Penggiringan itu nampak sekali dengan pemilihan para pembicara yg sebagian
besar dari asing dan hanya sebagian kecil saja dari dalam negeri tapi hanya
yg "pro" gempa sebagai penyebab lahirnya bayi LUSI, sedang para peneliti2
dari universitas & perguruan tinggi yg lebih "pro" pemboran sebagai penyebab
lahirnya LUSI, tidak dilibatkan / diundang sebagai pembicara.

Bahkan saya merasa heran kenapa koq IAGI kita (baca pengurus IAGI in
cumbent) tidak dilibatkan sama sekali, bukankah ini ajang diskusi yg banyak
berhubungan dengan geologi di Indonesia, sehingga sudah selayaknya kalau
IAGI dilibatkan secara aktif didalam kepanityaan symposium kemarin itu.
Paling tidak seperti IAGI kepengurusan generasi sebelum ini,
dibawah pimpinan pak Ahmad Ludfi yg saat itu "ikut menggiring" pengambilan
kesimpulan bahwa LUSI dilahirkan oleh gempa?  Apakah karena para pengurus
IAGI saat ini yg diketuai oleh pak Lambok Hutasoit & mas Syaiful, tidak
berpendapat bahwa LUSI dilahirkan oleh gempa ?  Sehingga mereka dinilai oleh
panitya Symposium di Sidoardjo kemarin sebagai sesuatu yg
"tidak menguntungkan" sehingga lebih baik diabaikan atau tidak diperlukan
keikutsertaan IAGI dalam symposium kemarin.

Salam prihatin & berdo'a demi kebenaran yg hakiki.


Wass,
nyoto





2011/5/27 <[email protected]>

> Saya menuliskannya sebagai catatan (note) di facebook saya SEMINGGU yg
> lalu, bukan tiba2 kemarin. Mungkin untuk menjadikannya berita wartawan lebih
> cocoknya memuatnya pas kemarin pelaksanaan acara.
>
> Note fb itu saya tulis setelah saya komunikasikan concern ke panitianya ttg
> TIDAK ADANYA PEMBICARA DR PERISET PERGURUAN TINGGI INDONESIA dan dominannya
> periset asing (10 orang) dlm info undangan ke saya maupun dlm website
> Humanitus sampai 2 hari yg lalu. Waktu itu di website masih dipampangkan
> foto 2 pembicara dr Indonesia yaitu Awang BPMigas dan Sawolo EMP (Lapindo).
>
> Alhamdulillah, rupanya panitia sadar akan pincangnya acara tsb
> (a-nasionalis dan berat ke satu sisi pendapat), maka kemudian pd acara
> sebenarnya diseimbangkanlah kesan itu dg mencoret Sawolo EMP/Lapindo dr
> daftar dan menambahkan Prof Sukendar, Agus Guntoro, dan Sayogi Sudarman dlm
> daftar pembicara. Suatu move yg pintar, tp agak kedodoran kalau diberi
> tambahan argumen bhw: yg diundang adalah yg gencar menulis di jurnal2
> (internasional) ttg Lumpur Lapindo tsb.
>
> Usulan saya untuk memasukkan pembicara dr Perg Tinggi paling dekat dg
> Sidoarjo yg banyak menulispun (Dr Amin Widodo) tidak dikabulkan. Selain itu
> saya menyinggung nama Prof Hasanudin ITB yg pernah menulis bersama Davies
> (yg kemudian diancam dituntut oleh Lapindo krn menggunakan data Lapindo
> tanpa ijin untuk ikut menulis paper dg Davies), juga kawan2 Badan Geologi yg
> sangat aktif riset dan menulis ttg Lumpur Lapindo. Tapi nampaknya panitia
> lebih suka memilih mrk dr Indonesia yg punya kecenderungan expertise di
> tektonik regional, geotermal, dan yg mrk kenal ikut bersama Lapindo
> mengkampanyekan penyebab gempa.
>
> Waktu itu surat saya dijawab panitia dg : "akan dipertimbangkan" meskipun
> sulit untuk mengubah acara krn hrs memilih diantara 40 ahli yg diundang.
> Saya sendiri tetap mrk harapkan datang untuk meramaikan acara diskusi.
> Karena saya ada komitmen full 3 hari kmrn di Jakarta, maka agak sulit untuk
> ikutan hadir, terutama kalau hanya untuk tanya jawab 2-5 menit dan bukan
> sessi trbuka brainstorming smua pihak membeberkan usulan rencana ke depan.
>
> Sampai saat ini, saya masih juga pada pendapat: semua penyelesaian teknis
> harus jadi 1 paket dg penyelesaian masalah sosial, tdk bisa dipisahkan. Kami
> dr IAGI dan HAGI masih dalam posisi terus membantu Badan Geologi dlm rangka
> akuisisi data 3D seismik di area lumpur dan sekitarnya untuk digunakan dalam
> evaluasi perencanaan teknis - sosial kedepan.
>
> Salam
> ADB
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: *"R.P.Koesoemadinata" <[email protected]>
> *Date: *Thu, 26 May 2011 20:55:29 +0700
>  *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *<[email protected]>
> *Subject: *[iagi-net-l] Andang Protes
>
> Apakah betul mengirimkan surat protes atas terselenggaranya Symposium on
> Indonesia's mud volcano yang berlangsung pada 25-26 Mei 2011 di Sidoarjo
> sebagai mana dikutip Wartawan Tempo di Tempo Online hari ini?
> http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/05/26/brk,20110526-336947,id.html
>
> Wassalam
> RPK
>

Kirim email ke