Syarat Lulus S1 dengan Menulis Jurnal Ilmiah Diminta Dikaji Ulang 

Nurvita Indarini - detikNews

Jumat, 10/02/2012 12:14 WIB 

http://openx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=32051&campaignid=6772&zoneid
=24&channel_ids=,&loc=http%3A%2F%2Fwww.detiknews.com%2Fread%2F2012%2F02%2F10
%2F121425%2F1839212%2F10%2F%3F991104topnews&referer=http%3A%2F%2Fwww.detik.c
om%2F&cb=82cfc6d086

http://images.detik.com/content/2012/02/10/10/wisuda.jpgWisuda sarjana/Dok
Humas UI 

Jakarta - Jika ingin lulus, maka mahasiswa S1, S2, dan S3 diwajibkan menulis
di jurnal ilmiah. Kebijakan ini bagus namun dinilai tidak realistis.
Kebijakan ini pun diminta untuk dikaji ulang.

"Ini saya kira perlu didiskusikan dan kaji, lalu bisa diambil kebijakan yang
bermanfaat. Ini tanpa babibu, tanpa diajak ngomong, tahu-tahu begitu," ujar
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Edy Suandi Hamid, dalam
perbincangan dengan detikcom, Jumat (10/2/2012).

Kebijakan ini dinilai Edy tidak realistis jika diterapkan sebagai syarat
lulus S-1. Sebab jumlah jurnal ilmiah terbatas hanya sekitar 2.000-an,
sedangkan jumlah mahasiswa yang lulus setiap tahunnya sekitar 800 ribu.

"Tidak semua mahasiswa berkeinginan menjadi akademisi sehingga tertarik
untuk menulis di jurnal. Apalagi memang tidak semua mahasiswa didesain untuk
jadi akademisi, maka beberapa universitas menghilangkan menulis skripsi,"
terang Edy yang juga rektor UII Yogyakarta ini.

Lebih baik, sambungnya, mahasiswa diberi pilihan untuk menulis skripsi atau
menulis di jurnal sebagai syarat kelulusan. "Tapi jangan dipaksakan,"
harapnya.

Surat Dirjen Dikti Kemendiknas yang menjadi kontroversi adalah surat
bertanggal 27 Januari 2012 tentang publikasi karya ilmiah untuk mahasiswa
S-1, S-2, dan S-3 sebagai syarat kelulusan yang berlaku mulai Agustus 2012.

Bunyi surat Dirjen Dikti Djoko Santoso yang menyangkut syarat kelulusan
adalah:

Sebagimana kita ketahui pada saat sekarang ini, jumlah karya ilmiah dari
Perguruan Tinggi Indonesia secara total masih rendah jika dibandingkan
dengan Malaysia, hanya sekitar sepertujuh. Hal ini menjadi tantangan kita
bersama untuk meningkatkannya. Sehubungan dengan itu terhitung mulai
kelulusan setelah Agustus 2012 diberlukan ketentuan sebagai berikut:

Untuk program S1 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah
Untuk program S2 harus ada makalah yang terbit di jurnal ilmiah
terakreditasi Dikti
Untuk program S3 harus ada makalah yang terbit di jurnal Internasional.

(vit/nrl) 

 

<<image001.gif>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke