Bu Vita,

Menurut asas manfaat, saya termasuk yang tidak setuju jika diterapkan sangsi 
"dikeluarkan" terhadap anggota milis yang dirasa menyimpang atau nge'junk'. 
Menjadi tugas berat moderator untuk memonitor aktifitas dan memberi peringatan, 
akan tetapi apabila dijumpai adanya penyimpangan mungkin tindakan yang paling 
tepat adalah 'Auto Banned' tidak bisa memposting email tetapi tetap dapat 
menerima email.

Salam,
Danu Widhisaidji



--- On Tue, 6/28/11, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Junk mails
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 28, 2011, 9:36 AM



 
 
 
 



Sudah saatnya memang IAGI mempunyai Netiquette. Ini kompetensinya bos Rovicky 
Salam
YudieSent from my own
powered by ABCFrom:  Parvita Siregar <[email protected]>
Date: Tue, 28 Jun 2011 01:10:57 +0000To: 
[email protected]<[email protected]>ReplyTo:  <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Junk mails


Ada aturan ndak di IAGI net kalau nge-junk diberikan peringatan atau
 dikeluarkan dari milis? 
   

Parvita
 
   

   


From:
 [email protected] [mailto:[email protected]] 

Sent: Tuesday, June 28, 2011 6:46 AM

To: [email protected]

Subject: Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co 


   
Maaf Nuhan , yang tinggi besar pemain basket, Baiklah,,thank you for 
covering..anywhere you are. What ever it takes , I ll
 do...



I am the volunteer going to prison twice..so I can stop this fight..



Thank you all

Get up and stand up, get your right brother.



Many thanks 

Kind regard,

Dini 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...! 




From:
"Arya Nuhan" <[email protected]>
 


Date:
Mon, 27 Jun 2011 08:05:00 +0000 


To:
<[email protected]> 


ReplyTo:
<[email protected]>
 


Subject:
Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co 


   

Wah kok jadi Pak arya sih. Ini nuhan adik kelasmu di Bandung dulu..Lupa nih. 
Salam, Nuhan 




From:
[email protected]
 


Date:
Mon, 27 Jun 2011 07:17:08 +0000 


To:
<[email protected]> 


ReplyTo:
<[email protected]>
 


Subject:
Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co 


   

Apakah bisa menggunakan akses G to G, pemerintah ke pemerintah?



Bukankanh Oil dan Gas , menyangkust sistem Hankam Nas, bukankah banyak ahli 
bumi juga bagian dari HanKam Nas



Terimakasih Pak Arya atas informasinya.



Wassalam,

Dini 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...! 




From:
Arya Nuhan <[email protected]>
 


Date:
Mon, 27 Jun 2011 00:04:01 -0700 (PDT) 


To:
[email protected]<[email protected]> 


ReplyTo:
<[email protected]>
 


Subject:
Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co 


   



Berat juga kalau misal, Elnusa harus fight head
 to head dengan market leader di teknologi wireline yang hanya Anggaran 
Risetnya saja sudah sekitar 4-5 trilyun rupiah pertahun. Sementara Nilai 
Keseluruhan (Market Cap) Perusahaan Elnusa hari ini saja tidak sampai 2 trilyun 
rupiah.



Namun untuk mengejar-atau minimal mempersempit jarak- ketertinggalan kan tak 
musti meniti ulang jalan yang sama (sundanya: reinvent the wheel). Adalah 
prosedur yang biasa untuk beli teknologi dari perusahaan/negara lain, diaku 
milik sendiri, lalu dipreteli,
 diplototi, didesain ulang, dimanufaktur, diujicoba di pasar, diambil masukan 
dari pelanggan yang marah-marah, diperbaiki, dilempar lagi ke pasar, dst. Itu 
prosedur rekayasa terbalik, jurus yang biasa digunakan untuk mengejar 
ketertinggalan. Industri otomotif
 Jepang menerapkannya pada tahun 60-80an, sementara seluruh industri China dari 
80an hingga sekarang (banyak sekali buku tentang ini, rekomendasi saya: 
Miracle, Asian Quest for Wealth).



Untuk melakukan semua prosedur itu, kita tahu, perusahaan lokal harus memiliki 
pemasukan dan dengan dukungan kebijakan pemerintah. Teknologi yang bisa dibeli 
dari perusahaan/negara lain tidak mungkin yang paling mutakhir. Kalau di 
wireline nggak mungkinlah
 rumus campuran blue dye di lumpur pemboran yang dikombinasikan dengan 
pembacaan fluid analyzer di jual ke perusahaan lain, atau teknologi star imager 
dilepas saat2 ini. Sehingga teknologi yang dijual ke entitas lain selalu 
beberapa generasi di belakang.




Banyak kasus pemboran di Indonesia, dimana tak perlu selalu memakai tool yang 
top of the line. Lain halnya tentu pada kasus eksplorasi di daerah frontir. 
Mustinya BP Migas memfatwakan  penggunaan perusahaan jasa wireline lokal untuk 
afe2 pemboran development/infill
 well. Ngga usah ngomong inovasi  perusahaan lokal kalau pemasukan aja ngga 
punya.  Tentunya harus juga dibarengi dengan kontrol bahwa setelah sekian waktu 
bisa dibuktikan bahwa perusahaan lokal tersebut benar2 melakukan tahapan2 
inovasi yang nyata, hingga
 berangsur2 "local content" tool mereka jadi 100% made in Indonesia.



Contoh saja, perusahaan logging batubara Recsalog dari Bandung kini telah 
memanufaktur dan mengoperasikan lebih dari 50 downhole tool beserta operating 
system pendukungnya. Walaupun teknologinya masih jauh dari persyaratan di migas 
dan geothermal, ini bukti
 bahwa dalam kondisi yang kondusif, industri lokal berbasis teknologi bisa 
tumbuh.



Tapi memang selalu menarik untuk  mendengarkan presentasi teknologi hardware 
dan software terbaru sambil dijamu makan siang di hotel bintang lima. Kapan ada 
jadwal makan-makan lagi ya? 


  


Salam,

Arya Nuhan 







From:
 OK Taufik <[email protected]>

To: [email protected]

Sent: Monday, June 27, 2011 9:33 AM

Subject: Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co 

sama juga lah mas Shofi yg dilakukan Snopec IPM di
 ethiopia itu, semua wireline tool beli dari Halliburton, Mudlogging juga bekas 
ILO punya, unit-teknologi beli semua, hanya ada penambahan sedikit sana-sini yg 
tidak menambah keunggulan.



Jadi susah ya mau menilai wireline atau mudlogging China, dibandingkan wireline 
company lain..analoginya kira-kira lomba F1 dengan mesin Ferrari, yg satu Team 
Ferrari yg lainnya Torro roso.



Apakah Torro roso local content, tentu tidaklah..pabrikannya kan tetap ferrari 

2011/6/27 Shofiyuddin <[email protected]> 
Maaf, setahu saya tool yang dipakai adalah punya Schlumberger. kalo

benar, apa bisa disebut local content?



shofi



2011/6/27 Made Sulitra <[email protected]>: 


> Baguslah, moving forward as a Local Content!

>

> ----- Original Message -----

> From: ari nurcahyo

> To: [email protected]

> Sent: Sunday, June 26, 2011 12:39 PM

> Subject: Re: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co

> Pak Made,

>

> Elnusa Wireline Logging sampai saat ini masih ada dibeberapa lokasi antara

> lain di Pendopo, Rantau, Cirebon, Cepu mungkin juga di Tanjung dengan

> beberapa kontrak dengan Pertamina EP dan beberapa perusahaan minyak lain

> TAC/ UBEP.

> Sekedar informasi saja.

>

> Salam,

>

> Ari

>

>________________________________

> From: Made Sulitra <[email protected]>

> To: [email protected]

> Sent: Fri, June 24, 2011 8:01:12 AM

> Subject: [iagi-net-l] Lokal Wireline Nasional Co

>

> 

> Pak Arya,

> Mengenai Lokal Wireline National Co itu udah ada, salah satunya namanya

> ELNUSA Wirelina dimana dulu pernah mencuat, tapi setelah joint partner

> dengan External kok malah manurung, barangkali yang tahu Elnusa WL

> Services, bisa sharing komentar please!

