Aku kirim ini ke iagi-net masuk ngga sih ? 2012/1/31 <[email protected]>
> ** > Bukankah katastrofi Toba itu 70.000 th yg lalu (atau lebih tepat 65.000). > Kekurangan satu 0 kalau 7000 th SM. Saya masih tetap tdk mengerti kalau > 'piramid' Sadahurip dihubungkan dg katastrofi purba, apakah ada katastrofi > apa yg terjadi sehubungan dg Sadahurip itu? RPK > Yang saya dengar dari kawan-kawan peneliti kebencanaan adalah hubungan yg mungkin tidak punya relevansi langsung, atau malah tidak sama sekali. Penelitian katastropik purba salah satunya mencari kejadian-kejadian geologi katastropik, misal gempa, longsor dan lainnya yang terjadi pada satu tempat tertentu. Termasuk melakukan trenching dengan melihat adanya paleo tsunami sediment. Seperti tulisan Pak ADB, awalnya riset ilmiah, sebuah usaha mencari informasi apakah (bagaimanakah) terjadi perulangan kejadian bencana. Endapan longsoran tentunya bisa dibedakan dengan endapan traksi (end sungai). Singkat cerita menurut salah satu anggota team ini menemukan ada gejala kebencanaan disekitar daerah ini (mungkin gempa atau longsoran terpicu gempa dsb). diantaranya ada gejala katastropik disekitar Sadahurip dan G Padang (saya kurang jelas mana dulu yg ditemukan). Lah kok "ndilalah" ada seseorang yang memotret gunung dengan morfologi seperti piramida (G Sadahurip). Dan ini mengundang polemik berkelanjutan apalagi ada kelompok lain yang konon mengeklaim menemukan hal sama (morfologi piramida) di Gunung-gunung di Jawa Barat. Kelompok ini memang berbeda dengan team katastropik purba. Entah apa sebabnya kemudian piramida ini yang mencuat lebih ramai ketimbang riset kebencanaan purba. Dan akhirnya malah ada "spekulasi" menghubungkan bencana purba dengan piramid ini mencuat juga. Spekulasi tentang kebudayaan juga bermunculan termasuk "spekulasi" adanya kebudayaan tinggi pada jaman dahulu di Indonesia. Spekulasi bahwa Indonesia ini kebudayaannya sangat maju di jaman dahulu. Tambahan pula dengan adanya issue Atlantis ! di Sunda lagi ! Salah satu spekulasi yang saya dengar adalah, piramida ini "sengaja" ditutup oleh manusia Indonesia (manusia Sunda ultra moderen) karena manusianya berpindah *setelah adanya bencana*. Sampai disini sepertinya makse sense, tapi buat saya masih ruwet. Karena sependek pengetahuan saya, pada jaman batu belum ada budaya tinggi. Mirip cerita tentang spekulasi INCA berhubungan dengan UFO juga di klaim sama juga disini. Absurd kalau menurut saya, tapi banyak yang mempercayainya. Tehnik yang dilakukan pembuktian ini ya diantaranya dengan IFSAR, dengan penggalian, bahkan katanya dengan karbon dating utk melihat kapan dikuburnya budaya ini, karena takut "dicuri" dsb. Adanya lokasi bekas quary (penggalian) yg diinterpretasikan untuk mengubur piramid dsb juga diklaim diketemukan didekatnya. Namun kita (terutama saya), tidak dapat memungkiri bila memang ada sebuah kejadian katastropik dimasa lalu. MIsal bila sedimen-sedimen disitu memang menunjukkan adanya sebuah longsoran besar, atau sedimen tsunamigenic yg tebal dan berulang dsb. Lah wong hampir semua endapan lereng Gunung Merapi kan endapan katastopik kan ? Salah satu mekanisme denudasi ya longsor, yang mungkin saja dipicu oleh gempa atau gunung meletus. Salah satu latar belakang dari (kasus piramida) ini menurut saya adalah "* kerinduan*" rakyat Indonesia pada sebuah kejayaan bangsa ini ! Kemudian dicari-cari kisah kejayaan masa lampau untuk meningkatkan rasa percaya diri. Memang tujuannya mulia sekali demi bangsa yg sedang minder dan anti pemerintah yg korup dsb. Namun kalau dihubungkan dengan sains kegeologian ya saya akan mengatakannya secara terpisah antara cerita kebencanaan dan cerita kejayaan bangsa. Juga tidak dipungkiri adanya polemik justru menumbuhkan pariwisata dsb, memang bukan hal aneh. Karena ada yg dapat mengambil manfaat ekonomis disitu. *Science, myth, and hope were mixed here !* Saya tertarik sekali dengan acara pemaparan ini, tapi sayangnya saya tidak dapat hadir karena harus ke IPTC. Salam RDP *"Kalau mau iseng bisa saja membuat "circle crop" didekat situ, untuk menambah kisah seru dan supaya menjadi objek wisata"* -- *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

