Maaf nimbrung.
Teori bisa macem-macem, tapi bagi saya sebagai petrologist tidak pernah percaya
pada teori-teori sebelum ada bukti materialnya (dalam bentuk sample yang riil).
Kalau memang ada impact crater di Majalengka, pasti ada materi sisanya dalam
bentuk butiran tectite dan meteorit. Nah silakan berburu tectite dan atau
meteorit, kalau menemukannya sebagai fragmnet dalam batuan yang ditabraknya,
baru silakan ngomomg meteorit impact. Setahu saya penduduk di Sangiran banyak
yang menemukan tectite dan meteorit pada formasi plio-plestosen. Di sana kita
bisa beli sebagai souvenir, biasanya dijual dalam bentuk mata cincin.
Salam,
Yatno
----- Original Message -----
From: R.P.Koesoemadinata
To: [email protected]
Sent: Friday, April 08, 2011 2:15 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Majelangka Dihantam Meteor Raksasa 4 Juta Tahun
Lalu !
Saya telusuri di Internet, ternyata banyak sekali lapangan minyak di Amerika
yang sudah ada dan diterangkan secara conventional, sekarang mulai diterangkan
sebagai akibat meteoric impact. Yang terjadi adalah "fracturing" atau
"brecciation" dari formasi yang ada di bawah impact crater ini yang
menjadikkanya sebagai reservoir. Saya kira soal heat yang ditimbulkan untuk
mematangkan source rock tidak ada yang menyinggung. Yang penting adalah juga
keberadaan seal di atasnya, yaitu formasi serpih post-impact.
Konsep ini masih kontroversial dan masih ada pro- dan kontranya, tetapi
mainstream geologist saya kira belum menerimanya, tetapi sudah banyak tokoh2
petroleum geologist yang meyakininya, seperti Paul Weimer yang sekarang
President AAPG, sangat meyakinkan bahwa Red Wing Creek field (dalam formasi
Paleozoic) itu adalah hasil dari impact crater.
Juga ternyata lapangan minyak terbesar ke-2 di Mexico, Cantrell field juga
dihubungkan dengan Chicxulub impact crater (berada di bawah), yang terjadi
antara Kapur dan Tersier (KT boundary, 65,5 juta tahun yang lalu). Juga
lapangan offshore Mumbai dihubungkan dengan meteor impact ini. Selain itu masih
banyak contoh2 lain di dunia.
Selain itu banyak pula yang meyakini bahwa peranan meteor impact pada mineral
deposit itu jauh lebih besar dari pada diperkirakan semua, bahkan endapan nikel
di Sudbury Canada yang berupa lopoltih itu ditafsirkan sebagai meteorit
raksasa. Ada juga yang berspekulasi bahwa fracturing ini sampai ke mantle, dan
menghidupkan lagi anorganic origin of oil.
Dalam hal Majalengka crater complex berdasarkan peta geologi yang ada daerah
ini mencakup Bogor Trough dan juga sebagian Northwest Java shelf basin. Di
Bogor trough ini sudah terkenal banyak oil seeps (terutama di Jawa Tengah,
walaupun batuan induknya belum jelas, tetapi pasti ada. Oil seep di Palimanan
sudah terlalu jauh. Meteor Majalengka ini (kalau betul ada) kelihatannya
menimpa singkapan formasi deep marine turbidits Cinambo berumur Oligo-miocene
yang mungkin merupakan batuan induk.
Jika benar geo-circles di Majalengka itu meteor impact yang jadi masalah
adalah seal. Apakah formasi Citalang dan sebagian Fm Kaliwangu yang berumur
Pliocene itu dapat merupakan seal yang baik.
Sekali lagi bahwa ada beberapa seismic lines tahun 89 yang memotong complex
crater Majalengka ini, entah disurvei oleh Pertamina entah oleh pemegang
Citarum block. Sangat menarik untuk dipelajari apa yang ada di bawahnya ini,
saya taruhan itu merupakan "blur" saja yang ditafsirkan sebagai thrusting.
