Hihihihi .... udah kelamaan main diatas, lupa main dibawah ya ....?


2011/3/31 batu gamping <[email protected]>

>  hi hhihi
>
> sorry pak Nyoto, udah kelamaan, lupa taro tanda tangan dibwahnya
>
>  ------------------------------
> *From:* nyoto - ke-el <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Cc:* nuning <[email protected]>; "[email protected]"
> <[email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>;
> eksplorasi bpmigas <[email protected]>
> *Sent:* Thu, March 31, 2011 9:30:01 AM
>
> *Subject:* Re: [iagi-net-l] RE: [OOT] [eksplorasi_BPMIGAS]
> Bls:[iagi-net-l] Parah! Kondisi Investasi Migas RI TermasukTerburuk di Dunia
>
> Hehehehe ... mungkin lebih baik kalau tidak usah menggunakan nama samaran
> lagi biarpun nama tsb mungkin memang membawa nostalgia yg sangat berarti dan
> tidak akan terlupakan, tapi kalau ditulis nama aslinya kan lebih enak (nama
> email address mungkin tidak perlu dirubah, tetapi dibawah email sebaiknya
> ditulis nama aslinya akan lebih enak dibaca, maaf bukan bermaksud menggurui,
> tetapi daripada dikira namanya memang pak Batu Gamping, padahal kan tidak
> karena saya mengenalnya baik sekali, lebih baik kalau disebutkan saja
> namanya, saya kira tidak akan mengurangi rasa hormat kepada pak Batu
> Gamping, terutama bagi yg belum mengenalnya), seperti nama mbak Nuning ini
> misalnya.
>
> Wass,
> nyoto
>
>
>
>
> 2011/3/31 nuning <[email protected]>
>
>>
>> Terima kasih, Batu Gamping (baru tau nih ada orang yg namanya Batu
>> Gamping, kalo batupasiran atau lempungan sih banyak : Sandy, Shaly).
>>
>> Kita semua tau bhw urusan dgn Pemda dalam eforia Otonomi Daerah ini
>> sungguh menyulitkan, begitu juga dgn Kehutanan, Lingkungan, dsbnya.
>> Masalahnya BPMIGAS memang tidak bisa berbuat banyak utk mengatasi ini. Harus
>> diatasi bersama antar Departemen (ESDM, Dalam Negeri, dll). Hanya saja yg
>> jadinya kinerjanya buruk ya BPMIGAS (target pengeboran tidak tercapai, dll).
>>
>>
>> Yg jadi pikiran saya (atas survey Fraser tsb), apakah bijaksana kalian itu
>> memberi nilai segitu negatifnya atas negara kita utk survey yg dilakukan
>> oleh lembaga luar negeri. Apalagi adaaaaa aja orang yg seneng banget
>> ngejelek-jelekin negerinya sendiri bahkan ada mengambil keuntungan atas
>> hasil survey tsb dan menambah-nambahkan (yg enggak sesuai fakta) sehingga
>> negara kita jadi sedemikian buruknya di mata dunia dan masyarakat umum.
>>
>> Kita faham lah begitu banyak keburukan dan ketidakberesan di negeri ini,
>> tapi kalo dijelek-jelekin terus oleh luar negeri (dan beberapa orang
>> sendiri) rasanya kesel.
>>
>> Soal form-form yg hrs diisi (ini maksudnya form Checlist, kan ?), ya...
>> cobalah jangan banyak mengeluh, toh data itu bisa diisi/diurus oleh org
>> admin misalnya (dgn supervisi). Kami kan juga punya KPI dan juga diaudit
>> (salah satunya adl kelengkapan dokumen pendukung / form2 sesuai checklist),
>> dan jangan lupa bhw kami menangani lebih dr 250 WK, dgn jumlah orang yg
>> terbatas sehingga suatu prosedur baku/standar (termasuk pengisian form2 tsb)
>> akan sangat membantu kami utk mengevaluasi usulan2 dari KKKS. Masa sih cuman
>> diminta mengisi form dokumen pendukung aja kami dinilai negatif ! Toh form2
>> itu akan sangat berguna buat anda sendiri klo nanti anda mengajukan PJWE,
>> terminasi atau POD. Atau... Anda hanya akan memberi nilai positif pada kami
>> bila kami langsung setuju aja apapun yg anda inginkan, tanpa prosedur
>> apapun, begitu ? Please dong.. Ah !
>>
>> Idealnya sih kita2 nih yg orang2 G&G memang mengerjakan urusan geologi dan
>> geofisika aja ya, bukan ngurusin perijinan, ganti rugi rumpon, adm, dll.
>> Tapi yah.... begitulah adanya.
>>
>>
>>
>> Salam,
>> Nuning
>>
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> ------------------------------
>>  *From: *batu gamping <[email protected]>
>> *Date: *Thu, 31 Mar 2011 09:01:04 +0800 (SGT)
>> *To: *<[email protected]>; [email protected]<
>> [email protected]>; Forum HAGI<[email protected]>;
>> [email protected]<[email protected]>
>> *ReplyTo: *<[email protected]>
>> *Subject: *Re: [iagi-net-l] RE: [OOT] [eksplorasi_BPMIGAS]
>> Bls:[iagi-net-l] Parah! Kondisi Investasi Migas RI TermasukTerburuk di Dunia
>>
>>
>> *Aku cuman pengen tanya nih, ama temen2 investor (yang namanya investor
>> di industri migas = KKKS atau calon KKKS, kan ?), apakah memang sebegitu
>> buruknya kami sehingga bila ada survey (apalagi dari luar negeri) anda
>> selalu/sering memberikan point negatif ? *
>>
>>
>>
>> Menjawab pertanyaan Ibu Nuning diatas: kalau pertanyaan yang ditujukan
>> lebih ke non technical, i.e perijinan, birokrasi (non technical), pokone
>> yang kagak ada hubungannya dengan geologi: YES saya akan memberikan point
>> negatif, MENGAPA? saya berikan beberapa contoh:
>>
>> 1. Waktu mau shoot seismic di South Barito untuk lewat perkebunan karet,
>> lamanya ijin keluar lebih dari 6 bulan, saya ada kronologi lengkap dari kita
>> mendatangi GM nya, terus di pingpong Banjarmasin-Pontianak-Jakarta, surat
>> resmi kemana mana, akhirnya hanya dengan verbal approval silahkan lakukan
>> (Perlu saya garis bawahin BPMIGAS bagian formalities sangat membantu kami
>> dalam melakukan pendekatan2 ke pihak terkait). Yang kepikiran di kepala
>> saya, kalau setiap KKS on shore punya masalah begini, seberapa banyak
>> personel BPMIGAS yang harus dikerahkan untuk membantu KKS untuk urusan
>> begini? Terus fokus pencarian minyak dan gas bumi saya yakin akan terganggu
>> kalau KKS selalu di hadapkan dengan persoalan diatas.
>>
>> 2. Waktu kita mau mulai pengeboran di West Papua, ada perintah dari pihak
>> imigrasi lokal bahwa orang Indonesia yang akan ke RIG harus membawa pasport,
>> coba bayangkan kita sudah merdeka selama 66 tahun, industri MIGAS kita sudah
>> lebih dari 40 tahun dan untuk berangkat ke RIG yang nota bene masih di
>> perairan Indonesia, nah lho gimana tuh? tentu kita perlu waktu lagi untuk
>> koordinasi dengan semua pihak terkait yang akhirnya setelah di ber
>> pengertian a sampai z baru mereka mengerti. Ini baru masalah yang sangat
>> sederhana menyangkut orang Indonesia, belum lagi yang menyangkut pekerja
>> asing di RIG, pokoke bikin GA dan HR kita keteteran ngurusin yang beginian
>> yang kagak selese- selese, sampai sampai saya dengernya ajah udah males.
>>
>> 3. dll,
>>
>> 4, dsb
>>
>>
>>
>> Kalau pertanyaan yang menyangkut keteknikan: Saya kira saya akan
>> memberikan point positif untuk hal hal yang menurut saya memang sudah banyak
>> perbaikan di BPMIGAS: contoh: persetujuan G&G studies, pengalihan komitment,
>> persetujuan AFE, dll
>>
>> Tapi saya akan memberikan point negatif kalau ditanya sedemikian banyaknya
>> form form yang harus diisi karena menurut saya banya sekalai form form yang
>> "repetition", ditanyakan berkali kali tapi kalau diperhatikan isinya sama
>> saja.
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>  ------------------------------
>> *From:* Nugrahani <[email protected]>
>> *To:* "[email protected]" <
>> [email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>; "
>> [email protected]" <[email protected]>; "
>> [email protected]" <[email protected]>
>> *Sent:* Wed, March 30, 2011 12:00:24 PM
>> *Subject:* [iagi-net-l] RE: [OOT] [eksplorasi_BPMIGAS] Bls:[iagi-net-l]
>> Parah! Kondisi Investasi Migas RI TermasukTerburuk di Dunia
>>
>>
>>
>> Terima kasih, Danu, Yudie, Batara,  mas Rovicky, dan juga temen2 semua.
>>
>> Iya nih .... sayangnya pak Kurtubi bukan anggota JSC, atau HAGI atau IAGI,
>> kalo dia anggota kita  kan setidaknya dapat informasi yang  lebih berimbang.
>>
>> Eh... sebetulnya sih kalo mau...  bisa aja cari data atau  info lain,
>> enggak cuman ngambil dari satu sumber aja, itu bisa banget,  hanya saja
>> kelihatannya pak Kurtubi itu (selalu) menggunakan data yang mendukung
>> pendapatnya, dia bukan bermaksud untuk mencari informasi yang berimbang atau
>> data yang akurat.
>>
>>
>>
>> Kita (dalam hal ini BPMIGAS dan Ditjen Migas) memang enggak perlu “panas”
>> dalam menanggapi survey tersebut,  pun omongannya pak Kurtubi ....   (wong
>> kenyataannya kan tidak benar pernyataan bahwa  “*almost no new investment
>> in the new block during the last 10 years**”)*.  Bukan kali ini aja pak
>> Kurtubi itu berpendapat “enggak sesuai fakta”.  Ada baiknya kita gunakan
>> “hak jawab” dengan menggunakan media juga.
>>
>> Harus kita sadari juga bahwa beberapa dari hasil survey tersebut (dan
>> hasil survey2 lainnya)  bisa kita jadikan masukan untuk perbaikan di masa
>> mendatang, seperti kurangnya akses data G&G, tumpang tindih peraturan,
>> birokrasi/perijinan,  dan kurangnya kordinasi antar departemen terkait
>> (Dept. ESDM, Dept. Kehutanan, Dept. Lingkungan Hidup, Dept. Dalam Negeri,
>> Dept. Perhubungan, Pemda2, belum lagi “Pemerintah Aceh” – enggak mau disebut
>> Pemda Aceh), dan lain-lain, dan tentunya ini bukan pe er-nya BPMIGAS
>> sendirian.
>>
>>
>>
>> Aku cuman pengen tanya nih, ama temen2 investor (yang namanya investor di
>> industri migas = KKKS atau calon KKKS, kan ?), apakah memang sebegitu
>> buruknya kami sehingga bila ada survey (apalagi dari luar negeri) anda
>> selalu/sering memberikan point negatif ? Pengalaman saya selama 9 tahun di
>> BPMIGAS, yang namanya investor itu ada 3 jenis : baik, buruk, sedang.  Ada
>> juga loh investor/KKKS yang maunya enak sendiri, ibarat “dikasih hati
>> ngerogoh jantung”, ada juga investor “nakal”, hanya saja kami tidak bisa
>> memberikan data ini  untuk konsumsi umum. Dalam hal investor ini  kayaknya
>> yang berlaku adalah : “jangan tanyakan apa yang dapat anda (= para investor)
>> berikan pada negara tapi bertanyalah apa yang dapat negara berikan pada
>> anda”.  Yah... namanya juga bisnis.
>>
>>
>>
>> Setuju dengan pernyataan pak Koesoemadinata bahwa BPMIGAS perlu membangun
>> “image” supaya tidak selalu berkesan negatif seberapapun kerasnya usaha kami
>> untuk memperbaiki diri.
>>
>> Aku enggak tau gimana caranya membangun “image” yang baik, mungkin salah
>> satunya adalah agar Humas BPMIGAS dan jajaran top manajemennya kudu lebih
>> sering berinteraksi dengan media dan memberikan info2 yang positif.
>>
>>
>>
>> Yuk... sekarang kita omongin *prospectivity* di Indonesia, seperti saran
>> mas Rovicky.  Ini kan salah satu tugas kita.  Seperti kita ketahui sebagian
>> besar WK yang ditandatangani di 10 tahun terakhir adalah WK  di Indonesia
>> Timur.  Sangat menarik untuk membahas prospectivity di  Indonesia Timur.
>>  Kita masih menunggu keberhasilan pengeboran eksplorasi di cekungan2
>> Indonesia Timur, seperti di cekungan2 : Makassar Selatan, Lariang, Bone,
>> Buton, Halmahera, Timor, Palung Aru, dll . Keberhasilan Asap-nya Genting
>> Kasuri sungguh melegakan dan dapat membuka peluang eksplorasi di wilayah
>> yang berdekatan. Mudah2an pengeboran2 lainnya juga berhasil menemukan
>> hidrokarbon yang ekonomis. Amin.
