Realitasnya, alasan2 itu bisa dibuat sesuai selera "polisi dunia". Bahkan 
kadang alasan itu mengelabui (melecehkan) akal sehat kita. Berapa banyak 
resolusi PBB yg diabaikan (kalau tdk "dilangar" sendiri) oleh "penguasa dunia" 
yg katanya selalu peduli pada hukum universal dan jg HAM sbg sebuah tata nilai 
dunia yg damai. Bagaimana logikanya menempatkan hak veto di dalam sistem 
demokrasi yg adil? Bukankah adil itu adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya? 
Dimanakah penghargaan terhadap kedaulatan dan hukum lokal?

"Jebakan batman"?  Ekivalenkah dg konspirasi jahat atau pembodohan berencana 
atau penipuan cerdas? Mhn pencerahannya. Nhn

Have a nice weekend

Best regards,
3323
thx&rgd, a-b

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Fri, 11 Nov 2011 10:10:27 
To: <[email protected]>; IAGI<[email protected]>; 
Migas_Indonesiar<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Re: [Geologi UGM] Minyak Dan Energi Lain Masih Cukup 
Untuk Menghidupi
 Dunia [Skenario dunia damai]
2011/11/11 <[email protected]>

> **
> Bagaimana dgn berita Hari ini bahwa Australia menyetujui didirikannya us
> base marinir di darwin, apakah dalam rangka mengamankan Aset energi dan
> tambang?..
> Tambang freeport, tangguh dan abadi field Ada dalam jangkauan pangkalan
> militer itu.
>
> Salam,
> Ujay'95
>

Sebagai tujuan "Mengamankan aset" barangkali memang iya. Artinya sesuatu
yang sudah disetujui bersama sebelumnya akan dipertahankan mati-matian.
Namun saya yakin tidak akan aggresive menyerang apabila tatanilai dunia yg
ada saat ini tidak dilanggar pemerintah.

Jangan sampai mereka memiliki alasan untuk menyerang karena kesalahan
penggunaan tata nilai dunia global.
- Iraq diserang Amrik dkk karena alasan aneksasi Iraq ke Kuweit, ini
kesalahan fatal yg dipakai alasan, selain dituduh memiliki WMD.
- Mesir direcokin karena alasan negara ini tidak demokratis. Mau ngga mau
tata nilai demokrasi dipakai sebagai alasan untuk merusak tatanan lokal.
- Khadafi juga dijebak dan diadu dengan rakyatnya sendiri sehingga ada
alasan pasukan asing masuk ikutan menyerang.

Ketiga hal diatas menunjukkan bahwa selama Pemerintah kita mengikuti pola
tata nilai serta tata cara dunia yang dianggap wajar dan benar maka kita
akan aman. Walaupun seringkali tata nilai dunia itu tidak sesuai dengan yg
berlaku di sini. Hati-hati dengan "jebakan batman". Iran sedang dicoba
untuk diudreg-udreg dengan berbagai tuduhan termasuk WMD (nuklir). Nah
Indonesia juga dicoba di FMI diadu antara pemerintah pusat dengan daerah
juga perpecahan NKRI. Kalau kita lengah dan terjadi pelanggaran HAM
bisa-bisa dipakai alasan untuk hal yg sama seperti diatas.

Dunia saat ini sangat kental aturan hukumnya. Pemahaman hukum internasional
mesti diperdalam kalau tidak ingin masuk "jebakan batman". Jebakan ini
terutama ada pada perjanjian kontrak. Ini yang mestinya kita awasi sejak
dibuatnya draft.

rdp

Kirim email ke