Tentang Uranium, kalau memang ada, ini baru benar-benar baru……..

 

Tahun lalu (Oct 2010) IAGI-MGEI pernah mengadakan Luncheon Talk dengan 
pembicara dari Batan (DR. Achmad Sarwiyana Sastratenaya), yang seingat saya 
tidak menyebut adanya indikasi adanya U di Peg Selatan Jawa. Sebelum LT tsb 
saya pernah ringkaskan informasi ttg U di milist IAGI dan MGEI (saya copykan di 
bawah ini – kalau2 ada yg ingin membacanya). Silakan ditambahi…..

 

==============================

From: S. (Daru) Prihatmoko [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 10, 2010 5:41 AM
To: '[email protected]'; '[email protected]'
Subject: Uranium

 

Rekan2,

 

Luncheon Talk ttg uranium akan diadakan 20 Okt nanti, dari baca sana baca sini, 
saya jadi ingin berbagi ttg model deposit uranium – sebagai pemanasan sebelum 
LT. 

 

Sampai kini, ada belasan model keterdapatan U  (Burrows, 2010 – meringkaskannya 
ada 13 tipe deposit) dimana sebagian sudah ditambang secara komersial (di luar 
Indonesia tentunya). Sebagian deposit tersebut bukan merupakan tambang/ 
prospeck “single commodity” U, tetapi yang lainnya merupakan gabungan dengan 
komoditi lainnya (seperti Olympic Dam di South Australia yang mengandung Cu, Au 
dan U….. walaupun U-nya belum diproduksi secara komersial). Kadar U dari 
berbagai tipe deposit tersebut bervariasi dari 0.03 sd 25.0%.

 

Dari kompilasi Burrows (2010), U yg terkandung dalam sedimentary phosporite 
(disebut sbg tipe Phosphorite) menyumbang jumlah sumberdaya global (tingkat 
dunia) terbanyak (6,5 juta ton U). Tetapi kadar U pada tipe deposit ini 
relative rendah yakni 50 – 500ppm. Seluruh tipe deposit ini dideliniasi dari 
cekungan tua (Phanerozoic) di USA, Maroko dan Yordania, walau sampai saat ini 
belum ada yg berproduksi.

 

Penyumbang terbesar kedua dari cadangan global adalah dari type deposit “black 
shale” yakni 4,4 juta ton dengan kadar rendah 50 – 400ppm (seperti halnya type 
phosphorite, belum ada produksi tercatat dari type deposit ini). Lagi-lagi 
deposit ini berasal dari cekungan sedimen tua berumur Cambrian (spt Alum 
Shale-Ranstad di Swedia). 

 

Terbesar ketiga adalah “Sandstone hosted” yakni sebesar 1,5 juta ton U. 
Menariknya, type deposit ini punya kisaran umur panjang dari Phanerozic sampai 
Tertiary. Kadar rata-rata adalah 50 – 500ppm, dan sampai 2007 sudah diproduksi 
sekitar 10,000 ton U yg merupakan 30% produksi dunia (dari Kazakhstan, 
Australia, Gabon, Nigeria dan Argentina). Uranium pada deposit ini diendapkan 
sbg uranitite atau coffinite, diendapkan dari air formasi (basinal brines) yang 
berinteraksi dengan reductant spt carbonaceous material, hydrocarbon dan 
mineral sulfida. Deposit ini umum terendapkan dalam bentuk (1) tabular sejajar 
dengan lapisan batupasir, (2) roll-front deposit membentuk tubuh deposit 
melengkung, atau (3) deposit pengisian sepanjang patahan/ struktur. Beberapa 
deposit baru tipe ini diketemukan di Kazakhstan pada sedimen (batupasir) 
Paleocene-Eocene (spt Inkai, Moinkum dll) yang berdampingan dengan cekungan 
minyak . Mungkinkah type spt ini ada di Indonesia?