>>
>>
>>
>>
>>
>> Salam,
>>
>> Nuning
>>
>>
>>
>>
>>
>> *From:* Putrohari, Rovicky [mailto:[email protected]]
>> *Sent:* 30 Maret 2011 9:42
>> *To:* [email protected]
>> *Subject:* Re: [OOT] [eksplorasi_BPMIGAS] Bls:[iagi-net-l] Parah! Kondisi
>> Investasi Migas RI TermasukTerburuk di Dunia
>>
>>
>>
>> Report yg digunakan oleh Pak Kurtubi yg disitir oleh
>> http://www.detikfinance.com/read/2011/03/25/122411/1601186/1034/parah-kondisi-investasi-migas-ri-termasuk-terburuk-di-dunia?f9911033ada
>>  disini :
>>
>> http://www.fraseramerica.org/commerce.web/product_files/global-petroleum-survey-2010_US.pdf
>> Dalam petroleum survey 2010 ini memang terlihat Indonesia termasuk yang
>> buruk. rangking 111 dari 133. Walaupun kita perlu perhatikan ini adalah
>> sebuah survey untuk kepentingan investor. Jadi semua yg buruk-buruk akan
>> diungkap. Tidak perlu panas menanggapinya.
>>
>> Ada beberapa komentar dalam survey ini yg perlu kita perhatikan adalah :
>>
>> *Indonesia*
>>
>> “*Corruption and poor data access*.”
>>
>> “Profit sharing con tract terms are not always honored, but* it is
>> impossible to sue the government*. Terms are always being tightened yet 
>> *prospectivity
>> is no better than in other countries*.”
>>
>>
>> “The country’s Oil and Gas law (Law No. 22/ year 2001) is very bad and is
>> not investor friendly due to the following reasons:
>>
>>    1. *Investors have to meet so many government offices*. Indonesian oil
>>    industry is getting worse, *almost no new investment in the new block
>>    dur ing the last 10 years**. *Under the old law (Law No.8/1971),
>>    investors just needed to meet and sign a profit-sharing contract with the
>>    national oil company (Pertamina).
>>    2. According to Article 31 of Law No.22/2001 on Oil and Gas, investors
>>    have to pay various kinds of taxes during the exploration stage. Under the
>>    old law, investors paid the tax after they found and produced oil and gas!
>>    3. Law No.22/2001 is in fact already legally ‘flawed’ and paralyzed be
>>    cause the Constitutional Court of the country has removed several main
>>    articles that conflict with artcle 33of the country’s Constitution of 
>> 1945.
>>    Unfortunately, both the President and the Minister of Energy and Mineral
>>    Resources of the country do not take any action to fix the situation.”
>>
>> Jelas sekali yang saya cetak *miring *sesuatu yg tidak benar. Ntah
>> darimana mereka mendengarnya. Tapi perlu ada statement pemerintah (ESDM atau
>> BPMIGAS) menyangkal hal ini.
>>
>> Namun konsen-konsen lain memang perlu kita perhatikan sebagai bahan
>> perbaikan.
>>
>>    - *Corruption *... Doh ! Aku juga sebel ttg hal ini. Slahkan menjawab
>>    sesuai pemikiran diri sendiri.
>>    - *Poor data access* ... dalam hal ini menurut saya akibat dari Poor
>>    data management. UU sudah memperbolehkan akses data terbuka setelah 5-8
>>    tahun. Hanya saja "kualitas" data yang tersedia (walaupun sudah dalam 
>> sebuah
>>    paket jualan) masih jauh dari memuaskan.
>>    - *Sue government (?)*. Kontrak yang ada adalah antara B to G.
>>    Tentusaja tidak mudah berbisnis dengan sebuah lembaga negara. Perlu
>>    dipikirkan perubahan UU yang menggunakankontrak B to B seperti UU 
>> sebelumnya
>>    B-Pertamina/BPPKA. Atau dengan bentuk ijin usaha (G to B) seperti yang ada
>>    pada pengusahaan pertambangan.
>>    - *Meet so many goverment offices.* Birokrasi di BPMIGAS mungkin sudah
>>    diperbaiki dan diperpendek. Tetapi urusan dengan Pemda semakin ribet bet 
>> !.
>>    - *President and minister donot take action ?* We lah kalau ini emang
>>    perlu diketahui juga apakah bener pemerintah ngga action. Tentusaja kalau
>>    melihat take action ini tidak hanya Presiden dan menteri tetapi hingga
>>    jajaran dibawahnya serta jajaran yang terkait. Pajak, Pemda, BPMIGAS dll.
