Amiiin

On Thu, May 19, 2011 11:22 am,
[email protected] wrote:
> Membaca kemauan keras adik"
penyandang cacat dan keikhlasan mang Okim,
> Subhanallah. Insya
Allah surga balasannya
> 
> Salam
> Yudie
> Sent from my own
> powered by ABC
> 
>
-----Original Message-----
>
From: "Dumex,
Pasaribu" <[email protected]>
> Date: Thu, 19
May 2011 12:06:51
> To: <[email protected]>;
MGEI<[email protected]>
> Reply-To:
<[email protected]>
> Cc: mira
buana<[email protected]>; Iman
Santoso<[email protected]>;
> Feni
Kertikasyari<[email protected]>; Sadono
>
Irana<[email protected]>
> Subject: RE: [iagi-net-l]
GEM-LOVERS :  PENYANDANG CACAT  BELAJAR
> KETERAMPILAN OLAH
BATUMULIA
> Pak Okim/Mang Okim, saya terharu dan salut membaca
tulisannya, ternyata
> Pak Okim tidak hanya memiliki batu-batu
mulia saja tapi juga memilki
> hati yang mulia. Blessed you Pak
Okim.
> 
> Salam,
> Dumex
> 
>
________________________________
> 
>
From: miko
[mailto:[email protected]]
> Sent: Thursday, May 19, 2011 9:22 AM
> To: MGEI; IAGI
> Cc: mira buana; Iman Santoso; Feni
Kertikasyari; Sadono Irana
> Subject: [iagi-net-l] GEM-LOVERS :
PENYANDANG CACAT BELAJAR KETERAMPILAN
> OLAH BATUMULIA
>

