Miss you pak Yanto, kayaknya aku udah mau ikutan Explorationist lagi ni Can Amin piis
Thanks Avi 2012/2/9 Amin Bunyamin <[email protected]> > Abah, pak Avi gak marah-marah kok, cuman "'marah dikit" (nyentil :), > maksud beliau barangkali sekedar untuk mengingatkan yg suka aneh-aneh (bukan > begitu khan pak Avi? ;), kalau pinjem bahasa pak ketum hanya > "mewanti-wanti" (alarm, for early warning system :) > > Nice joke Abah :D, syaratnya sangat menantang "adrenalin" lho, boleh juga > tuch dimasukan di 'AD/ART' IAGI-net (hehehe just jokes juga, piiis :) > > salam damai, > aminb > npa: 3323 > ------------------------------ > *Dari:* Yanto R. Sumantri <[email protected]> > *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]> > *Dikirim:* Kamis, 9 Februari 2012 13:58 > *Judul:* Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY > > Avi > > Jangan marah marah dong , mungkin Cak Amin mau niru si Abah hahahahaha, > ada syaratnya lho , yaitu aktif di Pengurus IAGI selama minimal 25 tahun > dan pernah jadi Ketua Umum , hahahahaha . > Don't meintion it , just a joke joke and joke > > si Abah > ------------------------------ > *From:* "[email protected]" <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Wednesday, February 8, 2012 8:56 PM > *Subject:* Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY > > Kok mas a-b mbulet ya lha sampeyan punya nama bagus kok mung malah jadi > a-b doang toh cak > > Agama itu "faith" sedangkan science tidak jadi tetep ga gathuk > > Salam > Avianto > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * "a-b" <[email protected]> > *Date: *Wed, 8 Feb 2012 12:17:20 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * <[email protected]> > *Subject: *Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY > > Pakdhe rovicky dan rekan2 iagi yg bijaksana, > Sy pikir agama adalah 'ruh' (spirit) atau stidakny inspirasi bagi > science(bukan aspirasi) dan bagi kecenderungan manusia utk mencari terus > kebenaran (bukan pembenaran). > Sy kira dalam takaran yg 'wajar' (tdk utk hakimi apalagi utk 'menindas' yg > beda pendapat) dan proporsional, 'interaksi' science dan agama tdklah jd > masalah. Sciene pun tdk selamanya bebas nilai, karena dalam kebebasan > bepikirpun perlu kejujuran. WaLlahu'alam. > > 3323 > thx&rgd, a-b > ------------------------------ > *From: * ecep suryana <[email protected]> > *Date: *Wed, 8 Feb 2012 03:06:45 -0800 (PST) > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * <[email protected]> > *Subject: *Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY > > Pak rovicky,ada ungkapan"Ilmu tanpa agama buta,agama tanpa ilmu lumpuh" > Sy selalu yakin kalau ilmu adalah tuntutan yg harus dieksplorasi untuk > mencari kaidah kebenaran agama...oleh karena itu ilmu tanpa batas dan akan > terus berkembang seiring tuntutan permintaan akan pembuktian/hipotesa... > Wslkm > ES > > > Sent from Yahoo! Mail on Android BelekBeurit > > ------------------------------ > * From: * Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>; > * To: * <[email protected]>; > * Subject: * Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN > SBY > * Sent: * Wed, Feb 8, 2012 10:44:21 AM > > saya rasa ketika sitiran-sitirannya sudah mengarah kenabian dan kitab > suci menjadikan science atau "scientific approach" menjadi kabur. atau > malah boleh disebut psudo sciece. > walaupun saya juga beragama namun agaknya kurang tepat kalau > menyatakan bahwa agama mengandung data science (walau dalam arti > refrensi). > namun saya juga meyakini bahwa kebenaran hakiki bukanlah hanya > kebenaran science. science memang tidak atau belum mampu menjelaskan > semua fenomena, tetapi menggabungkan science dan agama bukan > (seringkali tidak) menjadikan kebenaran yang lebih tinggi (lebih > benar). > > rdp > > On 2/8/12, Yustinus Suyatno Yuwono <[email protected]> wrote: > > Sekali lagi mohon dicermati antara Isi Kitab-2 Suci dan Dokumen-2 > Science. > > Yang satu untuk kehidupan Rohani, yang satunya untuk kepentingan Fisik > > (duniawi). Tentu saja ada bagian-2 yang overlapping di sana. Sebagai > > scientist saya sulit sekali menerima dengan akal sehat saya bahwa ada > Nabi > > Adam (cikal bakal seluruh umat manusia), apalagi untuk menelusuri kapan N > > Adam hidup (bila memang demikian). Tetapi sebagai manusia rohani saya > > menerima Kitab-2 Suci itu, termasuk N Adam dan nabi-2 lainnya, untuk > > membimbing Roh saya dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Itupun kalau > > kita percaya adanya Roh. > > > > Salam, > > > > YSY > > > > > > > > From: Muhammad Razi [mailto:[email protected]] > > Sent: Wednesday, February 08, 2012 2:11 AM > > To: [email protected] > > Subject: Re: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY > > > > > > > > kalo di runut kejadiannya (gabungan ceritanya milis iagi dan bukunya > NatGeo > > - concise history of the World - Neil Kagan) > > > > > > > > 76,000 BCE - Toba erupsion > > > > 72,000 BCE - arrival modern humans in southeast asia > > > > 60,000 BCE - modern humans reach New guinea and Australia; first sign of > > human burial found in Australia > > > > 40,000 BCE - Modern humans arrive at Europe; living along side with > > Neanderthal > > > > 28,000 BCE - Neanderthal extintc in Spain; Solomon island settled > > > > 16,000 BCE - Humans cross the Bering strait to Alaska. Native Americans > are > > likely present. > > > > 14,000 - 8,000 BCE - chatastrophic events (???); Humans arrived in South > > America > > > > 12,000 - 8,000 BCE - start of ceramic arts in Japan > > > > 11,500 BCE - Clovis culture (paleo-indian) begins in North America's > great > > plains > > > > 11,000 BCE - Human reach Chile > > > > 11,000 BCE - Cultivation on wild rye in euphrates Syria > > > > 10,000 BCE - first sign of agriculture in China and Mediteran > > > > 7250 BCE - Catal huyuk in Anatolia reached population of 6000 > > > > 7000 BCE - Farming tribes spreads from Anatolia into Greece > > > > 5400 BCE - Bandkeramik culture develops in Europe > > > > 4000 - 2000 BCE - ????????? (some literature listed the forming of modern > > deserts) > > > > 2100 BCE - Ibrahim era in Ur > > > > > > > > katastropi di rentang 14,000 - 8000 BCE sepertinya banyak pendukungnya, > > > > tapi jika dibilang induk peradaban pertanian dan peternakan berasal dari > > nusantara kok agak meragukan ya? > > > > China, mediterania dan middle east sudah mengklaim nya terlebih dahulu ?? > > (dengan waktu yg hampir bersamaan, 10000 BCE) > > > > > > > > Ditinjau dari sisi agama Islam, berandai-andai hadits riwayat Hakim ttg > umur > > umat terdahulu adalah shahih > > > > maka, jarak Ibrahim ke Nuh "hanya" 1000 tahun; artinya kemungkinan ada > satu > > even katastropik lagi yg terjadi di kisaran tahun 4000-3000 BCE > > > > yg menyebabkan terjadinya "human dispersal" jilid terakhir sebelum masa > > modern (yg diawali tahun 3000 BCE) > > > > yang lebih menarik lagi, jarak Nuh ke Adam dituliskan "hanya" 1000 tahun > > juga ......, apa mungkin homo sapiens itu sebenarnya hanya dimulai sejak > > 4000 BCE? > > > > lalu siapa manusia yang hidup sebelum 4000 BCE ???? neanderthal semua? > atau > > homo sapiens jenis lain?? > > > > > > > > udah ah, kebanyakan berandai-andai .... > > > > > > > > salam > > > > Razi > > > > > > > > > > > > 2012/2/4 Danny Hilman Natawidjaja <[email protected]> > > > > Mang Okim dan Rekan-rekan IAGI yang baik, > > > > Perkenankan saya menguraikan ini dari sudut yang berbeda. > > > > Kebetulan saya berkesempatan berdiskusi panjang lebar sampai 1 jam lebih > > dengan Mang Stephen Oppenheimer itu waktu tgl 2 Februari kemarin. Saya > > juga hadir ketika rombongan Pak Gumilar dan Mang Oppenheimer bertemu dan > > berbincang-bincang dengan Presiden SBY. > > > > > > > > Oppenheimer adalah seorang dokter spesialisasi di bidang genetika. Obyek > > utama dari riset beliau adalah DNA manusia dari berbagai pelosok > Indonesia, > > Asia, Afrika, dll. Saya sangat kagum dengan kemampuan dari riset DNA ini, > > meskipun terusterang belum mengerti sepenuhnya. Yang jelas, dari DNA > > manusia yang hidup di satu wilayah kita bisa merekonstruksi evolusi > > perkembangan DNA tersebut sampai sampai puluhan ribu tahun ke belakang > > dengan ketelitian yang mengagumkan (meskipun tentu saja tidak seakurat > > radiometric dating untuk time histories-nya). Nah berdasarkan riset DNA, > > manusia Indonesia yang hidup sekarang dapat diketahui bahwa nenek moyang > nya > > sudah di Nusantara sejak 60.000 tahun lalu. Ini sangat menarik, karena > > kemungkinannya adalah permulaan masa re-populasi manusia setelah Letusan > > Katastropik Toba! > > > > Dari meneliti DNA ini pula Openheimer dapat memetakan pergerakan populasi > > manusia purba. Yang membuat saya "excited" adalah hasil pemetaan DNA yang > > menunjukan adanya penyebaran populasi tiba-tiba dari manusia (human > > dispersions) sebagai respon terhadap bencana banjir besar (kenaikan > airlaut > > yang sangat cepat atau tiba-tiba) sebanyak tiga kali yaitu dalam perioda > > 15.000 sampai dengan 8.000 tahun lalu (seperti yang pernah saya uraikan > di > > email ke Pak Koesoema). Alhamdulillah, saya juga dapat Info baru dari > > Oppenheimer bahwa diduga kuat terjadi banjir katastropik purba sekitar > 8000 > > tahun lalu (6000 SM) ditandai oleh "human dispersal" tsb . Jadi banjir > > katastropik ini tidak hanya terjadi pada sekitar 14.800 tahun lalu dan > > 12.000-an tahun lalu saja seperti yang saya pahami sebelumnya. > > > > > > > > Ngomong-ngomong soal penggenangan daratan Sunda sejak 20.000 s/d 8000 > tahun > > lalu itu, Openheimer bilang bahwa dia terpaksa ngomong bak geologist > untuk > > bukunya tsb, dan dengan rendah hati minta maaf kalau salah-salah katanya > > (sambil tersenyum). Kemudian kita ngobrol tentang betapa indah permainya > > "lembah" Laut Jawa pada waktu masa sebelum tergenang laut, yaitu sebuah > > dataran padang rumput yang sangat luas dialiri oleh sungai yang sangat > besar > > yang berhulu ke Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan sekarang, juga > > dikelilingi oleh hutan tropis, dan gunung-gunung api... benar-benar Eden > in > > the East. Ingat juga bahwa pada jaman dingin diantara 20.000 s/d 10.000 > > tahun lalu iklim masih ekstrim - dan wilayah yang paling tidak ekstrim > adaah > > di dekat khatulistiwa (Saya dengarbaru-baru ini ada larangan ke beberapa > > Negara di Eropa karena iklim di sana sangat ekstrim - banyak orang > > meninggal...). Saya bercanda bahwa:"kalau saya adalah bangsa yang paling > > adikuasa di Dunia waktu itu maka sudah dipastikan wilayah Indonesia > > khususnya lembah Laut Jawa yang akan saya diami (kalau perlu saya > taklukan > > dulu penduduk aslinya)" - Oppenheimer tertawa, lalu bilang: "Benar, > tentu > > saja; Saya yakin bahwa manusia Nusantara Purba mendiami wilayah dataran > > rendah tersebut sebelum digenangi air". Lalu teman di sebelah langsung > > nyeletuk iseng: " Jadi Pak Oppenheimer percaya bahwa Atlantis itu di > > Indonesia". Ini jawaban Oppenheimer: "Hmm, saya selalu berusaha > menghindari > > nama itu (bukannya tidak percaya) karena setiap saya bilang Atlantis > > orang-orang langsung memalingkan muka". Katanya sambil mesem-mesem. > > Kemudian teman di sebelah saya nyeletuk lagi:" Sudah dengar tentang > Piramid > > Sadahurip? Apakah Pak Oppenheimer percaya Piramid itu ada"? (dalam hati > > saya: "waduhh konyol juga nih teman...kaya pertanyaan wartawan aja J). > > Jawaban Oppenheimer, seperti yang saya duga: "Hmm, yeahh, that's > > interesting, but forgive me that I always be skeptical to hear such > things > > until I know the facts". Teman itu terlihat agak kecewa, tapi saya > bisikan > > :" Jawaban dia justru bagus, artinya dia peneliti beneran; kalau dia > bilang > > percaya saya malah akan kecewa". Kemudian saya cerita bahwa kami > menemukan > > hard facts yang menakjubkan di Gunung Padang - yang dikenal sebagai Situs > > Megalitikum. Saya cerita sedikit - dan Oppenheimer kelihatannya sangat > > tertarik, dia bilang ingin sekali berdiskusi tentang masalah "scientific > > findings" detil di Gunung Padang. Dia bilang kalau punya waktu ingin > > berkunjung ke sana. Oppenheimer sebetulnay berencana datang pada acara > tgl > > 7 Februari, tapi minta maaf tidak bisa karena harus segera ke Bali untuk > > persiapan acara Seminar Kebudayaan di Sanur yang diadakan oleh UI. > > > > > > > > Kemudian Oppenheimer bilang bahwa tentu saja akan sangat mengagumkan > apabila > > kita dapat menemukan artefak berupa sebuah Monumen/bangunan purba yang > > megah, meskipun demikian dia tidak riset kearah sana karena terlalu susah > > katanya (dalam hati saya:"tentu saja, ente kan dokter... ). "Yang saya > cari > > adalah domestikasi/peralatan-peralatan sederhana untuk pertanian dan > > peternakan karena ini gampang ditemukan dimana-mana. Untuk bikin monumen > > yang megah-megah pasti butuh makan kan" Kata Oppenheimer sambil senyum. > > Nah, hasil penelitian Oppenheimer ini dahsyat, diantaranya adalah sbb: > > > > 1. Bahwa binatang ternak ayan, babi, dan kambing (kalo tidak salah) > > adalah berasal dari Nusantara. Bangsa nusantara sudah berternak ini > sejak > > SEBELUM 10.000 tahun lalu! Oppenheimer menemukan bukti bahwa sekitar > 8000 > > tahun lalu hewan-hewan ternak ini sudah dibawa oleh para pelaut > Nusantara ke > > Pulau Bismarck dan pulau-pulau lainnya di Pacific. Kemudian juga > tentunya > > hewan-hewan ternak ini menyebar ke Asia juga. > > > > 2. Induk peradaban teknologi pertanian juga dari Nusantara (lebih > dari > > 10.000 tahun lalu) > > > > 3. Teknologi pelayaran di dunia ini asal-muasalnya juga dari > > Nusantara. Menurut Oppenheimer, yang mendorong bangsa Nusantara > "dipaksa" > > mengembangkan teknologi pelayaran ini adalah peristiwa banjir besar dari > > 14.8000 sampai 8000 tahun lalu tersebut. > > > > > > > > Nah, bagi saya konklusi Oppenheimer bahwa di Zaman Pra Sejarah Indonesia > > adalah pusat peradaban dari teknologi pertanian, perikanan, dan > pelayaran > > sudah lebih dari cukup. Itu adalah basis utama untuk membangun peradaban > > adijaya pada masa itu...apapun namanya...sebut sajalah Kerajaan Inohong > > Sunda Purba...he he he. > > > > Masa Dokter Oppenheimer kita paksa juga untuk ngerti masalah gunung dan > > piramida (mending kalo ditemenin Cici Piramida), lebih-lebih lagi > disuruh > > nyilem ke dasar laut seperti candaannya Pak Sby .. Kasian dong bo, udah > tua > > lagi...tega amat... Ta Iya J. > > > > > > > > Catatan: Dalam acara temu-muka dengan RI-1, Pak SBY hanya tanya apakah > dia > > (Oppenheimer) ada niat untuk melanjutkan penelitian di Indonesia, dan > kalo > > iya kenapa engga ditelliti aja tuh Laut jawa yang dia duga sebagai pusat > > peradaban purba-nya. Si Oppenheimer tentu saja kelabakan - > klemar-klemer > > dan jawabnya muter-muter ga jelas... Akhirnya Pak SBY ngomong sambil > > nyengir: "Don't worry, I know your background is a medical doctor". J > > > > > > > > Wassalam > > > > DHN > > > > > > > > > > > > From: Sujatmiko [mailto:[email protected]] > > Sent: Saturday, February 04, 2012 4:11 PM > > > > To: [email protected] > > Subject: [iagi-net-l] KUNJUNGAN STEPHEN OPPENHEIMER KE PR5ESIDEN SBY > > > > > > > > > > > > > > Rekan-rekan IAGI yang budiman, > > > > > > > > Di tengah riuhnya berita dan diskusi tentang Piramida Gunung Sadahurip , > > kemaren dulu 2 Februari 2012 , Pak Stephen Oppenheimer, penulis buku > Eden in > > The East , diberitakan berkunjung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di > > kantor beliau, didampingi