>

> Yang perlu ditiru dari Chino WL adalah terobosannnya ("Simultaneous

> Breakthroughs") baik dari Incentive GOChina, Oiler Technokrat(with limit

> English) maupun $$$ Businessman sambut bergayung dalam kurun waktu kurang

> dari 10thn jatuh bangun, sedangkan kita udah mulai lebih dari 40thn yang

> lalu (Minas & Arun), emang perlu, BANGKITlah spt acara Metro TV.

>

>

> ----- Original Message -----

> From: Arya Nuhan

> To: [email protected]

> Sent: Thursday, June 23, 2011 11:38 PM

> Subject: Re: [iagi-net-l] Sharing pengalaman mengenai

> wirelinelogging/LWD/mudlogging company China

> Sorry Om Bow, jadi agak2 OOT.

>

> Diskusi ttg perusahaan WL Log services China ini membuat saya teringat nasib

> WL Log nasional, terutama yg bergerak di minyak, gas dan geothermal.

> Bagaimana nasib mereka? Siapa saja pemainnya sekarang? Bisa dishare

> pengalaman menggunakan jasa WL Lokal untuk oil/gas/gethermal?

>

> (Syukurlah) Hingga kini untuk batubara praktis logging services di kuasai

> oleh pemain lokal. Namun, nilai kontraknya kecil sekali dibandingkan di

> oil/gas/gthermal. Daily rate 2 hari untuk service setara PEX ekuivalen

> dengan rental sebulan jasa logging di pemboran batubara. Hingga agak sulit

> mengharapkan terobosan teknologi canggih dengan margin yg tipis itu.

> Walaupun mudah2an usaha mereka tetap dapat pahala.

>

> Kembali ke WL company China, pemerintah mereka sekitar 10 tahun lalu sempat

> berkelahi dengan WTO perihal proteksi WTO thd hak cipta teknologi utk

> perusahaan investor asing(baca:us & eur) di China. Singkat cerita, China

> akhirnya berhasil "memaksa" perusahaan yg investasi di sana utk membuka

> blueprint design mereka. Itu salah satu sebab dekade terakhir ini dipenuhi

> dengan perusahaan2 teknologi china yg mengandalkan teknologi "pampasan

> perang" yg sudah di reverse engineered. Tak lupa negara membuat aturan dan

> (ini yg terpenting) memastikan bahwa penyedia jasa nasional china harus

> selalu didahulukan.

>

> Kebijakan terakhir ttg penggunaan komponen dan jasa lokal tak asing di

> Indonesia, sudah digadang2 mungkin sejak zaman pangea belum berpisah. Namun

> tindak lanjutnya mana?

>

> Dimana peran regulator dalam rapat AFE pemboran misalnya,ketika melihat

> rencana pemboran development atau infill well (yg tentu diikuti logging dan

> perforasi) untuk target di section2 yg dangkal, reservoir klastik,

> sandstone, tebal lebih dari 10 ft, berdasarkan log density/porosity

> terdahulu cross overnya besar dan jelas betul, dengan oil/gas show yg

> kentara dari cutting dan mudlog. Dalam situasi demikian seharusnya regulator

> yg pro industri dalam negeri mempromosikan wl lokal.Tak apalah run triple

> combo, bisa diakali dengan tambah rathole 10-15 ft, atau bongkar pasang

> probe, lalu run 2 kali. Formation testernya masih ngga ada pompanya, cincay

> lah, kalau ngga tight2 bgt dari pressure gradien juga insyaAllah ketahuan

> mana yang hak serta yang mana yg air. Dengan demikian titik perforasi tetap

> bisa ditentukan. Geologist2 kita banyak yg handal.

>

> Tentu skenario di atas hanya berlaku untuk sumur hafalan di section yg

> jinak. Tapi mustinya masih banyak sumur/section klasifikasi demikian dalam

> rencana2 pemboran di Indonesia utk saat ini. Ini juga berarti seharusnya

> masih banyak porsi kue utk perusahaan logging lokal kita.

