Mas Miko, 

Dari jauh saya selalu mengikuti berita-berita tentang kegiatan geologiwan di 
Indonesia. Ijinkan saya ikut-ikutan ngomong tentang kegiatan-kegiatan geologis 
lainnya di A.S. sebagai gambaran yang saya lihat dan alami selama mencari hidup 
di negerinya Oom Sam.

Semula apa yang selalu anda tekuni yalah batu-mulia yang di A.S. merupakan 
salah 
satu sumber mencari nafkah; bahkan di banyak tempat (a.l. kecamatan dimana saya 
tinggal) mempunyai perhimpunan batu mulia dan mineralogi yang dikelola oleh 
orang-orang "awam".

Anda juga menekuni bahan-bahan galian (perlite) kecuali endapan logam yang 
ditangani oleh perusahaan-perusahaan tambang yang besar!. Yang dikatakan 
oleh rekan Daru Prihatmoko adalah tepat. Saya kira bahan-bahan galian industri 
mineral merupakan suatu target yang dapat dikerjakan dalam sekala kecil. 
Barangkali saja mineral industri dapat menjadi bahan diskusi tambahan di IAGI 
net.  Di A.S. ada suatu perhimpunan yang bersangkutan dengan mineral industri:

www.ima-na.org

Situs ini dikelola oleh Industrial Mineral Association North America


Pengalaman saya pribadi "nyasar" dari dunia pertambangan kedunia geologi minyak 
(walau pengetahuan induk formal saya adalah mineralogi lempung) dan macam-macam 
kegiatan lainnya. Saat ini mengerjakan konsultansi paruh-waktu menangani 
masalah 
lingkungan (pencemaran air tanah dan tanah) dan permodelan komputer tentang 
transport dan nasib pencemar dalam air tanah dan kaitannya dengan kesehatan 
manusia. 


Ini saya tulis bukan untuk menonjolkan diri, melainkan hanyalah merupakan suatu 
harapan bahwa rekan-rekan geologiwan di Indonesia bersedia melintas batas 
pendidikan formal menjangkau bidang-bidang lainnya (anda sendiri dari geologi 
minyak sekarang jadi dedengkot batu mulia! Ta' iya!). 


Saat ini yang sedang naik daun yalah bidang yang disebut "geologi kedokteran" 
("medical geology"); pusat kegiatannya di Swedia dengan cabang-cabang di 
Jepang, 
China, Uruguay, A.S. Saya juga ikut-ikutan di bidang ini. Karena sang isteri 
bekerja di Pusat Pengontrolan dan Pencegahan Penyakit ( "Centers for Disease 
Control and Prevention") di Atlanta, saya jadi kecipratan belajar epidemiologi 
di tingkat taman kanak-kanak. Anda sendiri tahu tentang hubungan erat antara 
bahan-bahan geologis (geologic materials) dan kesehatan manusia (asbestos, 
silicosis, penyakit paru-paru hitam, kanker kulit karena arsen, dsb. dsb.)

Mas Miko,

Sekali lagi, yang saya harapkan (bukan untuk ngecap!)  yalah kesediaan 
rekan-rekan geologiwan di Indonesia untuk berdiskusi tentang masalah masalah 
geologi lainnya yang selalu berkembang.

Sampai lain kali!

Salam erat,

Yo


J. ("Yo") Sumartojo, PhD, PG
Registered Professional Geologist
Interpreter/Translator: Indonesian-Javanaese-English
2236 Carlyle Drive
Marietta, Georgia 30062, USA
 
(404) 216-0955(cell.)
(770) 565-7663(line)
[email protected]

Kirim email ke