Pertanyaan penting lagi apakah pemegang block Citarum atau Pertamina berani
melanjutkan explorasi berdasarkan konsep meteor impact sebagai play yang masih
bersifat unconventional ini. Ini akan sangat menarik sekali bahkan mungkin akan
menemukan lapangan minyak raksasa, karena sebenarnya radius aggregate dari
lingkaran-lingkaran ini adalah lebih dari 5 km. Selain itu jika ada yang
berani, apakah BPMigas akan menyetujuinya.?
Kalau saja ada bilioner yang cukup gila untuk melakukan pemboran explorasi di
sini dan berhasil menemukan cadangan, tentu orang akan berlomba-lomba mencari
geo-circles di Google Earth.
Apakah di antara anggota IAGI net ini mungkin bisa memberikan penjelasan
geologi lain bagi Geocircles Majalengka ini, dengan tektonik lengser barangkali?
Wassalam
RPK
-
---- Original Message -----
From: Yanto R.Sumantri
To: iagi-net
Sent: Friday, April 08, 2011 12:13 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Majelangka Dihantam Meteor Raksasa 4 Juta Tahun
Lalu !
Betul pak Koesoema , memang sulit untuk menerangkan mekanisme
nya.
Saya masih bertanya apa pengaruh suatu tumbukan terhadap komposisi suatu
masa di bumi ? bagaimana dan apakah terjadi perubahan kimia / fisika dari
masa yang ditumbuk ?
Mungkin ada rekan yang tahu atau mengetahu reference - nya
si Abah
On Fri, April 8, 2011 9:09 am, R.P.Koesoemadinata wrote:
> Young Earth argument, wah saya tidak membaca sampai kesitu.
>
> Tetapi saya kira yg unik dari Majalengka Crater Complex ini merupakan
> multiple craters, yang mungkin ditumbuk oleh se-rentetan meteor yang pada
> tempat yang sama, mungkin seperti Levy-Schumacher meteors yang menghantam
> Jupiter.
>
> Saya belum pernah membaca adanya multiple craters ini ditempat lain di
> bumi ini, barangkali ada yang mengetahui?
>
>
>
> Dari segi ekonomi, barangkali di bawah Majalengka Impact crater complex
> itu bisa terjadi akumulasi minyak bumi seperti di lapangan Chicxulub di
> Mexico. Daerah ini sebelah utaranya masuk Block Jawa Barat Utara dari
> Pertamina, sedangkan bagian selatannya adalah masuk Citarum Block. Tetapi
> apakah para pemegang block ini berani mengexplore lebih lanjut. Seingat
> saya di daerah ini ada beberapa seismic lines, tetapi apa yg diperlihatkan
> oleh seismic sections ini saya tidak tahu, mungkin blur saja. Barangkali
> ada yang berpendapat lain?
>
>
>
> Sampai kini saya lihat di forum ini belum ada bantahan mengenai hipotesa
> impact craters ini, karena saya kira akan sulit sekali dijelaskan dengan
> tectonics biasa maupun dengan gliding tectonics.
>
> Wassalam
>
> RPK
>
>
>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, April 08, 2011 7:29 AM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Majelangka Dihantam Meteor Raksasa 4 Juta
> Tahun Lalu !
>
>
> Pak Koesoema,
> Sepertinya argumentasi "Young Earth" tentang clues for meteoric crater
> ini bagian dari diskusi creationism bahwa usia bumi tidak milyaran tahun
> itu ya ?
>
> Btw, kalau diameter crater sebesar 3.5 Km, diperkirakan energi tumbukan
> yg dihasilkan oleh meteor ini setara dengan 400 megaton atau setara
> letusan Krakatau 1883. Ini energinya, dampaknya tentu sangat berbeda.
>
> Salam
>
> rdp
>
> 2011/4/7 R.P.Koesoemadinata <[email protected]>
>
> Terima kasih
> R{K
> ----- Original Message -----
>
From: Edison Sirodj
> To: <[email protected]>
> Sent: Thursday, April 07, 2011 8:42 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Majelangka Dihantam Meteor Raksasa 4 Juta
> Tahun Lalu !
>
>
> pak Kusuma, saya ada papernya pa Tjia, sewaktu seminar expat di KL
> 2008. InsyaAllah besok sy upload.
>
>
> salam,
> edison sirodj
>
> Sent from my iPad
>
> On Apr 7, 2011, at 20:28, "R.P.Koesoemadinata"
> <[email protected]> wrote:
> xpat
> Memang saya pun pernah mendengar adanya ceramah Prof Tjia itu
> mengenai meteor crater itu serta potensi minyak buminya di Jakarta
>
> Saya check di internet publikasi mengenai meteor crater itu yang
> saya ketemukan adalah
> 1. Meteor crater di Bukit Bunuh, Perak di mana diketemukan batuan
> suevit sedangkan publikasinya adalah mengenai paleo-anthropologi
> (out of Malaysia) dimana pemandangan geomorphologi dari crater
> masih terlihat
> 2. Meteor crater di Langkawi (Seranai Publications)
> 3. Google juga menunjuk adanya artikel Prof Tjia di Bull Geol Soc
> Malaysia, Dec 2010, namun di periodical ini tidak diketemukan
> mengenai meteor crater.
>
> Yang mengenai di Borneo belum diketemukan publicationsnya
> Wassalam
> RPK
>
> ----- Original Message -----
>
From: benyamin sembiring
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, April 07, 2011 5:37 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Majelangka Dihantam Meteor Raksasa 4
> Juta Tahun Lalu !
>
>
> salam,
>
>
> Pak Vic, sorry, karena judul yg dibawakan Prof Tjia saat itu
> adalah HYDROCARBON POTENTIAL OF METEORITE IMPACT STRUCTURES
> FOCUS ON SUNDALAND
> Saya rasa untuk Indonesia, ternyata yang dibahas di malaysia
> (walaupun masih satu pulau dgn indonesia, di kalimantan)
> sori, ada sedikit kekeliruan
>
>
> M A L A Y S I A
>
>
> Identified 60 large to medium
>
> ring-like structures
>
>
> 3 proven impact structures
>
> üPDFs
> üImpact breccia or suevite
> üC r a t e r s
>
>
> salam
> benz
>
>
> Pada 7 April 2011 17:10, benyamin sembiring
> <[email protected]> menulis:
>
> Salam,
>
>
> Pak Vic, tentang meteor impact sudah pernah dilakukan
> afternoon talk oleh IAGI di Tham Nak Thai resto, Menteng,
> tahun 2003/2004?. Saat itu pembicaranya adalah Prof Tjia Hong
> Jin. Seingat saya beliau menjelaskan pembentukan
> cekungan-cekungan oleh karena adanya meteor impact. Banyak
> gambar-gambar yang disajikan, termasuk di Indonesia. Semoga
> saya gak salah.
> Acara itu memang minim peserta, yang hadir nampaknya saat itu
> para senior/sepuh geologi, lebih tepat seperti reunian senior
> geologi. Materi presentasi apakah diberikan kepada IAGI waktu
> itu saya agak lupa.
> Nampaknya, Prof Tjia sudah punya lebih dari satu meteoric
> creater impact.
>
>
> Salam
> benz
>
>
>
>
>
> Pada 7 April 2011 15:08, Rovicky Dwi Putrohari
> <[email protected]> menulis:
>
>
> Sebuah hipotesa menarik dari Pak Koesoema tentang
> kemungkinan hantaman meteor di dekat Majalengka. Meteoric
> crater impact diketemukan di hampir semua belahan dunia,
> namun sepi di Indonesia. Kalau saja hipotesa Pak
> Koesoemadinata ini benar, maka penemuan ini akan menjadi
> Meteoric Crater Impact pertama di Indonesia. Meteoric Impact
> Ini sedang ditinjau oleh Mahasiswa dari Geologi ITB
>
> Majelangka Dihantam Meteor Raksasa 4 Juta Tahun Lalu !
> Penyebaran kawah benturan meteor di seluruh dunia.
>
> Selanjutnya silahkan baca di sini : Meteori crater impact
> pertama di Indonesia, Bahkan mungkin pertama di Asia
> Tenggara !!
>
>
>
> Rovicky
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> __________ NOD32 5559 (20101024) Information __________
>
> This message was checked by NOD32 antivirus system.
> http://www.eset.com
>
>
>
>
> --
> "Success is a mind set, not just an achievement"
>
>
>
--
_______________________________________________
Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma
hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.