimana infrastrukturnya relatif lebih lengkap, hanya perlu koordinasi antar lembaga terkait. Misalnya proyek pertambangan (migas dan umum) yang tumpang tindih dengan status hutan atau area produksi, sering masalah birokrasi perizinan sangat panjang dan mahal biayanya. Disamping itu kepentingan institusi lokal yang ingin lebih banyak mendapatkan "kue" hasil kegiatan, sering menjadi faktor dilematik terutama antara hubungan pusat dan daerah. Alternatif solusinya, benahi mekanisme birokrasi dan aturan yang jelas sehingga menguntungkan semua pihak.
Sedangkan untuk proyek di Indonesia bagian timur dimana infrastruktur dan komunikasi yang masih di bawah standar disamping aturan pendukung yang masih belum jelas serta tingkat ekonomi masyarakat yang relatif rendah. Menurut saya, alternatif solusinya memerlukan perhatian dan dukungan nyata pemerintah baik pusat dan daerah yang lebih proaktif. Perbaikan infrastruktur dan sosialisasi yang lebih aktif, perlu dibantu pemerintah atau merupakan bagian yang dapat disubsidi pemerintah. Jadi menurut saya untuk memperbaiki iklim invitasi, alternatifnya merupakan bagian dari proses sbb: 1. Benahi mental dan birokrasi pemerintahan. 2. Peran aktif pemerintah baik sebagai fasilitator atau pendukung sosialisasi 3. Bila semua untuk kemajuan ekonomi bangsa secara merata, maka harus dipercepat perbaikan infrastruktur yang akan memacu perekonomian 4. Semua aktifitas bisnis harus menguntungkan seluruh rakyat Indonesia dengan bagian keuntungan yang jelas pada investor. Ini yang penting dimana Investor pun perlu kejelasan bagian keuntungan namun merekapun harus kredibel dan mampu menjalan bisnis secara obyektif. Bila perlu ada penilaian kemampuan teknis mereka dan "kesehatan" modal mereka serta bila perlu dievaluasi secara berkala. Memang kelihatannya berat, namun bila punya niat yang baik dan konsistensi dalam semua aspek, mudah-mudahan ada hasil positif bagi iklim investasi di Indonesia. Demikian sekedar pendapat saya setelah melihat kondisi di Indonesia Timur demi kejayaan Indonesia. Bila ada yang kurang berkenan, mohon maaf dan semoga ada manfaatnya buat kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Salam TAM 2011/3/26 Ismail <[email protected]> > Mungkin pendekatannya proyek , Rasanya sekarang ini tolok ukurnya berapa > yang sudah bisa ditawarkan , ini terjadi tdk hanya di migas , coba lihat > berapa banyak IUP di minerba yg sdh dukeluarkan begitu pula berapa banyak > WKP geothermal yg sdh ditawarkan ,namun berapa banyak yg terkatung katung dg > berbagai alasan > > Ism > > > Sent by Liamsi's Mobile Phone > > -----Original Message----- > From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Date: Sat, 26 Mar 2011 09:42:24 > To: <[email protected]> > Reply-To: <[email protected]> > Subject: Re: [iagi-net-l] Parah! Kondisi Investasi Migas RI Termasuk > Terburuk > di Dunia > > Sejak akses dunia barat susah masuk ke negeri2 penghasil minyak minyak > lainnya, issue ttg buruknya invest migas di Indonesia mendengung. > Ujung2nya minta split ditambah, CR tak terbatas. Haddduh !!! > Negeri lain ndak ada yg menawarkan blok sampai 2X setahun. Penawaran > berkali2 ini yg nantinya scr statistik menunjukkan bahwa prosentase > "laku"nya blok ini jadi kecil. Ini yg menjadi boomerang. Lebih baik > ndak usah ditawarkan obralan. Jangan terlalu banyak yg ditawarkan tapi > tawarkan dua-tiga blok dengan paket indah. Dijual secara cermat. > Mungkin perlu marketing technique yg khusus dalam "menawarkan" blok di > Indonesia. > > Rdp > > On 26/03/2011, [email protected] <[email protected]> wrote: > > > http://www.detikfinance.com/read/2011/03/25/122411/1601186/1034/parah-kondisi-investasi-migas-ri-termasuk-terburuk-di-dunia?f9911033 > > > > Parah! Kondisi Investasi Migas RI Termasuk Terburuk di Dunia Akhmad > > Nurismarsyah -detikFinance > > > > Jakarta - Kondisi investasi di