Miss you pak Yanto, kayaknya aku udah mau ikutan Explorationist lagi ni
Can Amin piis

Thanks
Avi

2012/2/9 Amin Bunyamin <[email protected]>

> Abah, pak Avi gak marah-marah kok, cuman "'marah dikit" (nyentil :),
> maksud beliau barangkali sekedar untuk mengingatkan yg suka aneh-aneh (bukan
> begitu khan pak Avi? ;), kalau pinjem bahasa pak ketum hanya
> "mewanti-wanti" (alarm, for early warning system :)
>
> Nice joke Abah :D, syaratnya sangat menantang "adrenalin" lho, boleh juga
> tuch dimasukan di 'AD/ART' IAGI-net  (hehehe just jokes juga, piiis :)
>
> salam damai,
> aminb
> npa: 3323
>   ------------------------------
> *Dari:* Yanto R. Sumantri <[email protected]>
> *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Dikirim:* Kamis, 9 Februari 2012 13:58
> *Judul:* Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY
>
> Avi
>
> Jangan marah  marah dong , mungkin Cak Amin mau niru si Abah  hahahahaha,
> ada syaratnya lho , yaitu aktif di Pengurus IAGI selama minimal 25 tahun
> dan pernah jadi Ketua Umum , hahahahaha .
> Don't meintion it , just a joke joke and joke
>
> si Abah
>   ------------------------------
> *From:* "[email protected]" <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, February 8, 2012 8:56 PM
> *Subject:* Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY
>
> Kok mas a-b mbulet ya lha sampeyan punya nama bagus kok mung malah jadi
> a-b doang toh cak
>
> Agama itu "faith" sedangkan science tidak jadi tetep ga gathuk
>
> Salam
> Avianto
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * "a-b" <[email protected]>
> *Date: *Wed, 8 Feb 2012 12:17:20 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY
>
> Pakdhe rovicky dan rekan2 iagi yg bijaksana,
> Sy pikir agama adalah 'ruh' (spirit) atau stidakny inspirasi bagi
> science(bukan aspirasi) dan bagi kecenderungan manusia utk mencari terus
> kebenaran (bukan pembenaran).
> Sy kira dalam takaran yg 'wajar' (tdk utk hakimi apalagi utk 'menindas' yg
> beda pendapat) dan proporsional, 'interaksi' science dan agama tdklah jd
> masalah. Sciene pun tdk selamanya bebas nilai, karena dalam kebebasan
> bepikirpun perlu kejujuran. WaLlahu'alam.
>
> 3323
> thx&rgd, a-b
> ------------------------------
> *From: * ecep suryana <[email protected]>
> *Date: *Wed, 8 Feb 2012 03:06:45 -0800 (PST)
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY
>
> Pak rovicky,ada ungkapan"Ilmu tanpa agama buta,agama tanpa ilmu lumpuh"
> Sy selalu yakin kalau ilmu adalah tuntutan yg harus dieksplorasi untuk
> mencari kaidah kebenaran agama...oleh karena itu ilmu tanpa batas dan akan
> terus berkembang seiring tuntutan permintaan akan pembuktian/hipotesa...
> Wslkm
> ES
>
>
> Sent from Yahoo! Mail on Android BelekBeurit
>
>  ------------------------------
> * From: * Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>;
> * To: * <[email protected]>;
> * Subject: * Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN
> SBY
> * Sent: * Wed, Feb 8, 2012 10:44:21 AM
>
>   saya rasa ketika sitiran-sitirannya sudah mengarah kenabian dan kitab
> suci menjadikan science atau "scientific approach" menjadi kabur. atau
> malah boleh disebut psudo sciece.
> walaupun saya juga beragama namun agaknya kurang tepat kalau
> menyatakan bahwa agama mengandung data science (walau dalam arti
> refrensi).
> namun saya juga meyakini bahwa kebenaran hakiki bukanlah hanya
> kebenaran science. science memang tidak atau belum mampu menjelaskan
> semua fenomena, tetapi menggabungkan science dan agama bukan
> (seringkali tidak) menjadikan kebenaran yang lebih tinggi (lebih
> benar).
>
> rdp
>
> On 2/8/12, Yustinus Suyatno Yuwono <[email protected]> wrote:
> > Sekali lagi mohon dicermati antara Isi Kitab-2 Suci dan Dokumen-2
> Science.
> > Yang satu untuk kehidupan Rohani, yang satunya untuk kepentingan Fisik
> > (duniawi). Tentu saja ada bagian-2 yang overlapping di sana. Sebagai
> > scientist saya sulit sekali menerima dengan akal sehat saya bahwa ada
> Nabi
> > Adam (cikal bakal seluruh umat manusia), apalagi untuk menelusuri kapan N
> > Adam hidup (bila memang demikian). Tetapi sebagai manusia rohani saya
> > menerima Kitab-2 Suci itu, termasuk N Adam dan nabi-2 lainnya, untuk
> > membimbing Roh saya dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Itupun kalau
> > kita percaya adanya Roh.
> >
> > Salam,
> >
> > YSY
> >
> >
> >
> > From: Muhammad Razi [mailto:[email protected]]
> > Sent: Wednesday, February 08, 2012 2:11 AM
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY
> >
> >
> >
> > kalo di runut kejadiannya (gabungan ceritanya milis iagi dan bukunya
> NatGeo
> > - concise history of the World - Neil Kagan)
> >
> >
> >
> > 76,000 BCE - Toba erupsion
> >
> > 72,000 BCE - arrival modern humans in southeast asia
> >
> > 60,000 BCE - modern humans reach New guinea and Australia; first sign of
> > human burial found in Australia
> >
> > 40,000 BCE - Modern humans arrive at Europe; living along side with
> > Neanderthal
> >
> > 28,000 BCE - Neanderthal extintc in Spain; Solomon island settled
> >
> > 16,000 BCE - Humans cross the Bering strait to Alaska. Native Americans
> are
> > likely present.
> >
> > 14,000 - 8,000 BCE - chatastrophic events (???); Humans arrived in South
> > America
> >
> > 12,000 - 8,000 BCE - start of ceramic arts in Japan
> >
> > 11,500 BCE - Clovis culture (paleo-indian) begins in North America's
> great
> > plains
> >
> > 11,000 BCE - Human reach Chile
> >
> > 11,000 BCE - Cultivation on wild rye in euphrates Syria
> >
> > 10,000 BCE - first sign of agriculture in China and Mediteran
> >
> > 7250 BCE - Catal huyuk in Anatolia reached population of 6000
> >
> > 7000 BCE - Farming tribes spreads from Anatolia into Greece
> >
> > 5400 BCE - Bandkeramik culture develops in Europe
> >
> > 4000 - 2000 BCE - ????????? (some literature listed the forming of modern
> > deserts)
> >
> > 2100 BCE - Ibrahim era in Ur
> >
> >
> >
> > katastropi di rentang 14,000 - 8000 BCE sepertinya banyak pendukungnya,
> >
> > tapi jika dibilang induk peradaban pertanian dan peternakan berasal dari
> > nusantara kok agak meragukan ya?
> >
> > China, mediterania dan middle east sudah mengklaim nya terlebih dahulu ??
> > (dengan waktu yg hampir bersamaan, 10000 BCE)
> >
> >
> >
> > Ditinjau dari sisi agama Islam, berandai-andai hadits riwayat Hakim ttg
> umur
> > umat terdahulu adalah shahih
> >
> > maka, jarak Ibrahim ke Nuh "hanya" 1000 tahun; artinya kemungkinan ada
> satu
> > even katastropik lagi yg terjadi di kisaran tahun 4000-3000 BCE
> >
> > yg menyebabkan terjadinya "human dispersal" jilid terakhir sebelum masa
> > modern (yg diawali tahun 3000 BCE)
> >
> > yang lebih menarik lagi, jarak Nuh ke Adam dituliskan "hanya" 1000 tahun
> > juga ......, apa mungkin homo sapiens itu sebenarnya hanya dimulai sejak
> > 4000 BCE?
> >
> > lalu siapa manusia yang hidup sebelum 4000 BCE ???? neanderthal semua?
> atau
> > homo sapiens jenis lain??
> >
> >
> >
> > udah ah, kebanyakan berandai-andai ....
> >
> >
> >
> > salam
> >
> > Razi
> >
> >
> >
> >
> >
> > 2012/2/4 Danny Hilman Natawidjaja <[email protected]>
> >
> > Mang Okim dan Rekan-rekan IAGI yang baik,
> >
> > Perkenankan saya menguraikan ini dari sudut yang berbeda.
> >
> > Kebetulan saya berkesempatan berdiskusi panjang lebar sampai 1 jam lebih
> > dengan Mang Stephen Oppenheimer itu waktu  tgl 2 Februari kemarin.  Saya
> > juga hadir ketika rombongan Pak Gumilar dan Mang Oppenheimer  bertemu dan
> > berbincang-bincang dengan Presiden SBY.
> >
> >
> >
> > Oppenheimer adalah seorang dokter spesialisasi di bidang genetika. Obyek
> > utama dari riset beliau adalah DNA manusia dari berbagai pelosok
> Indonesia,
> > Asia, Afrika, dll. Saya sangat kagum dengan kemampuan dari riset DNA ini,
> > meskipun terusterang belum mengerti sepenuhnya.  Yang jelas, dari DNA
> > manusia yang hidup di satu wilayah kita bisa merekonstruksi evolusi
> > perkembangan DNA tersebut sampai sampai puluhan ribu tahun ke belakang
> > dengan ketelitian yang mengagumkan (meskipun tentu saja tidak seakurat
> > radiometric dating untuk time histories-nya).  Nah berdasarkan riset DNA,
> > manusia Indonesia yang hidup sekarang dapat diketahui bahwa nenek moyang
> nya
> > sudah di Nusantara sejak 60.000 tahun lalu.  Ini sangat menarik, karena
> > kemungkinannya adalah permulaan masa re-populasi manusia setelah Letusan
> > Katastropik Toba!
> >
> > Dari meneliti DNA ini pula Openheimer dapat memetakan pergerakan populasi
> > manusia purba. Yang membuat saya "excited" adalah hasil pemetaan DNA yang
> > menunjukan adanya penyebaran populasi tiba-tiba dari manusia (human
> > dispersions) sebagai respon terhadap bencana banjir besar (kenaikan
> airlaut
> > yang sangat cepat atau tiba-tiba) sebanyak tiga kali yaitu dalam perioda
> > 15.000 sampai dengan 8.000 tahun lalu (seperti yang pernah saya uraikan
> di
> > email ke Pak Koesoema).  Alhamdulillah, saya juga dapat Info baru dari
> > Oppenheimer bahwa diduga kuat terjadi banjir katastropik purba sekitar
> 8000
> > tahun lalu (6000 SM) ditandai oleh "human dispersal" tsb .  Jadi banjir
> > katastropik ini tidak hanya terjadi pada sekitar 14.800 tahun lalu dan
> > 12.000-an tahun lalu saja seperti yang saya pahami sebelumnya.
> >
> >
> >
> > Ngomong-ngomong soal penggenangan daratan Sunda sejak 20.000 s/d 8000
> tahun
> > lalu itu, Openheimer bilang bahwa dia terpaksa ngomong bak geologist
> untuk
> > bukunya tsb, dan dengan rendah hati minta maaf kalau salah-salah katanya
> > (sambil tersenyum). Kemudian kita ngobrol tentang betapa indah permainya
> > "lembah" Laut Jawa pada waktu masa sebelum tergenang laut, yaitu sebuah
> > dataran padang rumput yang sangat luas dialiri oleh sungai yang sangat
> besar
> > yang berhulu ke Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan sekarang, juga
> > dikelilingi oleh hutan tropis, dan gunung-gunung api... benar-benar Eden
> in
> > the East. Ingat juga bahwa pada jaman dingin diantara 20.000 s/d 10.000
> > tahun lalu iklim masih ekstrim - dan wilayah yang paling tidak ekstrim
> adaah
> > di dekat khatulistiwa (Saya dengarbaru-baru ini ada larangan ke beberapa
> > Negara di Eropa karena iklim di sana sangat ekstrim - banyak orang
> > meninggal...). Saya bercanda bahwa:"kalau saya adalah bangsa yang paling
> > adikuasa di Dunia waktu itu maka sudah dipastikan wilayah Indonesia
> > khususnya lembah Laut Jawa yang akan saya diami (kalau perlu saya
> taklukan
> > dulu penduduk aslinya)" -  Oppenheimer tertawa, lalu bilang: "Benar,
> tentu
> > saja; Saya yakin bahwa manusia  Nusantara Purba mendiami wilayah dataran
> > rendah tersebut sebelum digenangi air". Lalu teman di sebelah langsung
> > nyeletuk iseng: " Jadi Pak Oppenheimer percaya bahwa Atlantis itu di
> > Indonesia".  Ini jawaban Oppenheimer: "Hmm, saya selalu berusaha
> menghindari
> > nama itu (bukannya tidak percaya) karena setiap saya bilang Atlantis
> > orang-orang langsung memalingkan muka".  Katanya sambil mesem-mesem.
> > Kemudian teman di sebelah saya nyeletuk lagi:" Sudah dengar tentang
> Piramid
> > Sadahurip?  Apakah Pak Oppenheimer percaya Piramid itu ada"? (dalam hati
> > saya: "waduhh konyol juga nih teman...kaya pertanyaan wartawan aja J).
> > Jawaban Oppenheimer, seperti yang saya duga: "Hmm, yeahh, that's
> > interesting, but forgive me that I always be skeptical to hear such
> things
> > until I know the facts".  Teman itu terlihat agak kecewa, tapi saya
> bisikan
> > :" Jawaban dia justru bagus, artinya dia peneliti beneran; kalau dia
> bilang
> > percaya saya malah akan kecewa".  Kemudian saya cerita bahwa kami
> menemukan
> > hard facts yang menakjubkan di Gunung Padang - yang dikenal sebagai Situs
> > Megalitikum.  Saya cerita sedikit - dan Oppenheimer kelihatannya sangat
> > tertarik, dia bilang ingin sekali berdiskusi tentang masalah "scientific
> > findings" detil di Gunung Padang.  Dia bilang kalau punya waktu ingin
> > berkunjung ke sana.  Oppenheimer sebetulnay berencana datang pada acara
> tgl
> > 7 Februari, tapi minta maaf tidak bisa karena harus segera ke Bali untuk
> > persiapan acara Seminar Kebudayaan di Sanur yang diadakan oleh UI.
> >
> >
> >
> > Kemudian Oppenheimer bilang bahwa tentu saja akan sangat mengagumkan
> apabila
> > kita dapat menemukan artefak berupa sebuah  Monumen/bangunan purba yang
> > megah, meskipun demikian dia tidak riset kearah sana karena terlalu susah
> > katanya (dalam hati saya:"tentu saja, ente kan dokter... ).  "Yang saya
> cari
> > adalah domestikasi/peralatan-peralatan sederhana untuk pertanian dan
> > peternakan karena ini gampang ditemukan dimana-mana.  Untuk bikin monumen
> > yang megah-megah  pasti butuh makan kan" Kata Oppenheimer sambil senyum.
> > Nah, hasil penelitian Oppenheimer ini dahsyat, diantaranya adalah sbb:
> >
> > 1.      Bahwa binatang ternak ayan, babi, dan kambing (kalo tidak salah)
> > adalah berasal dari Nusantara.  Bangsa nusantara sudah berternak ini
> sejak
> > SEBELUM 10.000 tahun lalu!  Oppenheimer menemukan bukti bahwa sekitar
> 8000
> > tahun lalu hewan-hewan ternak ini sudah dibawa oleh para pelaut
> Nusantara ke
> > Pulau Bismarck dan pulau-pulau lainnya di Pacific.  Kemudian juga
> tentunya
> > hewan-hewan ternak ini menyebar ke Asia juga.
> >
> > 2.      Induk peradaban teknologi pertanian juga dari Nusantara (lebih
> dari
> > 10.000 tahun lalu)
> >
> > 3.      Teknologi pelayaran di dunia ini asal-muasalnya juga dari
> > Nusantara.  Menurut Oppenheimer, yang mendorong bangsa Nusantara
> "dipaksa"
> > mengembangkan teknologi pelayaran ini adalah peristiwa banjir besar dari
> > 14.8000 sampai 8000 tahun lalu tersebut.
> >
> >
> >
> > Nah, bagi saya konklusi Oppenheimer bahwa di Zaman Pra Sejarah Indonesia
> > adalah pusat peradaban dari teknologi  pertanian, perikanan, dan
> pelayaran
> > sudah lebih dari cukup.  Itu adalah basis utama untuk membangun peradaban
> > adijaya pada masa itu...apapun namanya...sebut sajalah Kerajaan Inohong
> > Sunda Purba...he he he.
> >
> > Masa Dokter Oppenheimer kita paksa juga untuk ngerti masalah gunung dan
> > piramida  (mending kalo ditemenin Cici Piramida), lebih-lebih lagi
> disuruh
> > nyilem  ke dasar laut seperti candaannya Pak Sby .. Kasian dong bo, udah
> tua
> > lagi...tega amat... Ta Iya J.
