Nuhun Mas, tai'ya. Saya sudah bertahun gak pernah lebaran di Bandung lagi 
berhubung sudah lama jadi yatim piatu sedangkan Ibu mertua sudah beberapa tahun 
ini tinggal dirumah, beliau kedinginan sendiri di Gerlong. So it has been a 
blessing in disguise really for having her at home, saya jadi "dituakan" oleh 
perfamilian sehingga mereka-lah yg datang kerumah berlebaran. As ever Mas, 
kalau saya ziarah kemakam orang tua, saya insya Allah mampir kerumah mas 
Miko....apalagi setelah ada yg dikulinerkan diseberang jalan tuh, wah bener2 
ta'iya. Selamat berpuasa Ramadhan juga Mas, semoga Allah swt berkenan 
menyempurnakan amal-ibadah dan cahaya kita, amiiin YRA. Wassalaam.

--- Pada Kam, 11/8/11, Sujatmiko (Miko) <[email protected]> menulis:

Dari: Sujatmiko (Miko) <[email protected]>
Judul: RE: [iagi-net-l] GEM-LOVERS : BURUK MUKA  CERMIN JANGAN DIBELAH  (  1 )
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 11 Agustus, 2011, 10:55 AM




 
 






 



Yth.
Kang Dady, sampurasuuun ! 

   

Senang sekali bisa bersilaturahmi  di forum Gem-Lovers IAGI. Mengenai
forwarding artikel mang Okim, with pleasure Pak. Tujuannya memang 
menyosialisasikan
secara populer apa saja mengenai geologi batumulia - - - - apalagi untuk
sobat-sobat lama ex Kaltim - - - ta’ iya !  

   

Lebaran nanti di Bandung-kah ?  Singgah di Serambi batumulia ya.
Selamat melanjutkan ibadah saum, semoga membawa kebaikan bagi kita semua , dunia
dan akherat, Amiin. 

   

Wassalam, 

   

Miko 

   

   



From: dady hendarmin
[mailto:[email protected]] 

Sent: Thursday, August 11, 2011 9:19 AM

To: [email protected]

Subject: Bls: [iagi-net-l] GEM-LOVERS : BURUK MUKA CERMIN JANGAN DIBELAH
( 1 ) 



   


 
  
  Mas Miko, kumaha damang juragan? Mas, bolehkah dua tulisan
  mas Miko ttg "Buruk Muka Cermin Dibelah" saya forward ke milis ex
  teman2 bagawe zaman di Kaltim guna menambah wawasan Nusantara
  mereka?.....paling tidak, mungkin ada anak-cucu mereka yg tertarik utk lebih
  mengenal dan mempelajari ilmu kebumian secara formal. Please let me know your
  feedback nya Mas. Nuhun Mas sateuacana....ta'iya....waas euy, denger kata
  keramat tsb, asa balik nincak lemburna pak Sakerah yg dulu reguler saya
  kunjungi zaman di SR & SMP pakai kereta koboi dari stasiun Wonokromo ke
  Ujung, lalu diterusin pakai ferry-like vessel ke Kamal (?), the Port of
  Bangkalan. Salute and please stay healthy, cheers. 

  

  

   
  
 


   



 


Kirim email ke