>>
>> Tugas kita (saya) sebagai ahli geologi Indonesia adalah menjawab yang ini
>> " *prospectivity is no better than in other countries". **Apakah iya ?**
>>
>> *Yang selalu menjadi hal utama dalam pemikiran saya adalah konsen paling
>> atas. Ketika korupsi sudah merasuki pembuat kebijakan (termasuk pejabat
>> negara mapun pejabat swata) sangat mungkin akan merambah menjadi anak-pinak
>> masalah dibawahnya.
>>
>> RDP
>>
>>
>>  ------------------------------
>>
>> *From:* Danu Widhisiadji [mailto:[email protected]]
>> *Sent:* Wednesday, March 30, 2011 9:22 AM
>> *To:* [email protected]; 'Forum Himpunan Ahli Geofisika
>> Indonesia'
>> *Subject:* Re: [OOT] [eksplorasi_BPMIGAS] Bls:[iagi-net-l] Parah! Kondisi
>> Investasi Migas RI TermasukTerburuk di Dunia
>>
>> Sayangnya Beliau pak Kurtubi bukan anggota JSC.
>>
>>
>>
>> Cuman yang jadi POIN di Kesimpulan Fraser sebetulnya adalah (ini yang
>> sebetulnya di isaratkan pak Kurtubi):
>>
>> 1. Investors have to meet so many government offices. (tentunya anggapan
>> dari hasil survey, bagaimana instropeksinya??)
>>
>> 2. According to Article 31 of Law No.22/2001 on Oil and Gas, investors
>> have to pay various kinds of taxes during the exploration stage. (tahun
>> 2010! saya setuju untuk yang satu ini, dengan terbitnya PP-CR-79,
>> beberapa sudah diperbaiki termasuk pajak masuk barang mi&gas, seperti diulas
>> pak Ujay dan bu Nuning)
>>
>> 3. Law No.22/2001 is in fact already legally ‘flawed’ and paralyzed
>> because the Constitutional Court of the country has removed several main
>> articles that conflict with article 33 of the country’s Constitution of
>> 1945. Unfortunately,both the President and the Minister of Energy and
>> Mineral Resources of the country do not take any action to fix the
>> situation.” (saya kira poinnya ada di kalimat terakhir, dimana image
>> hasil studi berkesimpulan Presiden dan Mentri terkesan acuh pada hal
>> penanganan masalah mi&gas).
>>
>>
>>
>> Hasil riset independent oleh IHS yang dipresentasikan di Forum Exclusive
>> JSC, tentunya akan membantah issue turunan dari kesimpulan tersebut seperti
>> yang disebut pak Dicky.
>>
>> 1. SE-Asia 2010, Indonesia memimpin dalam hal akuisisi 2D seismic dengan
>> panjang lebih dari 20 akuisisi atau lebih dari 30,000km, disusul Vietnam dan
>> Myanmar.
>>
>> 2. Akuisisi 3D seismic No. 4 (+-3,500 sq-km/+-9 akuisisi), setelah
>> Malaysia/Philippines/Vietnam.
>>
>> 3. Exploration Drilling 2010, Indonesia No.2 (hampir 80 wells), disusul
>> Thailand, Pertamina menyumbang 14 wells.
>>
>> 4. Khusus untuk New Wildcat Indonesia memimpin dengan 45 sumur baru
>> (Success Ratio 32%/SE Asia 44%)
>>
>> 5. “Indonesia leading the region in tapping unconventional resources (CBM)
>> - ~ 8 wells drilled”
>>
>> 6. Penambahan Reserve: Indonesia No.2 dengan tambahan sekitar 130MMBOE,
>> dibawah Malaysia.
>>
>> 7. Lihat yang berikut: New Contract 2010 Indonesia jauh memimpin sebanyak
>> 28 Blocks Baru, disusul Vietnam yang hanya 6 Block Baru.
>>
>>
>>
>> Masih banyak kesimpulan lainnya, hanya saja Result IHS tersebut sepertinya
>> limited untuk members JSC/bukan untuk publish.
>>
>> Tentunya, PRESENTASI Pak Anditya pada Forum JSC Tanggal 13 April mendatang
>> bisa menambah ramai diskusi ini.
>>
>>
>>
>> Sekian&Salam,
>>
>> Danu – semoga tidak ngelantur
>>
>> (mencoba ikut nimbrung dan mengungkap data/meng-counter dengan data juga)
>>
>>
>>
>>
>>
>> -------------------------------------------------------
>>
>>
>
>

Kirim email ke