Mineralisasi di selatan pulau Sumatra dan Jawa yang menerus ke Sumbawa 
merupakan bagian dari Busur Sunda banda ( 1 dari 6 atau & bususr di kepulaun 
Indonesia).
Kalau tidak salah, Carlile dan Mitchell ( lupa tahun berapa) menulis dalam 
artikelnya bahwa Busur Sunda Banda mempunyai potensi 20 % dari total potensi 
endapan mineral yang diidentifikasi di Indonesia.

Saya agak lupa pastinya, karena harus buka artikelnya lagi, Carlile dan 
Mitchell mengatakan bahwa ada perubahan tipe Busur ini dimana di Sumatra dan 
Jawa merupakan Tepi benua aktif yang kerangsur-angsur berubah menjadi Busur 
kepulauan di banyuwangi ke arah Sumbawa sana. Diyakini bahwa perbedaan ini juga 
mempengaruhi keterdapatan tipe depositnya dimana tipe Porphyry lebih jarang 
ditemui di Sumatra dan Jawa.

Salam hangat
Andreas Yudha
-Jika rasio sukses adalah 10%, maka kita harus berusaha 1000% supaya sukses-


From: julianus ginting [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, July 21, 2011 3:23 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?

Dear Pak,
Saya dalam hal ini mungkin masih tergolong newbie. Tetapi saya setuju dengan 
Pak Daru bahwa pembentukan HS Epitermal berhubungan dengan "phorphyry" yang 
membedakannya dengan LS epitermal salah satunya adalah leveling keterdapatannya.
apakah di jalur pegunungan yang muda tdk akan ditemukan emas? menurut saya 
pembentukan emas pada umumnya akan selalu berkaitan dengan komposisi larutan 
hydrothermal tsb. memang benar bahwa tidak semua intrusi menyebabkan tipikal 
phorphyry atau geothermal akan menimbulkan LS epitermal, sangat perlu diketahui 
bahwa proses pembentukan mineralisasi selalu dibatasi oleh 3 hal penting, yakni 
adanya source (bisa merupakan larutan hydrothemal), kedudukan (atau bisa 
disebut batuan samping), dan ruang (trap, yang dalam hal ini disediakan oleh 
struktur geologi). Jadi dalam eksplorasi yang dilakukan seorang explorationist 
seyogyianya mengetahui ketiga hal tersebut, sehingga pola pikir dalam mencari 
zonasi mineralisasi di lapangan bisa dikembangkan dan pada akhirnya kita 
mengetahui zona mineralisasi yang kita temukan itu apakah phorphyry ataupun 
epitermal.
Demikian tambahan saya pak, lebih kurangnya mohon dimaafkan karena sayapun 
masih tergolong newbi, kepada para senior mineral khususnya gold explorationist 
mohon pencerahannya. Terimakasih.


Salam,

Julianus Ginting
http://julianusginting.wordpress.com
(newbies gold explorationist)

2011/7/21 S. (Daru) Prihatmoko <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Pak Kartiko,

Keterdapatan mineralisasi logam yg diidentifikasi lebih banyak di jalur 
magmatic Oligo-Miocene di selatan Jawa dibanding  jalur magmatic Kuarter di 
bagian tengah Jawa lebih disebabkan oleh level erosinya. Sebagai jalur magmatik 
yg lebih tua, jalur selatan ini telah lebih tererosi shg batuan intrusive-nya 
telah banyak tersingkap. Sebagai acuan umum, mineralisasi type porphyry yg 
terbentuk di bagian atas suatu tubuh intrusi terbentuk paling tidak kedalaman 
>1km, sedangkan tipe HS epithermal bisa saja terbentuk di kedalaman lebih 
dangkal >500m (?), sedangkan LS epithermal terbentuk di level level lebih 
dangkal lagi pada dari level permukaan sampai 200-300m dibawah permukaan. 
Catatan: ada bbrp pengecualian yg telah diidentifikasi ttg kedalaman 
pembentukan mineralisasi ini.

Sementara di jalur magmatic tengah (Kuarter), tipe mineralisasi yg mungkin 
tersingkap tentunya yg level-level dangkal: LS epithermal, bahkan mungkin saja 
saat ini proses mineralisasi-nya masih terjadi di lapangan2 geothermal yg ada.

Benar sekali dugaan anda, bahwa komposisi larutan hydrothermal juga sangat 
mempengaruhi terbentuk atau tidaknya suatu mineralisasi. Tidak semua intrusi 
akan membentuk mineralisasi porphyry, tidak semua lapangan geothermal akan 
membentuk mineralisasi LS epithermal. Faktor lain yang penting adalah struktur 
geologi yg akan menjadi "trap" yang bagus untuk diendapkannya dan sbg tempat 
berkumpulnya emas dan logam dasar.

Ketiga tipe mineralisasi tsb bisa terjadi pada ruang yg berdekatan tapi pada 
waktu yang berbeda tentunya, tapi bisa juga (biasanya lebih banyak terjadi yg 
demikian) terjadi secara tepisah. HS epithermal akan lebih banyak berhubungan 
dengan "porphyry" sedangkan LS epithermal biasanya lebih independen, karenan 
keterlibatan air meteoric disinyalir lebih banyak pada LS epitethermal (dekat 
permukaan) disbanding dua type lainnya.

Monggo teman-teman lain yg banyak berkecimpung di per-mineralan untuk 
menambahkannya.

Semangat pagi,
Daru
(sedang "jalan-jalan" di Peg Selatan)

From: kartiko samodro 
[mailto:[email protected]<mailto:[email protected]>]
Sent: Wednesday, July 20, 2011 8:12 AM
To: [email protected]<mailto:[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?

Pak Daru

Kalau melihat pergerakan gunung api pulau jawa  , jalur pegunungan dari oligo 
miocene sampai sekarang hanya bergerak sedikit ke arah utara...
Apa yang menyebabkan jalur gunung api oligo miocene lebih favorable untuk 
ditemukan adanya emas dsb dibandingkan jalur gunung api yang sekarang ? apakah 
kandungan kimia magmanya, apakah karena umurnya yang lebih tua  sehingga proses 
pembentukan / pengumpulan emasnya lebih matang dan banyak ? atau ada hal 
lainnya ?

lalu untuk type  low sulfidation system yang berhubungan dengan geothermal 
system, apakah di jalur pegunungan yang muda tdk akan ditemukan emas atau 
memang karena umurnya yang muda maka akumulasi emasnya belum mengalami proses 
yang cukup untuk terbentuk ?
Apakah emas low sulfidation system harus selalu berasosiasi dengan emas high 
sulfidation system, atau apakah bisa ditemukan emas low sulfdation system tanpa 
ditemukan adanya emas high sulfidation system ?

Terima kasih untuk infonya....
2011/7/20 S. (Daru) Prihatmoko <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Pak Sugeng yang baik.....juga pak Kartiko...

Menambahi apa yg sudah diterangkan oleh Wulan.... Benar sekali bahwa di 
Banyuwangi selatan sedang dikerjakan eksplorasi emas dan tembaga di Tumpang 
Pitu (Tujuh Bukit) - kalau tidak salah Tumpang adalah bahasa setempat untuk 
Bukit. Informasi teknis rinci ttg hasil eksplorasi secara rutin dipublikasikan 
oleh perusahaan yg melakukan eksplorasi yaitu Intrepid Mines yg berkerja sama 
dengan mitra Indonesia-nya (silakan di gugel saja). Kebetulan sekali "penemuan 
emas dan uranium" di Malang selatan diberitakan juga di 7 (tujuh) Bukit. Apakah 
ini kebetulan atau di-pas-paskan...saya tidak tahu. Tetapi beberapa tahun lalu 
saya pernah "jalan-jalan" bersama kawan-kawan Arema ke Malang selatan, rasanya 
tidak ada daerah yang namanya Tujuh Bukit.....

Kembali ke Pegunungan Selatan (khsususnya Jawa Timur), keterdapatan emas dan 
logam lainnya di jalur magmatic Oligo-Miocene ini sependek pengetahuan saya 
adalah berupa mineralisasi primer, bukan placer. Seperti Wulan bilang, ada 
beberapa type mineralisasi yg telah diidentifikasi di jalur ini dari tipe 
porphyry, low sulfidation (LS) epithermal dan juga high sulfidation (HS) 
epithermal. Ketiga tipe mineraliasi tsb semua berkaitan dengan aktifitas 
hydrothermal gunung api purba kecuali untuk LS epithermal yang bisa saja tidak 
berhubungan secara langsung. Kursus/workshop ttg Gold Deposits (Models) ini 
sudah dilakukan 2 x oleh MGEI-IAGI di 2009 dan 2010, dan pesertanya melimpah 
shg saya yakin banyak kawan-kawan di milist ini telah paham ttg ini.

Sebagai catatan saja, mineralisasi2 yg diidentifikasi di Peg Selatan Jawa Timur 
tersebut sampai saat ini belum ada yg dikategorikan ekonomis untuk ditambang.

Salam - Daru

From: kartiko samodro 
[mailto:[email protected]<mailto:[email protected]>]
Sent: Tuesday, July 19, 2011 3:23 PM

To: [email protected]<mailto:[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?

wah menarik nih kayak indonesia jones...

Mungkin teman teman yang bergerak di  eksplorasi emas (bukan yang investasi di 
emas lho..he..he) bisa sharing bagaimana assosiasi antara endapan emas dengan 
gunung api ? Pada kondisi seperti apa emas bisa kita ditemukan di sekitar 
gunung api ?

Terima kasih sebelumnya
2011/7/19 Sugeng Hartono 
<[email protected]<mailto:[email protected]>>


Pak Daru Yth,

Rupanya berita terdapatnya emas di Jatim bagian selatan benar adanya. Setahun 
yll bbrp anak muda dari daerah saya (Solo dan Wonogiri) berangkat ke 
Kec.Pecanggaran, Banyuwangi untuk mengadu nasib mencari emas. Lokasinya di 
sekitar gunung Tumpang Pitu (wah, namanya kok bagus, angka pitu atau tujuh 
atinya pitu-lungan untuk mendapatkan rezeki dari emas) tidak jauh dari pantai 
selatan. Kata mereka lokasi ini merupakan lahan Perhutani, dan ada penjaganya. 
Di sana sudah ada penambang, konon perusahaan dari Australia. Selain emas, 
penduduk setempat percaya bahwa di sini terdapat uranium juga. Anak-2 muda yang 
nekat ini sempat sampai dua minggu hidup di kawasan perbukitan untuk menggali 
dan mengambil contoh sample, dan mereka pada berhasil.