Rektor UI Gumilar Rusliwa Sumantri. Mang Okim > > membaca beritanya dari koran Pikiran Rakyat dan Kompas Online. Berbeda > > dengan berita yang santer ditiupkan selama ini bahwa Pak Stephen > Oppenheimer > > mendukung hipotesis piramida untuk G. Sadahurip di Garut, ternyata > ketika > > didesak oleh wartawan tentang hal itu, beliau menjawab dengan enteng : > Saya > > belum bisa memastikan apakah G.Sadahurip di Garut itu piramida atau > bukan - > > - - Soalnya saya belum melihatnya secara langsung ! Beliau juga mengaku > > tidak pernah menemukan bukti bahwa kawasan Indonesia pada zaman dahulu > kala > > adalah Benua Atlantis yang hilang - - - - nah lho, pada hal bukti itulah > > yang sedang marak dicari oleh banyak orang, baik lewat peralatan super > > canggih , penggalian, trenching, pemboran , dll, ataupun lewat wangsit > dari > > leluhur - - - demi menggali kejayaan bangsa kita di zaman baheula ! > > > > > > > > Hal lain yang membuat mang Okim bertanya-tanya adalah pernyataan Presiden > > SBY yang disampaikan melalui Mendikbud M.Nuh yang ikut hadir dalam > pertemuan > > tersebut sbb : Presiden mengusulkan penelitian lanjutan tentang tesis > Benua > > Sunda yang terletak di Indonesia sebagai asal muasal bangsa-bangsa lain > di > > Asia. Jika terbukti, tesis Benua Sunda dapat membangkitkan semangat bagi > > kebangkitan bangsa Indonesia pada khususnya dan Asia Tenggara pada > umumnya. > > Pertanyaan mang Okim : " Apakah karena nenek moyang kita di zaman dahulu > > kala merupakan cikal bakal bangsa-bangsa lain di Asia, semangat kita > > kemudian akan bangkit ? " Bukankah kita memiliki begitu banyak tinggalan > > prasejarah yang hebat-hebat yang dibiarkan tak terurus seperti antara > lain > > 500-800 an Menhir Megalitik di Nagari Mahat , Payakumbuh, yang setiap > > Menhirnya merupakan tanda kubur dari tokoh nenek moyang terkemuka pada > zaman > > itu ? Mengapa kita harus mencari piramida dalam perut gunung yang oleh > > embahnya ahli gunung api dinyatakan sebagai gunung api purba ? Barangkali > > kalau yang memberikan pernyataan tersebut bukan Prof. Riset Dr. Sutikno > > Bronto atau Drs. Luitfi Yondri M.Hum. dan apalagi mang Okim, tetapi > Stephen > > Oppenheimer - - - mungkin ceritanya akan lain - - - ta' iya ! > > > > > > > > Semoga bermanfaat, Salam cinta geologi , > > > > > > > > Mang Okim > > > > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > ---- > > PP-IAGI 2011-2014: > > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > ---- > > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > > Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir > pengiriman > > abstrak 28 Februari 2012. > > > ---------------------------------------------------------------------------- > > ---- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the > > email to: [email protected] > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > No. Rek: 123 0085005314 > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0d%0aIAGI-net> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > --------------------------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted > > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > > IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct > > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from > loss > > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of > any > > information posted on IAGI mailing list. > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > > > -- > *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > -------------------------------------------------------------------------------- > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir > pengiriman abstrak 28 Februari 2012. > > -------------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the > email to: [email protected] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > > > > >

