Gempa Bandung Barat alias Gempa cisarua 28 Agustus 2011 yg lalu (3hari sebelum 
hari raya) telah mengakibatkan 103 rumah rusak (retak2, genteng somplak dsb) 
khususnya di sekitar daerah Jambudwipa, dan bahkan sampai akhir minggu lalu 
beberapa keluarga masih tidak berani kembali tidur di rumah malam hari karena 
takut masih akan terjadi gempa susulan (dan karena rumahnya masih belum 
diperbaiki: takut keambrukan atap/genteng dsb). 

Sbg orang Bekasi (Arema yg tinggal di Bekasi, tepatnya) saya ingatkan kawan2 
Bandung: inilah saatnya mitigasi sesar lembang untuk diangkat dan terus 
dikobarkan dg melibatkan multi-kelompok: ada KRCB, MBI, MPPBI, IAGI/HAGI dsb. 
Mari kita seriusi sesar lembang spt kita serius dg Padang. Pakar2 gempa 
&atektoniknya khan tinggalnya juga disekitar garis sesar Lembang, ..dan aba2 
sdh diberikan lwt gempa Bandung Barat akhir Agustus lalu. Jadi sgt wajar 
mitigasi& sosialisasi diprioritaskan u/Lembang!!

Informasi dr kawan2 ITB menyebutkan bahwa a‎​da 2 riset yg sdg jalan di S2 
GREAT (Graduate Research for Earthquake and Tectonics) u/sesar Lembang: Didik 
dg peta hazard-risk & Pretty dg riset patahannya. ‎​Plus GPS-surveynya Dr Irwan 
Meilano, ‎​plus paleoseismologi trenchingnya Dr Eko & juga geolistrik-georadar 
Dr Dany Hilman & puluhan studi S1-S2 kawan2 kebumian ITB sblmnya. (Rencana) 
mikroiseismik dr grupnya Dr. Surono (mbah Rono) juga sdh in-place. Basic 
ingridient mitigasi u/sesar Lembang sdh ideal. Tinggal konduktor yg meramunya 
dg aspek infrastruktur - sosial-ekonomi - kebijakan di lapangan. Ayo sama2 
hadapi sesar Lembang, jgn sampai kecolongan spt sesar Opak di gempa Yogja 
2006!!!

Dalam rangka mewaspadai terus sesar Lembang, ada 2 kemungkinan implikasi dr 
kejadian gempa Cikalong Wetan Juni & gempa Bandung Barat akhir Agustus lalu: 1) 
pelepasan energi bertahap sampai akhirnya hilang potensi kuncian geraknya, tapi 
bsa jg 2) itu smua merupakan precursor/pendahulu dr gempa yg lebih besar. Kalau 
kwn2 ahli bisa bikin analisis time-series dr sifat dan besaran gempa2 di daerah 
tsb 5 tahun terakhir, mungkin bisa keliatan polanya! Apapun yg terjadi, 
sbnarnya kita bisa menghindari dr nasib kecolongan spt di kasus Gempa yogja 
2006 dg: 1)memobilisasi tenaga2 penyuluh pelatih u/earthquake drill berkala di 
daerah tsb, 2)membantu masy memeriksa kesiapan bangunan2 mrk thdp kmungkinan 
goyangan gempa dan memberi bantuan konsultasi bgmn menguatkan strukturnya atau 
ke arah / zona mana mrk hrs berlindung apabila terjadi gempa (kalau blm sempat 
selesai penguatan struktur rumahnya, dsb,...). Silakan, IAGI/HAGI!

ADB
Arema di Bekasi
IAGI-0800
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke