Pak RDP dan rekan milist, Terimakasih sudah men-share pemikiran Mbah Rono, menarik sekali membaca ulasan tentang Gunung Gamalama di bawah.
Saya sependapat bahwa gempa lokal bisa menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada ketidakstabilan yang akhirnya akan memicu sebuah gunungapi untuk meletus. Sebagian besar volcanologist sebenernya mengklasifikasikan apa yang menjadi pemicu (triggers) sebuah gunungapi untuk meletus menjadi 3, yaitu: 1. Proses yang terjadi di bawah magma chamber. Contoh kasusnya adalah injeksi basaltic andesite magma ke dalam dasitic magma chamber Gunung Santorini, Yunani pada letusan tahun 1927 (Martin et al ., 2007) dan juga injeksi basaltic andesite magma di bawah Gunung Pinatubo yang menjadi tersangka penyebab letusan tahun 1991 (Palister et al. 1996). 2. Proses yang terjadi di dalam magma chamber. Proses yang terjadi di magma chamber diantaranya pembentukan volatil, stoping (penenggelaman magma chamber) maupun gravity settling yang pada akhirnya akan memicu peningkatan tekanan di dalam magma chamber. 3. Proses yang terjadi di atas magma chamber. Melihat apa yang pernah terjadi di Gunung Gamalama tepatnya pada periode 7-11 September 1980 dimana terjadi 9 kali letusan dalam rentang waktu 5 hari dan 8 diantaranya bertepatan dan berkorelasi baik dengan apa yang disebut semidurial tidal minima, yaitu sebuah perubahan naik dan turun muka bumi hingga 40 cm akibat gaya tarik bulan dan matahari yang terjadi setiap 12 jam. Gaya tarik bulan dan matahari ini sudah banyak dipelajari sebagai pemicu short term eruptions, sebut saja Hamilton (1973), Mauk dan Johnston (1973). Jadi ide bahwa gempa lokal bisa memicu ketidakstabilan seperti peningkatan tekanan magma chamber pada letusan Gunung Gamalama yang "singkat" ini, misalnya berakibat pada runtuhnya dinding magma chamber atau pun pelemahan terhadap bagian atas magma chamber bisa saja dijadikan kandidat. Hanya saja ide maupun pemikiran bahwa gampa lokal tidak harus selalu menjadi tersangka dan bertanggungjawab atas fenomena-fenomena geologi yang ada tetap mohon di pertimbangkan dan dibuktikan secara lebih ilmiah. Salam, Mirzam A > Ini sekali lagi menunjukkan bahwa gempa tektonik disekitar gunung api > aktif > perlu dilihat tidak hanya kegempaan (goyangan yg merusak) tetapi juga > kemungkinan efek memicu aktifitas gunung api didekatnya > Pelajaran dari Mbah Rono. > > RDP > ==================================================== > PVMBG: Gunung Gamalama Meletus Karena Gempa Lokal > > Jum'at, 9 Desember 2011 02:31 wib > BANDUNG - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) > Surono mengatakan penyebab letusan Gunung Gamalama karena adanya gempa > lokal di Ternate. > > Sebab, Gunung Gamalama meletus secara tiba-tiba dalam rentang waktu > hitungan jam. > > Surono menuturkan, Gunung Gamalama sejak Mei 2008 statusnya Waspada Level > II. Kondisinya fluktuatif sehingga cukup lama gunung ini dalam status > Waspada. Hanya saja aktivitasnya tidak mencolok sehingga tidak melampaui > aktivitas gunung api berstatus waspada. > > Hingga menjelang letusan, lanjut Surono, pada Minggu 4 Desember lalu > sekira > pukul 10.54 WIT dan 11.29 WIT, tercatat dua kali gempa vulkanik dangkal, > pukul 14.08 WIT satu kali gempa vulkanik dangkal, namun tiba-tiba pukul > 16.50 WIT sampai sekira pukul 23.00 WIT, gempa vulkanik dangkal mulai > meningkat mencapai 60 kali. > > 的ni pasti ada kaitannya dengan gempa tektonik lokal terasa pada pukul > 18.31 WIT dan 19.39 WIT yang terjadi dua kali. Saya kira yang menjadi > gara-gara letusan Gunung Gamalama dua gempa teknonik terasa itu. Jadi > seperti botol soda penuh karena waspada sudah lama tiba-tiba dikocok, maka > tekanan dalam botol tinggi dan tutupnya jebol, kata Surono, di Kantor > PVMBG, Bandung, Kamis (8/12/2011). > > Maka, lanjutnya, pada hari letusan itu sejak pukul 22.58 WIT mulai muncul > gempa tremor. 撤ukul 22.00 WIT kami rapat membahas kondisi itu, lalu kita > naikan waspada menjadi Siaga Level III. Dan Satu jam kemudian pukul 00.08 > terjadi letusan. Jadi satu jam saja. Ada suara gemuruh dan sebagainya, > terangnya. > > Kenapa PVMBG tidak menaikan status Awas Level IV sehingga diperlukan > pengungsian dan evakuasi warga? Menurutnya, karakter Gunung Gamalama > berbeda dengan Gunung Merapi yang memiliki daya letus dahsyat. > > Magma di dalam Gunung Gamalama bersifat encer sehingga tidak memproduksi > gas yang besar seperti Gunung Merapi. Karakter Gunung Gamalama bersifat > magmatik. Magmanya tidak kental seperti gunung api di Pulau Jawa. Jika > magmanya kental, diperlukan produksi gas yang besar untuk mendorong > menjadi > letusan. > > Magma Gunung Gamalama encer karena silikanya lebih rendah di bawah 50 > persen. Sedangkan Gunung Merapi silika di atas 56 persen. 哲ah Gamalama > magmanya encer. Jadi magmanya lebih mudah terdorong ke permukaan, ujarnya. > > Selain itu, yang menjadi triger letusan adalah gempa tektonik di luar > gunung yang membuat Gamalama tidak stabil. Gempa lokal tersebut membuat > letusannya tidak signifikan dibanding Gunung Merapi yang aktivitasnya > dibangun dari bawah gunung. > > ?Konstruksi Gamalama ini tidak membuat sesuatu letusan yang besar,? ujarnya. > > Surono menegaskan, karena karakter itulah Gunung Gamalama tidak > menimbulkan > awan panas, hanya menimbulkan abu vulkanik saja. Abu vulkanik sudah sampai > ke Pos Pemantauan PVMBG di Desa Marikrubu yang jaraknya sekira 4 km. > 鉄ekarang nggak ada awan panas hanya abu vulkaniknya saja, ujarnya. > > Aktivitas terkini Gunung Gamalama, lanjutnya, cenderung menurun. Misalnya, > keitinggian asap dari puncak Gunung Gamalama sudah di bawah 1.000 meter, > yakni 800 meter pada Selasa 6 Desember, dan Rabu 7 Desember turun jadi 500 > meter. > > Padahal, pada awal letusan ketinggian asap mencapai 2.000 meter. Aktivitas > tremornya juga tinggal 7 mm yang saat letusan mencapai 30 kali. "Saya kira > Gamalama sudah masuk pada tren menurun. Namun tetap saja kita pantau > apakah > tren ini tidak diikuti dengan suplai magma dari dalam. Jika itu terjadi > akan lain ceritanya," ujarnya. > > PVMBG tetap memantau Gunung Gamalama. Terutama kemungkinan adanya suplai > magma dari dalam perut Gunung. 笛ika ada suplai dari dalam tentu persoalan > akan lain. Tetapi mudah-mudahan tidak terjadi. Sekarang fluktuasi tremor > suah menurun, ujarnya. > > Meski begitu, Surono mengakui ada kepanikan di masyarakat sekitar akibat > letusan gunung, gemuruh, hingga menimbulkan mati listrik. Tetapi dia > menegaskan, aktivitas Gunung Gamalama seharusnya tidak membuat masyarakat > panik dan mengungsi. > > 適ita harus beri pengertian kepada masyarakat Ternate bahwa tidak harus > selalu mengungsi jika resikonya tidak begitu besar, tegasnya. (tri) > (amr) > > http://news.okezone.com/read/2011/12/09/340/539985/pvmbg-gunung-gamalama-meletus-karena-gempa-lokal > > -- > *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* > -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 September 2011 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

