Kepeloporan almarhum akan selalu dikenang. Semoga amal baik selama beliau hidup 
diterima, dosa dan kesalahannya diampuni, dan diberkahi dalam perjalanannya 
menemui Sang Khalik, Allah Azza wa Jalla. Amin.

Salam,
FF



________________________________
 From: S. (Daru) Prihatmoko <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected] 
Cc: [email protected]; [email protected] 
Sent: Saturday, 21 January 2012, 23:21
Subject: [iagi-net-l] Benny N Wahyu - in memoriam
 

 
Raga sang pelopor geologi eksplorasi dan pertambangan Indonesia
telah bersemayam dengan tenang di tanah coklat nan basah di Kebon Pedes, Bogor
tadi sore sekitar jam 16.00. Diiringi doa tulus keluarga, kerabat dan
kawan-kawan dekat, Insya Allah pak Benny Wahyu mendapatkan jalan yang lapang
menuju ke haribaan Allah swt. Diampuni segala khilaf dan salahnya dan
dilipat-gandakan pahala amal kebaikannya.  
 
Masih segar dalam ingatan saya, dan juga rekan2 semua, ketika di
acara Seminar on Sulawesi Mineral Resources (SMR) 2011 MGEI-IAGI di Manado (28
Nov 2011) pak Beni berbagi ceritera dihadapan sekitar 200 peserta seminar ttg 
lika-liku
pengalaman seorang geologist muda sejak 1966 turut memelopori kegiatan
eksplorasi nikel di Sulawesi yg akhirnya menjadi tambang Soroako INCO (sekarang
Vale). Beni Wahyu muda satu dari sedikit geologist Indonesia saat itu
berperanan besar dalam eksplorasi dan pengembangan tambang nikel Soroako. Masih
terngiang jelas di telinga saya suara lantang pak Beni, walau kondisi
kesehatannya nampak menurun, ketika di akhir presentasinya beliau menyatakan
bahwa sukses eksplorasi adalah hasil usaha bersama team yang dengan tekun
melakukan kerja lapangan. Ya…itu adalah kredit dari team geologi yg kompak dan
solid bekerja, bukan merupakan kerja individu yang sendiri-sendiri (walau kita
semua tahu bagaimana besar peran pak Beni di dalam team). 
 
Di JCM HAGI-IAGI Makasar, September 2011, dihadapan ratusan
peserta JCM, kita menyaksikan IAGI menyampaikan penghargaan kepada pak Beni
atas “Kepeloporannya dalam eksplorasi dan pengembangan tambang Soroako”. Di
luar IAGI dan MGEI, kita juga selalu mendengar bagaimana pak Beni berkontribusi
dan terlibat aktif dalam upaya perbaikan iklim pertambangan Indonesia baik
melalui IMA, organisasi-organisasi lain, maupun secara individu. Kontribusi
beliau terhadap dunia geologi ekaplorasi pertambangan tidak perlu diragukan
lagi. Tak terhitung berapa banyak ahli geologi dan masyarakat Indonesia secara
umum yg telah menikmati hasil dari iklim pertambangan yang baik.
   
 
Yang terasa menyentuh, di slide-slide terakhir presentasinya di
acara SMR 2011 Manado, beliau menayangkan 10 pioner eksplorasi dan pengembangan
tambang Soroako (campuran Indonesia dan expat – salah satunya adalah pak Beni),
dan disebutkan dengan agak bergetar bahwa 5 di antaranya sudah meninggal. Dan
pagi tadi pioneer ke 6 telah juga meninggalkan kita semua. Inna lilahi wa inna
illaihi rojiun.
 
Hari ini kita, komunitas geologi eksplorasi (MGEI-IAGI),
komunitas pertambangan dan Indonesia secara umum kehilangan salah satu putra
terbaiknya. Tetapi kita yakin telah dan akan tumbuh Beni Wahyu – Beni Wahyu
muda yang akan meneruskan jejak langkah perjuangan beliau untuk kebaikan
Indonesia. Selamat jalan pak Beni, Insya Allah sumbangsih yg telah pak Beni
berikan kepada bangsa Indonesia akan menjadi pelapang jalan pulang ke hadirat
Allah swt. 
 
Wassalam – Daru

Kirim email ke