bidang minyak dan gas Indonesia dinilai > masih > > sangat buruk. Indonesia berada di rangking 111 dari 113 negara dalam > survei > > kondisi investasi migas versi Global Petroleum Survey 2010.Demikian > > disampaikan oleh Direktur Center for Petroleum and Energy Economic > Studies, > > Kurtubi pada diskusi energi yang dilaksanakan di ruang Fraksi PPP DPR RI, > > Senayan, Jakarta, Jumat (25/3/2011)."Kondisi investasi migas di Indonesia > > sangat buruk. Kita berada di rangking 111 dari 113 negara di dunia," kata > > Kurtubi.Berdasarkan survei dari Global Petroleum Survey 2010, Indonesia > > memiliki kondisi investasi migas paling buruk di kawasan Oceania. Lebih > > buruk dari Papua Nugini (PNG), Malaysia, Brunei, Filipina, Australia, > > Selandia Baru."Kita hanya lebih baik sedikit dari Timor Timur," timpal > > Kurtubi.Ia menjelaskan, penyebab buruknya kondisi investasi tersebut > > disebabkan masih adanya tindak korupsi serta minimnya data yang > dibutuhkan > > bagi investor. "Kita juga perlu menggan UU Migas No 22/2001. Substansi UU > > Migas yang harus dirubah dengan menyederhanakan pola B to B, > > mengefisiensikan pengelolaan BBM dengan pola 'integrated oil company' > bagi > > Pertamina, memberlakukan sistem 'lex specialist', dan memperjelas > definisi > > dan pengelola aset kekayaan cadangan minyak nasional," tutur Kurtubi.Dari > > segi birokrasi, dirinya juga menilai bahwa banyak investor yang > dirumitkan > > dengan birokrasi yang 'ribet'. Akibatnya industri migas di Indonesia > semakin > > memburuk, hampir tidak ada investasi baru di beberapa blok migas selama > > selama 10 tahun ke belakang. "Berdasarkan undang-undang yang lama, para > > investor hanya perlu bertemu dan meneken kontrak (PSC/Production Sharing > > Contract) dengan Pertamina saja," ucapnya.Kurtubi menambahkan, kondisi > > investasi migas itu bertambah aneh dengan adanya kebijakan dimana > investor > > migas harus membayar bermacam jenis pajak selama masa eksplorasi. > Padahal, > > di undang-undang yang lama, investor hanya perlu membayar pajak setelah > > mereka menemukan dan mengeksplorasi migas.(nrs/qom) > > > > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > > -----Original Message----- > > From: mohammad syaiful <[email protected]> > > Date: Fri, 25 Mar 2011 16:02:26 > > To: <[email protected]> > > Reply-To: <[email protected]> > > Cc: setiawan dedi<[email protected]>; sutar_iagi<[email protected]>; su > > tarjo<[email protected]> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Intro > > pak dedi, nanti pak sutar dari sekretariat iagi akan membantu. > > > > salam, > > syaiful > > 2011/3/25 setiawan dedi <[email protected]> > > > >> Selamat siang, > >> > >> Perkenalkan nama saya DEDI SETIAWAN. Geologi ITB angkatan 87. > >> Baru bergabung dengan forum ini, sekalian mau tanya bagaimana cara > >> mengurus > >> membership IAGI. > >> Terimakasih sebelumnya > >> > >> > >> -Regards- > >> > >> > >> DEDI SETIAWAN > >> > >> > > > > > > -- > > Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant Geologist > > Mobile: 62-812-9372808 > > Emails: > > [email protected] (business) > > [email protected] > > > > Technical Manager of > > Exploration Think Tank Indonesia (ETTI) > > > > > > -- > Sent from my mobile device > > *"Success is a mind set, not just an achievement"* > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2008-2011: > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... > > -------------------------------------------------------------------------------- > Ayo siapkan diri....!!!!! > Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 > September 2011 > > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net > <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net>Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any > information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > >

