PT Sorik Mas Mining ini tak ubahnya seperti penjajah. Bedanya, dulu kita 
dijajah 
orang bule dari Eropa. Sekarang dijajah kawan sebangsa, sad to say... Yah, 
pemegang saham mayoritas sih tetap investor luar negeri, tetapi operatornya di 
lapangan adalah Jong Indonesia.

Ya, kita semua butuh makan, ada anak, ada istri yang harus makan. Tetapi, kalau 
kita memberi makan anak2 kita dengan melewati peristiwa seperti ini, aku enggak 
tau lagi deh mau bilang apa. Hidup ini pilihan, gitu kata dosen saya dulu di 
Jogja. Mari masing2 memilih. Sampai ketemu!!! dan mungkin hidup akan lebih 
keras.

salam

bosman batubara 
"semoga Dia rendahkan mereka yang berkuasa, dan tinggikan mereka yang terhina"




________________________________
From: Sulastama Raharja <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, May 29, 2011 11:07:17 PM
Subject: [iagi-net-l] Warga Mandailing Natal Mengamuk, Bakar Perusahaan Tambang

Warga Mandailing Natal Mengamuk, Bakar Perusahaan Tambang  
Khairul Ikhwan - 

 Ratusan warga di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut)  mengamuk 
dan membakar kantor, ruang pertemuan, serta barak milik PT  Sorik Mas Mining 
(SMM). Tindakan itu dilakukan menyusul tertembaknya  seorang warga ketika 
menggelar aksi demo, Minggu (29/5/2011).

Penembakan  itu terjadi di Camp II Sihayo PT SMM yang berjarak sekitar 7 
kilometer  dari Desa Godang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, 
pada  Minggu siang. Korban yang diketahui bernama Solatia (17). Dia terkena  
peluru karet di lengan kiri dan saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Umum  (RSU) 
Panyabungan, sekitar 480 kilometer dari Medan.

Saat  kejadian, korban dan sekitar 600 warga menggelar aksi demo ke lokasi  
barak perusahaan tersebut untuk menuntut janji sejumlah hal yang tak  kunjung 
dipenuhi perusahaan. Namun beberapa kilometer sebelum barak,  massa dihadang 
sejumlah karyawan perusahaan yang dikawal Brimob.

Dalam upaya menghadang dan menghalau massa, tembakan peringatan dilepaskan. 
Entah bagaimana salah satu peluru mengenai Solatiah.

Salah  seorang warga dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Perlawanan  
Rakyat Madina (LPRM) yang ikut dalam aksi, Muhammad Nuh mengatakan,  penembakan 
inilah yang memicu kemarahan warga. Akibatnya, terjadi aksi  perusakan 
fasilitas 
milik PT SMM. Warga membakar bangunan kantor, ruang  pertemuan serta sepuluh 
barak pekerja.

"Dari seluruh fasilitas PT  SMM, hanya bangunan mesjid yang tidak dirusak 
warga. 
Sementara kantor  dan barak ikut dibakar," kata Muhammad Nuh.

Sejauh ini dilaporkan  tidak ada korban jiwa karena aksi ini, sebab para 
penghuni barak sudah  melarikan diri begitu massa mendekat. Demikian juga 
anggota Brimob yang  semula melakukan penjagaan.

Aksi penolakan terhadap keberadaan PT  SMM sudah beberapa kali dilakukan warga. 
Hal ini merupakan buntut dari  kekecewaan warga akibat sumber mata air di Desa 
Godang tercemar oleh  eksploitasi penambangan. Sebelumnya, warga sempat 
melakukan pertemuan  dengan manajemen PT SMM, namun tidak mencapai kesepakatan.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/29/203732/1649621/10/warga-mandailing-natal-mengamuk-bakar-perusahaan-tambang?9911022

Kirim email ke