 

Deposit dengan kadar relative tinggi adalah “unconformity related”, kadar 
rata-rata 1.0 – 25% U. Penyumbang sekitar 650,000 ton global resources. 
Beberapa penemuan baru di Kanada (Athabasca basin) dan Australia (Ranger basin) 
berasal dari type ini. Sekitar 20% produksi U dunia berasal dari tipe ini. Type 
ini diendapkan pada basin tua (basal zone) yang menumpang diatas basement 
(biasanya metamorphic) dengan kandungan U.   

 

Type deposit lain yang berhubungan dengan magmatisme adalah: 

 

a.     IOCG (Iron Oxide Copper Gold) – global resource sebesar 900,000 ton, 
dengan contoh Olympic Dam (Australia)

b.    Intrusive – pegmatite hosted – global resource sekitar 290,000 ton, 
contoh di Greenland, South Africa, dan penemuan baru di Rossing (Namibia).

c.     Volcanic – caldera associated – 210,000 ton, spt di Dornot (Mongolia), 
Xiangshan (China), McDermit (USA)

 

Bagaimana dengan Indonesia? Dari setting geologinya, type deposit yg 
berhubungan dengan magmatisme kemungkinan bisa terjadi, kecuali IOCG. Sejauh 
ini IOCG terjadi di lingkungan magmatisme alkaline tua (Proterozoic) – ini 
pernah didiskusikan di milis MGEI….. Juga kemungkinan deposit/ occurrence yang 
berhubungan dengan “intrusive – pegmatite”. ……. cut….

 

Salam - Daru

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, July 17, 2011 2:20 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?

 

Utk uranium, jangan2 cuma radioaktif yg umum terdapat di batulempung. Mungkin 
pak Daru bisa cerita lebih rinci, apakah kemungkinan batuan (beku?) yang 
mengandung emas tsb?

Salam dari mBogor,
Syaiful

Powered by Telkomsel BlackBerry®

  _____  

From: [email protected] 

Date: Sun, 17 Jul 2011 07:00:51 +0000

To: <[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?

 

Mas SP, saya sdh cek ke kawan Malang, pecinta alam yg melaporkan 7 bukit 
emas/uranium itu bukan AMC.

Saya sendiri 2 hr yg lalu sempat ditanya oleh yg disebut "otoritas" itu soal 
temuan uranium di Jawa Timur, tp saya jawab saja bhw kmungkinannya ada di 
sepanjang jalur selatan Pacitan sd Banyuwangi, tp sampai skrg blm pernah ada 
publikasi yg pasti menyebutkan secara kuantitatif keberadaan mineral radioaktif 
tsb di JaTim.

Saya sempat cek2 dg kawan2 IAGI Jatim juga (mas Pardan dkk yg notabene juga 
ESDMnya JaTim). Tp jawab mrk saa saja: blm pernah dengar ttg temuan tsb.

Rupanya berita itu sempat diekspos juga di TVOne 2 malam lalu. Makanya sedikit 
bikin geger "otoritas". Hehehehe..

Salam

ADB - sdg cruising Bojonegoro - Tuban

Powered by Telkomsel BlackBerry®

  _____  

From: "S. (Daru) Prihatmoko" <[email protected]> 

Date: Sun, 17 Jul 2011 06:38:24 +0000

To: Milist MGEI<[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Cc: IAGI-net<[email protected]>

Subject: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?

 

Mas Bambang dan para MGEI-er,

Info yg menarik terutama buat orang awam. Secara geologi jalur Pegunungan 
Selatan Jawa (juga Jawa Timur) sdh terbukti favorable utk mineralisasi logam. 
Bbrp perusahaan sejak tahun 70-an juga sdh mengeksplorasi jalur magmatic arc 
Oligo-Miocene tsb. Berbagai penemuan juga sdh dilaporkan spt di Bukit Tujuh, 
Banyuwangi - lihat web-nya Intrepid (yg sdh menjadi tujuan field trip MGEI 
selama 2 tahun belakangan ini), juga di Wonogiri (lihat web-nya Augur 
Resources) yg di awal tahun ini jadi obyek field trip mahasiswa Yogya pasca 
MGEI lecturing. 