> 
> Rekan-rekan Gem-Lovers yang budiman,
> 
> Bulan lalu, Senen  11 April 2011  ,  mang Okim kedatangan 16
penyandang
> cacat yang bermaksud belajar  keterampilan olah
batumulia . Mereka
> adalah sebagian dari 100 penyandang cacat
binaan Balai Rehabilitasi
> Sosial Penyandang Cacat , Dinas Sosial
Provinsi Jawa Barat  yang memilih
> pelajaran tersebut. Tadinya
mang Okim dijadwalkan mengajar di komplek
> Balai Rehabilitasi
mereka di Cimahi pada  Jum'at siang , tetapi karena
> jadwalnya  
bentrok dengan kegiatan mang Okim di Rotary, maka mang Okim
>
usulkan alternatif  Senen pagi di  Pusat Promosi Batumulia Indonesia.
> Alasan lainnya  karena di Balai Rehabilitasi belum tersedia
peralatan
> dan bahan batumulia. Usulan mang Okim alhamdulilah
diterima oleh Kepala
> Balainya Drs. H. Herri Suherryadi  MM dan
Kepala Seksi Rehabilitasi
> Sosial beliau Dra. Endang
Suhardini.
> 
> Perkenalan  pertama  mang Okim dengan ke
16 penyandang cacat  ini
> merupakan pengalaman hidup yang sulit
untuk dilupakan. Bagaimana tidak,
> cacat mereka benar-benar tak
terbayangkan sebelumnya. Di antara mereka
> ada yang kedua
tungkainya lemas ; tangan dan kaki sebelah kanan layuh ;
> jari
tangan kiri dan kaki kanan  tidak terbentuk ; bahu kanan tidak
>
berkembang + lengan kiri lebih kecil ; mata juling + kaki kanan kaku
dan
> bengkok + kaki kiri kaku ; tidak ada tangan kanan dan kiri +
tungkai
> atas kiri pendek ; tulang belakang bengkok + tubuh
kurang berkembang ;
> lengan kiri lumpuh dan mengecil ;  tangan
kanan lumpuh ; tuna rungu
> wicara ; dan lain sebagainya.  Selama 
2 jam bersama mereka, hati dan
> jiwa mang Okim terus gundah dan
gelisah , dipenuhi  pertanyaan : "
> Bagaimana caranya mang
Okim mengajar mereka , dan apakah pilihan mereka
> tepat
".
> 
> Kurrikulum untuk 8 bulan
> 
>
Tadinya mang Okim mengira diminta memberikan one or two days course
saja
> , tahunya di kurrikulum mereka , nama mang Okim dicantumkan
sebagai
> pengajar tetap selama  8 bulan dengan jadwal setiap
Jum'at siang .
> Tetapi setelah melihat keseriusan para penyandang
cacat  dalam menerima
> pelajaran dan melakukan praktek mengolah
batumulia, apalagi Kepala Balai
> tidak mengharuskan mang Okim
sendiri yang  mengajar  tetapi bisa
> diwakilkan ke instruktur ,
maka dengan rela hati  mang Okim terima
> tanggung jawab yang
tidak ringan ini . Di pertemuan pertama 11 April
> 2011, sesudah
do'a bersama ( dipimpin seorang peserta ) , mang Okim
> berikan
kuliah dengan power point  menyangkut definisi , pengenalan, dan
>
seluk beluk batumulia ( gambar 1 ).  Setelah itu para peserta diajak
> keliling untuk diperkenalkan dengan beragam jenis batumulia 
berikut
> penjelasan lokasi dan umurnya ( gambar 2 ). Pertemuan
pertama ini
> ditutup dengan tanya jawab dan dialog yang
mengungkapkan betapa
> bahagianya mereka mendapatkan kesempatan
belajar mengolah batumulia.
> 
> Pertemuan kedua
dilaksanakan pada hari Senen 25 April 2011 ( Senen 18
> April 
berhalangan ). Mengacu pada pertemuan 11  April 201 yang  begitu
>
mengesankan dan sekaligus mengharukan, 2 hari sebelum pertemuan ,  mang
> Okim kirim pesan sms ke Pak Syafik Umar , Pemimpin Umum Koran
Pikiran
> Rakyat, dan Pak Ridlo Eisy , Anggota Dewan Pers yang
juga   Gubernur
> Rotary Indonesia 2011-2012 . Isinya mengabarkan
tentang kegiatan
> tersebut. Puji Tuhan bahwa yang datang meliput
tidak saja wartawan media
> cetak , tetapi juga media elektronik /
TV  antara lain  MTV, TV One ,
> dan Metro TV  ( gambar 3 ). Hal
ini alhamdulilah telah memberikan
> kegembiraan , kebanggaan, dan
semangat , tidak saja kepada para
> penyandang cacat, tetapi juga
kepada para Staff dari Balai Rehabilitasi
> yang dengan setia
mendampingi mereka, dan tentu saja kepada Dinas Sosial
> Jawa
Barat.  Keesokan harinya,  Yandi yang tidak punya tangan kanan dan
> kiri  serta  tungkai atas kiri pendek  , menjadi bintang di
koran
> Pikiran Rakyat, Gala Media, Republika (?) , dan
lain-lainnya ( gambar 4
> ).
> 
> Itulah
rekan-rekan Gem-Lovers kisah selingan yang semoga dapat
>
meningkatkan rasa syukur kita kepada Sang Maha Pencipta , Tuhan YMK,
> yang telah menciptakan kita lebih sempurna dari para panyandang
cacat
> ini.  Dan kepada rekan-rekan yang kebetulan perusahaannya
punya
> kelebihan dana Corporate Social Responsibility, alangkah
baiknya kalau
> ada yang  disalurkan untuk kegiatan semacam  ini. 
Mereka sudah punya 1
> set mesin standard  yang terdiri atas 
mesin potong 12 " , mesin
> gurinda-ampelas 8 ", mesin
poles  12 ", dan 2 mesin ontel sepeda . Besok
> siang mang
Okim akan bertemu lagi dengan mereka di Balai Rehabilitasi
>
Cimahi. Posting ini berikut gambar-gambarnya akan mang Okim copy untuk
> mereka, insyaallah akan menjadi hiburan bagi mereka, Amiin.
> 
> Salam Cinta Batumulia dan Mineral,
> 
>
Mang Okim
> 
> 
> LAMPIRAN  GAMBAR
> 
> 
> Gambar 1 :  Memulai pelajaran dengan berdo'a , memohon
kepada Tuhan YMK
>  semoga kegiatan yang dilakukan bernilai ibadah
dan memberikan manfaat
> (11 April 2011)
> 
> 
> Gambar 2 : Memperkenalkan beragam jenis batumulia berikut umur
dan
> lokasi temuannya.
>  Paling depan memakai kursi roda
, Deni, 26 tahun, lulusan SD Cianjur (
> 11 April 2011 )
>

> 
> Gambar 3 : Wartawan media cetak dan televisi meliput
Yandi dan Deni yang
> sedang  praktek
> kerajinan
batumulia di  Pusat Promosi Batumulia Indonesia, Jl. Pajajaran
>
145 , Bandung (25 April 2011)
> 
> 
> Gambar 4 :
Yandi , 24 tahun , lulusan SMP  Tasikmalaya, mencoba
> menggurinda
bintal akik ( agate nodule ).
> Kemauannya sangat keras untuk
belajar kerajinan batumulia, padahal tidak
> punya tangan kanan
dan kiri,
> dan tungkai atas bagian kiri pendek ( 25 April 2011
)
> 
> 
> Gambar 5 : Jongkok paling depan, Aris
Ananda, 21 tahun , penderita tuna
> rungu - wicara.
> 
Pendidikan Aris  terakhir SLTA SLB Al Hikmah Padalarang, Bandung Barat
> ( 25 April 2011 ).
> 
> 
> 
> Pusat
Promosi Batumulia Indonesia
> Jl. Pajajaran No. 145 Bandung
> Telp/Fax: +62-22-6038712
> Web : www.gemafia.co.id
> Blog : www.batumuliaindonesia.blogspot.com
> Blog :
batumuliaindonesia.blogspot.com
> 
> 


--

_______________________________________________
Nganyerikeun
hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke