Sebut 20 perusahaan migas terbesar di dunia, baik IOC maupun NOC mulai dari ExxonMobil, Chevron, Total, BP, Shell , Repsol, Maersk, Statoil, Petrobras, CNOOC, Petrochina, Saudi Aramco, KOC, Adco dll; Chairman atau CEO nya hadir disini. Tunjukkan Negara-negara yang menjadi exploration hotspots: Rusia, Nigeria, Angola, Brazil, Norway, Venezuela, Columbia, seluruh GCC, Iran, Canada sampai India. Menteri atau minimal Dirjen Energy nya dating ke sini. Belum lagi ketua OPEC, IEA, IEF Tak heran apabila the 20th World Petroleum Council yang diadakan tanggal 5-8 Desember lalu di Doha disebut sebagai the Olympic of the Industry.
Di forum ini Indonesia diwakili beberapa rekan dari Pertamina dan BPmigas serta tentunya para pekerja migas nasional yang sedang mencari nafkah di Qatar. Terusterang banyak rekan-rekan yang menyayangkan ketidak hadiran pucuk pimpinan kementrian ESDM, BPMigas maupun Pertamina di acara yang sangat bergengsi ini, karena selain diskusi-diskusi teknis dan exhibisi, banyak sekali lobby-lobby intensif antar mentri maupun CEO yang terjadi dan berujung pada deal-deal strategis terjadi disini. WPC 20 kali ini mengambil tema ‘energy solution for all: promoting cooperation, innovation and investment’. TOpik-topik yang dibahas amat luas, mencakup segala sector dari upstream, downstream sampai financing strategy dan corporate social responsibility. Khusus untuk upstream, ada beberapa pesan besar yang bisa saya tangkap, terutama dari plenary session yang menghadir Sekjen OPEC (mewakili produser) dan Chairwoman IEA (mewakili konsumen) : - = Kebutuhan energy dunia akan meningkat hamper 50% pada tahun 2035. - =Oil dan coal masih akan menjadi tulang punggung energy dunia, meskipun secara persentase akan menurun. ==- Gas adalah the future of energy. Kontribusinya untuk energy dunia akan nyaris menyamai batubara. =- Renewable meskipun akan meningkat, kontribusinya tetap relative kecil - = Unconventional oil and gas serta conventional hydrocarbon in unconventional places (ultra deep sea, arctic circle), bakal mendominasi kegiatan E&P sampai 2035. - =Peak Oil, apabila unconventional sources dengan berbagai enablernya (technology, commerciality) juga dihitung , masih berada di depan kita. Lantai exhibisi didominasi oleh IOC yang mempunyai interest di Qatar (Exxon, Chevron, Shell, Maersk), NOC dan Negara-negara yang menjual lahan (Kazakh, Columbia, Brazil, Nigeria etc), perusahaan3 negara dan patungan di Qatar serta service company yang biasa hadir di tiap event serupa. Berbagai atraksi dilaksanakan untuk menarik pengunjung ke setiap stand, mulai dari undian berhadiah Apple MacBook di stand Chevron sampai mendatangkan Lewis Hamilton untuk menjajal simulator F1 di Exxon Mobil (saying gak bisa mendekat untuk minta tandatangan karena penuh sekali). Stand Pertamina yang dikomandoi langsung oleh pak Muhammad Harun (VP communication) mengeluarkan atraksi music dan tarian tradisional serta poco-poco yang menarik banyak pengunjung setiap berlangsungnya acara. Apalagi para seniman dari saung Mang Ujo Bandung, mengadakan kolaborasi impromptu dengan musisi Kazakhstan yang kebetulan stand nya bersebelahan, respons pengunjung benar-benar luar biasa……. Bravo untuk seluruh crew di stand Pertamina. Sekian dulu, catatan tercecer dari WPC 20 di Doha. Nanti kalau ada kesempatan saya akan coba sarikan diskusi menarik tentang peak oil yang sempat saya hadiri…..