Bbrp perusahaan dan instansi pemerintah juga sudah/ sdng melakukan eksplorasi 
di jalur selatan tsb (bbrp laporan bisa dicek di web). Jadi kalau ada indikasi 
emas di Malang selatan saya rasa tidak terlalu mengagetkan, krn itu memang 
jalurnya. Hanya seberapa besar dan apakah ekonomis utk diusahakan, itu yg 
memerlukan kajian lebih rinci. 

Kalau yg di Malang selatan ini diketemukannya oleh pecinta alam, apalagi ada 
wacana utk dibawa ke otoritas tertinggi negeri ini, bakalan menjadi seru 
nampaknya... :) 

Semoga saja pihak Antam (yg sdh dihubungi - menurut berita tsb), dpt memberikan 
penjelasan yg proporsional ke semua pihak terkait termasuk ke Presiden kalau 
memang mau ke sana.

Salam - Daru
Cak ADB: pecinta alam ini ada kaitannya dng AMC-kah?

----------------------------
7 Bukit Emas Dikabarkan Ditemukan di Malang

Minggu, 17 Juli 2011 - 00:01 wib


Ilustrasi (Foto: Ist) 
enlarge this image

MALANG - Sekelompok pecinta alam di Malang, Jawa Timur, mengklaim telah 
menemukan tujuh bukit yang mengandung emas dan uranium. Dari contoh yang 
dibawa, secara mikroskopik batuan tersebut memang mengandung emas dan uranium.

Jika terbukti temuannya mengandung emas dan uranium, kelompok pencinta alam ini 
akan menyerahkan pengelolaannya ke pemerintah agar hasilnya digunakan membayar 
utang negara.

Kisah penemuan bukit emas ini berawal ketika tim pecinta alam tersesat saat 
berburu babi hutan di kawasan hutan di Malang, yang masih dirahasiakan 
lokasinya. Indra Aswan dan rekan-rekannya kemudian menemukan perbukitan yang di 
dalamnya mengandung emas, uranium, serta bahan tambang lainnya.

Untuk menyakinkan temuannya, Indra lantas membawa contoh bebatuan yang 
ditemukannya ke ahli pertambangan di Jakarta. Dari penelitian yang dilakukan 
dengan mikroskop, dipastikan batu-batu ini memang mengandung emas, tembaga, 
perak, bahkan uranium.

Dikonfirmasi melalui telepon, advisor PT Aneka Tambang di Jakarta, Wirasari 
Agung, membenarkan bahwa batu-batu yang dibawa Indra ke kantornya secara 
mikroskopik mengandung emas dan uranium. Namun dirinya masih melalukan uji 
laboratorium lebih lanjut.

Menurut Indra, sedikitnya ada tujuh perbukitan seluas 25 kilometer persegi yang 
ditemukannya mengandung bahan-bahan tambang ini. Bila bukit emas yang 
ditemukannya positif mengandung emas, dirinya akan menyerahkan ke Presiden SBY. 
(Deny Irwansyah/RCTI) (ful)

=================
Sent via mobile phone.....
S. (Daru) Prihatmoko

  _____  

From: "Bambang Yuwono" <[email protected]> 

Sender: [email protected] 

Date: Sat, 16 Jul 2011 20:15:07 +0000

To: <[email protected]>

ReplyTo: [email protected] 

Subject: [economicgeology] Info 7 bukit ?

 

  

Selama pagi skali semuanya

Barangkali ada yg punya informasi tentang berita ini?

http://m.okezone.com/read/2011/07/16/340/480694/7-bukit-emas-dikabarkan-ditemukan-di-malang

Terima kasih dan salam.

Bambang Y

Bambang Yuwono || Indonesia ~ +6281917095728 || Skype - bamyuo

__._,_.___

Kirim email ke