> >
> >
> >
> > Catatan:  Dalam acara temu-muka dengan RI-1, Pak SBY hanya tanya apakah
> dia
> > (Oppenheimer) ada niat untuk melanjutkan penelitian di Indonesia, dan
> kalo
> > iya kenapa engga ditelliti aja tuh Laut jawa yang dia duga sebagai pusat
> > peradaban purba-nya.  Si Oppenheimer tentu saja kelabakan  -
> klemar-klemer
> > dan jawabnya muter-muter ga jelas... Akhirnya Pak SBY ngomong sambil
> > nyengir:  "Don't worry, I know your background is a medical doctor".  J
> >
> >
> >
> > Wassalam
> >
> > DHN
> >
> >
> >
> >
> >
> > From: Sujatmiko [mailto:[email protected]]
> > Sent: Saturday, February 04, 2012 4:11 PM
> >
> > To: [email protected]
> > Subject: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Rekan-rekan IAGI yang budiman,
> >
> >
> >
> > Di tengah riuhnya berita dan diskusi tentang Piramida Gunung Sadahurip ,
> > kemaren dulu 2 Februari 2012 , Pak Stephen Oppenheimer, penulis buku
> Eden in
> > The East , diberitakan berkunjung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di
> > kantor beliau, didampingi Rektor UI Gumilar Rusliwa Sumantri. Mang Okim
> > membaca beritanya dari koran Pikiran Rakyat dan  Kompas Online. Berbeda
> > dengan berita yang santer ditiupkan selama ini bahwa Pak Stephen
> Oppenheimer
> > mendukung hipotesis piramida untuk G. Sadahurip di Garut, ternyata
> ketika
> > didesak oleh wartawan tentang hal itu, beliau  menjawab dengan enteng :
> Saya
> > belum bisa memastikan apakah G.Sadahurip di Garut itu piramida atau
> bukan -
> > - - Soalnya saya belum melihatnya secara langsung ! Beliau juga mengaku
> > tidak pernah menemukan bukti bahwa kawasan Indonesia pada zaman dahulu
> kala
> > adalah Benua Atlantis yang hilang - - - - nah lho, pada hal bukti  itulah
> > yang sedang marak dicari oleh banyak orang, baik lewat peralatan super
> > canggih , penggalian, trenching, pemboran , dll, ataupun  lewat wangsit
> dari
> > leluhur  - - - demi menggali kejayaan bangsa kita di zaman baheula !
> >
> >
> >
> > Hal lain yang membuat mang Okim bertanya-tanya adalah pernyataan Presiden
> > SBY yang disampaikan melalui Mendikbud M.Nuh yang ikut hadir dalam
> pertemuan
> > tersebut  sbb : Presiden mengusulkan penelitian lanjutan tentang tesis
> Benua
> > Sunda yang terletak di Indonesia sebagai asal muasal bangsa-bangsa lain
> di
> > Asia. Jika terbukti, tesis Benua Sunda dapat membangkitkan semangat bagi
> > kebangkitan bangsa Indonesia pada khususnya dan Asia Tenggara pada
> umumnya.
> > Pertanyaan mang Okim : " Apakah karena nenek moyang kita di zaman dahulu
> > kala merupakan cikal bakal bangsa-bangsa lain di Asia, semangat  kita
> > kemudian akan bangkit ? " Bukankah kita memiliki begitu banyak tinggalan
> > prasejarah yang hebat-hebat yang dibiarkan tak terurus seperti antara
> lain
> > 500-800 an Menhir Megalitik di Nagari Mahat , Payakumbuh, yang setiap
> > Menhirnya merupakan tanda kubur dari tokoh nenek moyang terkemuka pada
> zaman
> > itu ?  Mengapa kita harus mencari piramida dalam perut gunung yang oleh
> > embahnya ahli gunung api dinyatakan sebagai gunung api purba ? Barangkali
> > kalau yang memberikan pernyataan tersebut bukan Prof. Riset Dr. Sutikno
> > Bronto atau Drs. Luitfi Yondri M.Hum. dan apalagi mang Okim, tetapi
> Stephen
> > Oppenheimer - - - mungkin ceritanya akan lain - - - ta' iya !
> >
> >
> >
> > Semoga bermanfaat, Salam cinta geologi ,
> >
> >
> >
> > Mang Okim
> >
> >
> >
> ----------------------------------------------------------------------------
> > ----
> > PP-IAGI 2011-2014:
> > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> >
> ----------------------------------------------------------------------------
> > ----
> > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> > Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
> pengiriman
> > abstrak 28 Februari 2012.
> >
> ----------------------------------------------------------------------------
> > ----
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> > email to: [email protected]
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0d%0aIAGI-net>
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted
> > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> > IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct
> > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
> loss
> > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
> any
> > information posted on IAGI mailing list.
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
> >
> >
>
>
> --
> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
> pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
>

Kirim email ke