Empat Kawasan Diusulkan Jadi "Geopark" Jakarta, Kompas - Empat kawasan yang dinilai memiliki kekayaan geologi diusulkan dikelola menjadi kawasan geopark sesuai standar Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (Unesco). Kawasan itu adalah Gunung Rinjani (Lombok), Gunung Batur (Bali), karst Pacitan (Jawa Timur), dan situs geologi Batang Merangin (Jambi).
Cara ini untuk melindungi warisan kekayaan geologi di Indonesia. Banyak situs geologi terancam rusak oleh kepentingan ekonomi sesaat. Menurut Oki Oktariyadi, ahli geologi lingkungan di Kantor Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa (2/8), kawasan geologi perlu dilindungi karena berperan penting bagi kegiatan penelitian, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. ”Dari situs-situs geologi kita bisa belajar tentang ilmu kebumian, seperti sejarah terbentuknya suatu tempat, kaitan alam dan lingkungan terhadap masyarakat sekitar,” kata Oki. Data Kantor Badan Geologi menunjukkan, ada 183 kawasan yang layak dilindungi di Indonesia. Hal serupa dikemukakan Wahyu Saptomo, peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional yang banyak meneliti goa-goa prasejarah. Ia mencontohkan, banyak temuan prasejarah di perbukitan karst, seperti di Desa Padang Bindu, Sumatera Selatan. Selain temuan manusia purba berusia 10.000 tahun, di salah satu goa di Padang Bindu, yaitu Goa Harimau, ditemukan lukisan goa yang selama ini tak ditemukan di Sumatera. *Dikembalikan* Empat kawasan geologi itu sudah diajukan ke Unesco sejak 2010, tetapi dikembalikan untuk diperbaiki dokumennya. Apabila disetujui Unesco, keempat kawasan geologi ini akan menjadi kawasan geopark pertama di Indonesia. Menurut Oki, di Indonesia sudah ada beberapa kawasan geologi yang dilindungi, seperti di Karangsambung, Jawa Tengah. Namun, pengelolaannya masih sebagai geowisata, belum sesuai standar Unesco. Keempat kawasan geologi itu memiliki keunikan. Situs Batang Merangin, terutama di sekitar aliran Sungai Merangin dan Sungai Mengkareng, memiliki banyak fosil flora fauna Jambi yang berumur 250-300 juta tahun. Keberadaannya terancam karena terdesak pengalihfungsian lahan. Kawasan perbukitan karst di Pacitan memiliki banyak goa yang indah dengan stalakmit dan stalaktit menjulang tinggi. Beberapa goa panjangnya melebihi 10 kilometer. Dari pengamatan Kompas beberapa waktu lalu, goa-goa di Pacitan mulai rusak akibat pengelolaan pariwisata yang buruk. Goa Gong yang paling luas, misalnya, sudah mengering dan keropos karena stalaktit dan stalakmitnya sering dijamah pengunjung. Tidak adanya pembatasan jumlah pengunjung yang masuk ke goa membuat suhu udara dalam goa jadi panas dan mempercepat kerusakan goa. Gunung Batur memiliki keistimewaan adanya kalderada yang muncul dalam kaldera yang ada. Adapun Gunung Rinjani memiliki kaldera berbentuk bulan sabit dan di tengah kaldera muncul gunung api baru, yaitu Gunung Barujari. Jika menjadi kawasan geopark, pengunjung akan mendapatkan edukasi tentang proses terbentuknya fenomena geologi, seperti bentang alam, singkapan batuan, kaitan dengan keanekaragaman biologi dan budaya. (IND) Kawasan geologi perlu dilindungi karena penting bagi penelitian, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. http://cetak.kompas.com/read/2011/08/03/04062032/empat.kawasan.diusulkan.jadi.geopark

