Oppenheimer sejak akhir 2010 pada suatu kongres di  Bogor telah berubah 
pikirannya mengenai Sundaland sebagai pusat kebudayaan tertua atau Atlantis, 
dia lebih cenderung Taiwan sebagai pusat pertanian pertama, dan menyebar ke 
Indonesia. Oppenheimer pada waktu itu sudah tdk berbicara lagi mengenai 
Atlantis. Hanya saja moderatornya pada waktu mengatakan dia sebagai pendukung 
keberadaan Atlantis di Sundaland, padahal dia tdk bicara demikian sama sekali 
tetapi mengenai sejarah pnyebaran budaya pertanian. Aneh juga kalau sekarang 
dia diminta pendapatnya mengenai piramid. Dia itu pada dasarnya seorang dokter, 
di Papua, kemudian memperdalam genetika tanaman dan hewan ternak serta 
penyebaran. Pada mulanya memang dia berkesimpulan pusatnya itu berasal dari 
Sundaland, kemudian orang mengaitkannya dg Atlantis. Saya pernah berbicara 
langsung dg beliau di Kongre itu. RPK
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Sujatmiko" <[email protected]>
Date: Sat, 4 Feb 2012 16:10:45 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] KUNJUNGAN  STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY

Rekan-rekan IAGI yang budiman,

 

Di tengah riuhnya berita dan diskusi tentang Piramida Gunung Sadahurip ,
kemaren dulu 2 Februari 2012 , Pak Stephen Oppenheimer, penulis buku Eden in
The East , diberitakan berkunjung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di
kantor beliau, didampingi Rektor UI Gumilar Rusliwa Sumantri. Mang Okim
membaca beritanya dari koran Pikiran Rakyat dan  Kompas Online. Berbeda
dengan berita yang santer ditiupkan selama ini bahwa Pak Stephen Oppenheimer
mendukung hipotesis piramida untuk G. Sadahurip di Garut, ternyata  ketika
didesak oleh wartawan tentang hal itu, beliau  menjawab dengan enteng : Saya
belum bisa memastikan apakah G.Sadahurip di Garut itu piramida atau bukan -
- - Soalnya saya belum melihatnya secara langsung ! Beliau juga mengaku
tidak pernah menemukan bukti bahwa kawasan Indonesia pada zaman dahulu kala
adalah Benua Atlantis yang hilang - - - - nah lho, pada hal bukti  itulah
yang sedang marak dicari oleh banyak orang, baik lewat peralatan super
canggih , penggalian, trenching, pemboran , dll, ataupun  lewat wangsit dari
leluhur  - - - demi menggali kejayaan bangsa kita di zaman baheula !

 

Hal lain yang membuat mang Okim bertanya-tanya adalah pernyataan Presiden
SBY yang disampaikan melalui Mendikbud M.Nuh yang ikut hadir dalam pertemuan
tersebut  sbb : Presiden mengusulkan penelitian lanjutan tentang tesis Benua
Sunda yang terletak di Indonesia sebagai asal muasal bangsa-bangsa lain di
Asia. Jika terbukti, tesis Benua Sunda dapat membangkitkan semangat bagi
kebangkitan bangsa Indonesia pada khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya.
Pertanyaan mang Okim : " Apakah karena nenek moyang kita di zaman dahulu
kala merupakan cikal bakal bangsa-bangsa lain di Asia, semangat  kita
kemudian akan bangkit ? " Bukankah kita memiliki begitu banyak tinggalan
prasejarah yang hebat-hebat yang dibiarkan tak terurus seperti antara lain
500-800 an Menhir Megalitik di Nagari Mahat , Payakumbuh, yang setiap
Menhirnya merupakan tanda kubur dari tokoh nenek moyang terkemuka pada zaman
itu ?  Mengapa kita harus mencari piramida dalam perut gunung yang oleh
embahnya ahli gunung api dinyatakan sebagai gunung api purba ? Barangkali
kalau yang memberikan pernyataan tersebut bukan Prof. Riset Dr. Sutikno
Bronto atau Drs. Luitfi Yondri M.Hum. dan apalagi mang Okim, tetapi  Stephen
Oppenheimer - - - mungkin ceritanya akan lain - - - ta' iya ! 

 

Semoga bermanfaat, Salam cinta geologi ,

 

Mang Okim


Kirim email ke