Pak Kartiko,
Keterdapatan mineralisasi logam yg diidentifikasi lebih banyak di jalur
magmatic Oligo-Miocene di selatan Jawa dibanding jalur magmatic Kuarter di
bagian tengah Jawa lebih disebabkan oleh level erosinya. Sebagai jalur
magmatik yg lebih tua, jalur selatan ini telah lebih tererosi shg batuan
intrusive-nya telah banyak tersingkap. Sebagai acuan umum, mineralisasi type
porphyry yg terbentuk di bagian atas suatu tubuh intrusi terbentuk paling
tidak kedalaman>1km, sedangkan tipe HS epithermal bisa saja terbentuk di
kedalaman lebih dangkal>500m (?), sedangkan LS epithermal terbentuk di
level level lebih dangkal lagi pada dari level permukaan sampai 200-300m
dibawah permukaan. Catatan: ada bbrp pengecualian yg telah diidentifikasi
ttg kedalaman pembentukan mineralisasi ini.
Sementara di jalur magmatic tengah (Kuarter), tipe mineralisasi yg mungkin
tersingkap tentunya yg level-level dangkal: LS epithermal, bahkan mungkin
saja saat ini proses mineralisasi-nya masih terjadi di lapangan2 geothermal
yg ada.
Benar sekali dugaan anda, bahwa komposisi larutan hydrothermal juga sangat
mempengaruhi terbentuk atau tidaknya suatu mineralisasi. Tidak semua intrusi
akan membentuk mineralisasi porphyry, tidak semua lapangan geothermal akan
membentuk mineralisasi LS epithermal. Faktor lain yang penting adalah
struktur geologi yg akan menjadi "trap" yang bagus untuk diendapkannya dan
sbg tempat berkumpulnya emas dan logam dasar.
Ketiga tipe mineralisasi tsb bisa terjadi pada ruang yg berdekatan tapi pada
waktu yang berbeda tentunya, tapi bisa juga (biasanya lebih banyak terjadi
yg demikian) terjadi secara tepisah. HS epithermal akan lebih banyak
berhubungan dengan "porphyry" sedangkan LS epithermal biasanya lebih
independen, karenan keterlibatan air meteoric disinyalir lebih banyak pada
LS epitethermal (dekat permukaan) disbanding dua type lainnya.
Monggo teman-teman lain yg banyak berkecimpung di per-mineralan untuk
menambahkannya.
Semangat pagi,
Daru
(sedang "jalan-jalan" di Peg Selatan)
From: kartiko samodro [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, July 20, 2011 8:12 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?
Pak Daru
Kalau melihat pergerakan gunung api pulau jawa , jalur pegunungan dari
oligo miocene sampai sekarang hanya bergerak sedikit ke arah utara...
Apa yang menyebabkan jalur gunung api oligo miocene lebih favorable untuk
ditemukan adanya emas dsb dibandingkan jalur gunung api yang sekarang ?
apakah kandungan kimia magmanya, apakah karena umurnya yang lebih tua
sehingga proses pembentukan / pengumpulan emasnya lebih matang dan banyak ?
atau ada hal lainnya ?
lalu untuk type low sulfidation system yang berhubungan dengan geothermal
system, apakah di jalur pegunungan yang muda tdk akan ditemukan emas atau
memang karena umurnya yang muda maka akumulasi emasnya belum mengalami
proses yang cukup untuk terbentuk ?
Apakah emas low sulfidation system harus selalu berasosiasi dengan emas high
sulfidation system, atau apakah bisa ditemukan emas low sulfdation system
tanpa ditemukan adanya emas high sulfidation system ?
Terima kasih untuk infonya....
2011/7/20 S. (Daru) Prihatmoko<[email protected]>
Pak Sugeng yang baik...juga pak Kartiko.