Belakangan ini mereka "berburu" di daerah Wonogiri bagian utara, mungkin 
termasuk Kec.Selogiri. Tentu saja mereka ini tetap harus berbaik hati dengan 
penduduk setempat.
Yang ingin saya tanyakan adalah bahwa emas di daerah ini (Jawa Selatan) 
merupakan mineralisasi logam atau endapan (placer deposit).
Saya juga menunggu kelanjutan cerita ditemukannya emas di sini.

Salam,
Sugeng


-----Original Message-----
From: S. (Daru) Prihatmoko [mailto:[email protected]]
Sent: Sun 7/17/2011 1:38 PM
To: Milist MGEI
Cc: IAGI-net
Subject: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Info 7 bukit ?
Mas Bambang dan para MGEI-er,

Info yg menarik terutama buat orang awam. Secara geologi jalur Pegunungan 
Selatan Jawa (juga Jawa Timur) sdh terbukti favorable utk mineralisasi logam. 
Bbrp perusahaan sejak tahun 70-an juga sdh mengeksplorasi jalur magmatic arc 
Oligo-Miocene tsb. Berbagai penemuan juga sdh dilaporkan spt di Bukit Tujuh, 
Banyuwangi - lihat web-nya Intrepid (yg sdh menjadi tujuan field trip MGEI 
selama 2 tahun belakangan ini), juga di Wonogiri (lihat web-nya Augur 
Resources) yg di awal tahun ini jadi obyek field trip mahasiswa Yogya pasca 
MGEI lecturing.

Bbrp perusahaan dan instansi pemerintah juga sudah/ sdng melakukan eksplorasi 
di jalur selatan tsb (bbrp laporan bisa dicek di web). Jadi kalau ada indikasi 
emas di Malang selatan saya rasa tidak terlalu mengagetkan, krn itu memang 
jalurnya. Hanya seberapa besar dan apakah ekonomis utk diusahakan, itu yg 
memerlukan kajian lebih rinci.

Kalau yg di Malang selatan ini diketemukannya oleh pecinta alam, apalagi ada 
wacana utk dibawa ke otoritas tertinggi negeri ini, bakalan menjadi seru 
nampaknya... :)

Semoga saja pihak Antam (yg sdh dihubungi - menurut berita tsb), dpt memberikan 
penjelasan yg proporsional ke semua pihak terkait termasuk ke Presiden kalau 
memang mau ke sana.

Salam - Daru
Cak ADB: pecinta alam ini ada kaitannya dng AMC-kah?

----------------------------
7 Bukit Emas Dikabarkan Ditemukan di Malang

Minggu, 17 Juli 2011 - 00:01 wib

?
Ilustrasi (Foto: Ist)
enlarge this image

MALANG - Sekelompok pecinta alam di Malang, Jawa Timur, mengklaim telah 
menemukan tujuh bukit yang mengandung emas dan uranium. Dari contoh yang 
dibawa, secara mikroskopik batuan tersebut memang mengandung emas dan uranium.

Jika terbukti temuannya mengandung emas dan uranium, kelompok pencinta alam ini 
akan menyerahkan pengelolaannya ke pemerintah agar hasilnya digunakan membayar 
utang negara.

Kisah penemuan bukit emas ini berawal ketika tim pecinta alam tersesat saat 
berburu babi hutan di kawasan hutan di Malang, yang masih dirahasiakan 
lokasinya. Indra Aswan dan rekan-rekannya kemudian menemukan perbukitan yang di 
dalamnya mengandung emas, uranium, serta bahan tambang lainnya.

Untuk menyakinkan temuannya, Indra lantas membawa contoh bebatuan yang 
ditemukannya ke ahli pertambangan di Jakarta. Dari penelitian yang dilakukan 
dengan mikroskop, dipastikan batu-batu ini memang mengandung emas, tembaga, 
perak, bahkan uranium.

Dikonfirmasi melalui telepon, advisor PT Aneka Tambang di Jakarta, Wirasari 
Agung, membenarkan bahwa batu-batu yang dibawa Indra ke kantornya secara 
mikroskopik mengandung emas dan uranium. Namun dirinya masih melalukan uji 
laboratorium lebih lanjut.

Menurut Indra, sedikitnya ada tujuh perbukitan seluas 25 kilometer persegi yang 
ditemukannya mengandung bahan-bahan tambang ini. Bila bukit emas yang 
ditemukannya positif mengandung emas, dirinya akan menyerahkan ke Presiden SBY. 
(Deny Irwansyah/RCTI) (ful)

=================
Sent via mobile phone.....
S. (Daru) Prihatmoko




--


julianusginting

Kirim email ke