>

> Sorry lagi Om Bow jadi membajak topik.

>

> Habisan benci aku.

>

> Salam,

> Arya Nuhan

>

> Salam, Nuhan

>

>________________________________

> From: Bowo Pangarso <[email protected]>

> Date: Thu, 23 Jun 2011 10:36:58 +0700

> To: <[email protected]>

> ReplyTo: <[email protected]>

> Subject: Re: [iagi-net-l] Sharing pengalaman mengenai wireline

> logging/LWD/mudlogging company China

> Pak Made terimakasih atas sharingnya.

> Mungkin kalau tidak keberatan boleh disharing secara teknikal apakah mereka

> hanya provide tool standard seperti Triple Combo (GR-Res-ND) saja, atau

> mereka juga punya special tool lain? seperti misalnya NMR/CMR atau yang

> ekuivalen? MDT/RDT/RCI, dual packer capabilities? Image log? HPHT tools?

>

> Pengalaman mereka di onshore dan atau offshore bagaimana pak?

>

> dari sisi non teknikal, apakah support untuk post processing analysis, akses

> ke expert dari masing-masing log dan teknologi, tingkat safety standard

> mereka juga cukup tinggi?

>

> Maaf kalau jadi terlalu detail, lebih karena memang saya belum pernah

> berinteraksi dengan perusahaan logging asal China, sehingga hanya

> dengar-dengar saja, apalagi kelihatannya mereka baru lebih kurang 10 tahun

> beroperasi di Indonesia (CMIIW), seiring dengan masuknya perusahaan minyak

> asal China.

> Untuk kawan-kawan lain yang sudah kirim via Japri terimakasih....

>

> salam,

> Bowo

> 2011/6/22 Made Sulitra <[email protected]>

>>

>> All,

>> Dari segi non-technical (English) and price sangat competive.

>> Technically OK (meet our bussines requirement to flow the well) dan

>> sekarang Citic Seram Energy Ltd pake Chinese WL.

>>

>> ----- Original Message -----

>>

>> From: Bowo Pangarso

>> To: IAGI

>> Sent: Wednesday, June 22, 2011 1:56 PM

>> Subject: [iagi-net-l] Sharing pengalaman mengenai wireline

>> logging/LWD/mudlogging company China

>> Rekan-rekan IAGI yang budiman,

>> Kalau tidak keberatan saya mohon sharingnya dari rekan-rekan sekalian

>> mengenai pengalaman berinteraksi dengan perusahaan wireline logging/LWD

>> company China.

>> Untuk segala aspek baik teknikal, non teknikal, maupun harga. Salah satu

>> yang bisa saya dapatkan melalui browsing di internet adalah

>> http://www.cnlc.cn/cnlcWeb/Index.htm, saya pernah dengar juga ada Da Qing?

>>

>> Akan lebih baik kalau bisa japri saja, tapi saya mohon kalaupun melalui

>> jalur umum, opini yang keluar tidak mendiskreditkan satu perusahaan

>> tertentu.

>>

>> terimakasih,

>> Bowo

>>

>>________________________________

>>

>> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this

>> email.

>>

>>________________________________

>> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this

>> email.

>

>________________________________

>

> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

>

>________________________________

> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

>

> ________________________________

>

> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

>

>________________________________

> “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email. 




--------------------------------------------------------------------------------

PP-IAGI 2008-2011:

ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, 
[email protected]

sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, 
[email protected]

* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...

--------------------------------------------------------------------------------

Ayo siapkan diri....!!!!!

Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29

September 2011

-----------------------------------------------------------------------------

To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id

To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:

Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta

No. Rek: 123 0085005314

Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia

No. Rekening: 255-1088580

A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: 
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net Archive 2: 
http://groups.yahoo.com/group/iagi

---------------------------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages
 of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising 
out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing 
list.

--------------------------------------------------------------------- 









-- 

Sent from my Computer®

  

   




 

Kirim email ke