Menambahi apa yg sudah diterangkan oleh Wulan.. Benar sekali bahwa di
Banyuwangi selatan sedang dikerjakan eksplorasi emas dan tembaga di Tumpang
Pitu (Tujuh Bukit) - kalau tidak salah Tumpang adalah bahasa setempat untuk
Bukit. Informasi teknis rinci ttg hasil eksplorasi secara rutin
dipublikasikan oleh perusahaan yg melakukan eksplorasi yaitu Intrepid Mines
yg berkerja sama dengan mitra Indonesia-nya (silakan di gugel saja).
Kebetulan sekali "penemuan emas dan uranium" di Malang selatan diberitakan
juga di 7 (tujuh) Bukit. Apakah ini kebetulan atau di-pas-paskan.saya tidak
tahu. Tetapi beberapa tahun lalu saya pernah "jalan-jalan" bersama
kawan-kawan Arema ke Malang selatan, rasanya tidak ada daerah yang namanya
Tujuh Bukit...
Kembali ke Pegunungan Selatan (khsususnya Jawa Timur), keterdapatan emas dan
logam lainnya di jalur magmatic Oligo-Miocene ini sependek pengetahuan saya
adalah berupa mineralisasi primer, bukan placer. Seperti Wulan bilang, ada
beberapa type mineralisasi yg telah diidentifikasi di jalur ini dari tipe
porphyry, low sulfidation (LS) epithermal dan juga high sulfidation (HS)
epithermal. Ketiga tipe mineraliasi tsb semua berkaitan dengan aktifitas
hydrothermal gunung api purba kecuali untuk LS epithermal yang bisa saja
tidak berhubungan secara langsung. Kursus/workshop ttg Gold Deposits
(Models) ini sudah dilakukan 2 x oleh MGEI-IAGI di 2009 dan 2010, dan
pesertanya melimpah shg saya yakin banyak kawan-kawan di milist ini telah
paham ttg ini.
Sebagai catatan saja, mineralisasi2 yg diidentifikasi di Peg Selatan Jawa
Timur tersebut sampai saat ini belum ada yg dikategorikan ekonomis untuk
ditambang.
Salam - Daru
From: kartiko samodro [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, July 19, 2011 3:23 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?
wah menarik nih kayak indonesia jones...
Mungkin teman teman yang bergerak di eksplorasi emas (bukan yang investasi
di emas lho..he..he) bisa sharing bagaimana assosiasi antara endapan emas
dengan gunung api ? Pada kondisi seperti apa emas bisa kita ditemukan di
sekitar gunung api ?
Terima kasih sebelumnya
2011/7/19 Sugeng Hartono<[email protected]>
Pak Daru Yth,
Rupanya berita terdapatnya emas di Jatim bagian selatan benar adanya.
Setahun yll bbrp anak muda dari daerah saya (Solo dan Wonogiri) berangkat ke
Kec.Pecanggaran, Banyuwangi untuk mengadu nasib mencari emas. Lokasinya di
sekitar gunung Tumpang Pitu (wah, namanya kok bagus, angka pitu atau tujuh
atinya pitu-lungan untuk mendapatkan rezeki dari emas) tidak jauh dari
pantai selatan. Kata mereka lokasi ini merupakan lahan Perhutani, dan ada
penjaganya. Di sana sudah ada penambang, konon perusahaan dari Australia.
Selain emas, penduduk setempat percaya bahwa di sini terdapat uranium juga.
Anak-2 muda yang nekat ini sempat sampai dua minggu hidup di kawasan
perbukitan untuk menggali dan mengambil contoh sample, dan mereka pada
berhasil.
Belakangan ini mereka "berburu" di daerah Wonogiri bagian utara, mungkin
termasuk Kec.Selogiri. Tentu saja mereka ini tetap harus berbaik hati dengan
penduduk setempat.
Yang ingin saya tanyakan adalah bahwa emas di daerah ini (Jawa Selatan)
merupakan mineralisasi logam atau endapan (placer deposit).
Saya juga menunggu kelanjutan cerita ditemukannya emas di sini.
Salam,
Sugeng
-----Original Message-----
From: S. (Daru) Prihatmoko [mailto:[email protected]]
Sent: Sun 7/17/2011 1:38 PM
To: Milist MGEI
Cc: IAGI-net
Subject: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?
Mas Bambang dan para MGEI-er,
Info yg menarik terutama buat orang awam. Secara geologi jalur Pegunungan
Selatan Jawa (juga Jawa Timur) sdh terbukti favorable utk mineralisasi
logam. Bbrp perusahaan sejak tahun 70-an juga sdh mengeksplorasi jalur
magmatic arc Oligo-Miocene tsb. Berbagai penemuan juga sdh dilaporkan spt di
Bukit Tujuh, Banyuwangi - lihat web-nya Intrepid (yg sdh menjadi tujuan
field trip MGEI selama 2 tahun belakangan ini), juga di Wonogiri (lihat
web-nya Augur Resources) yg di awal tahun ini jadi obyek field trip
mahasiswa Yogya pasca MGEI lecturing.
Bbrp perusahaan dan instansi pemerintah juga sudah/ sdng melakukan
eksplorasi di jalur selatan tsb (bbrp laporan bisa dicek di web). Jadi kalau
ada indikasi emas di Malang selatan saya rasa tidak terlalu mengagetkan, krn
itu memang jalurnya. Hanya seberapa besar dan apakah ekonomis utk
diusahakan, itu yg memerlukan kajian lebih rinci.
Kalau yg di Malang selatan ini diketemukannya oleh pecinta alam, apalagi ada
wacana utk dibawa ke otoritas tertinggi negeri ini, bakalan menjadi seru
nampaknya... :)
Semoga saja pihak Antam (yg sdh dihubungi - menurut berita tsb), dpt
memberikan penjelasan yg proporsional ke semua pihak terkait termasuk ke
Presiden kalau memang mau ke sana.
Salam - Daru
Cak ADB: pecinta alam ini ada kaitannya dng AMC-kah?
----------------------------
7 Bukit Emas Dikabarkan Ditemukan di Malang
Minggu, 17 Juli 2011 - 00:01 wib
?
Ilustrasi (Foto: Ist)
enlarge this image
MALANG - Sekelompok pecinta alam di Malang, Jawa Timur, mengklaim telah
menemukan tujuh bukit yang mengandung emas dan uranium. Dari contoh yang
dibawa, secara mikroskopik batuan tersebut memang mengandung emas dan
uranium.
Jika terbukti temuannya mengandung emas dan uranium, kelompok pencinta alam
ini akan menyerahkan pengelolaannya ke pemerintah agar hasilnya digunakan
membayar utang negara.
Kisah penemuan bukit emas ini berawal ketika tim pecinta alam tersesat saat
berburu babi hutan di kawasan hutan di Malang, yang masih dirahasiakan
lokasinya. Indra Aswan dan rekan-rekannya kemudian menemukan perbukitan yang
di dalamnya mengandung emas, uranium, serta bahan tambang lainnya.
Untuk menyakinkan temuannya, Indra lantas membawa contoh bebatuan yang
ditemukannya ke ahli pertambangan di Jakarta. Dari penelitian yang dilakukan
dengan mikroskop, dipastikan batu-batu ini memang mengandung emas, tembaga,
perak, bahkan uranium.
Dikonfirmasi melalui telepon, advisor PT Aneka Tambang di Jakarta, Wirasari
Agung, membenarkan bahwa batu-batu yang dibawa Indra ke kantornya secara
mikroskopik mengandung emas dan uranium. Namun dirinya masih melalukan uji
laboratorium lebih lanjut.
Menurut Indra, sedikitnya ada tujuh perbukitan seluas 25 kilometer persegi
yang ditemukannya mengandung bahan-bahan tambang ini. Bila bukit emas yang
ditemukannya positif mengandung emas, dirinya akan menyerahkan ke Presiden
SBY. (Deny Irwansyah/RCTI) (ful)
=================
Sent via mobile phone.....
S. (Daru) Prihatmoko