Semoga betul buatan manusia;
 kalau endapan pasir dpt meredam gempa aku salut, biasanya kalau ada air malah 
jadi sumber masalah;
Salam.
 

----- Original Message -----
From: Prianggito Sulistiono <[email protected]>
Sent: 11 February 2012 05:00
To: <[email protected]> <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Resume Saresehan Peradaban dan Katastropik Purba, Tgl 
7 Februari 2012

Maaf, email saya terakhir bukanlah tanggapan atas cerita panjang Kang Danny, 
sekali lagi maaf :D

prianggito
>> IAGI-netter yang budiman,
>> Mohon maaf baru dapat me-respon email karena sedang mengikuti Int.Conference
>> Kebudayaan yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Kebudayaan UI di Sanur Bali,
>> saya dan ADB diminta untuk bicara bersama Prof. Oppenheimer kemarin.
>> 
>> Saresehan "Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba di
>> Nusantara untuk Memperkuat  Karakter dan Ketahanan Nasional" Tgl 7 Februari
>> kemarin berlangsung dengan sangat meriah dihadiri oleh sekitar 500-an
>> pengunjung dari berbagai kalangan dan juga bidang keilmuan.  Luarbiasanya
>> lagi, sebagian besar pengunjung setia duduk dari pkl 9 pagi sampai selesai
>> (pkl 16:00).  Sebagian malah sudah datang sejak pkl 7 pagi, dan sebagian
>> tidak kebagian makan siang tapi rela duduk sambil menahan lapar sampai sore.
>> Uniknya saresehan ditutup tanpa sesi kesimpulan.  Pasalnya panitia lupa
>> mempersiapkan dan melakukannya, dan mereka juga heran kok bisa sampai
>> lupa... Mungkin terlalu excited dengan jalannya saresehan yang kata
>> pengunjung memang seru.  Jadi perkenankan saya mencoba membuat resume-nya.
>> Silahkan bagi rekan-rekan yang kebetulan hadir di saresehan untuk mengoreksi
>> atau menambah-kurangi resume ini.
>> 
>> Presentasi dimulai dari perkenalan tentang Tim Bencana Katastropik Purba
>> (apa, siapa, visi, konsep, hipotesa kerja, metoda, dan goals).  Kemudian
>> dilanjutkan dengan presentasi singkat oleh DHN dan ADB tentang hasil
>> penelitian di Banda Aceh, Batujaya, dan Trowulan.  DHN presentasi tentang
>> temuan dua gempa besar yang terjadi sekitar tahun 1390 dan 1440 M  di Aceh
>> yang diikuti tsunami sebesar yang terjadi pada tahun 2004.  Bukti berupa
>> data pengangkatan dari koral mikroatol di P. Simelue dan lapisan endapan
>> tsunami yang ditemukan di dekat Kota Banda Aceh.  Pada lapisan tsunami
>> banyak ditemukan artefak-artefak keramik.  Dua bencana tsunami ini diduga
>> berperan besar dalam keruntuhan kerajaan Samudra Pasai yang kemudian diikuti
>> dengan kemunculan Kerajaan Iskandar Muda.  Adanya 'diskontinuitas' dari
>> peralihan dua kerajaan ini banyak membuat para sejarawan bingung.  Baru
>> mereka mengerti setelah tahu peristiwa bencana tsunami ini.  Sebetulnya
>> 'kenangan' tentang bencana tsunami ini masih ada dalam masyarakat Aceh
>> sekarang yaitu dengan adanya istilah IEU-BEUNA (Airbesar) namun sayangnya
>> mereka sudah tidak paham lagi apa maksud dari kata itu... sampai terjadi
>> lagi bencana serupa tahun 2004.  
>> 
>> Selanjutnya ADB mempresentaskan tentang penelitian di Situs Batujaya,
>> Krawang. Survey Georadar memperlihatkan bahwa di beberapa situs bangunan
>> batubata merah yang hanya tersembul beberapa meter saja dipermukaan ternyata
>> dibawahnya ada bangunan yang terkubur sampai 15 meter yang bisa merupakan
>> bagian bangunan dengan umur sama (Abad 4 Masehi) atau peninggalan peradaban
>> yang lebih tua lagi.  ADB juga menguraikan bahwa di sekitar situs ditemukan
>> endapan marin (laut). jadi dulunya situs ada di dekat garis pantai.
>> Kemudian ADB juga memperlihatkan sayatan horizontal dari hasil survey
>> seismic 3D di utara Jakarta yang memperlihatkan jejak sungai purba dengan
>> jelas sekali dan mengemukakan pentingnya dunia industri minyak menyumbangkan
>> data seismic hanya sebatas data Pleistosen-Holosen yang tidak ada gunanya
>> untuk ekslorasi minyak tapi akan banyak manfaatnya untuk penelitian pemetaan
>> Patahan Aktif, pemetaan paleogeografi, kebencanaan, dll.  Untuk Trowulan,
>> ADB memperlihatkan bahwa dari hasil survey Georadar dan pemboran tangan
>> dangkal juga analisa carbon dating ditemukan bahwa (jejak) kanal besar yang
>> disimpulkan oleh para arkeolog dibuat pada Jaman Majapahit ternyata
>> posisinya ada di bawah "ketidakselarasan" struktur batamerah Majapahit di
>> (dekat) permukaan, atau dengan kata lain kanal itu dibuat oleh peradaban
>> sebelum Majapahit.  Hasil carbon dating menunjukan bahwa umur dari lapisan
>> peradaban di bawah Majapahit itu sekitar 600 SM (kelahiran Budha).  Dari
>> berbagai singkapan karena penggalian tanah yang diambil untuk industri
>> pembuatan bata ditemukan banyak struktur sisa bangunan dari batamerah di
>> bawah lapisan Majapahit yang tertimbun oleh endapan lumpur mirip LUSI. Di
>> singkapan lain ada juga reruntuhan batamerah (pra-Majapahit) yang tertimbun
>> endapan seperti lahar. 
>> 
>> SESI GUNUNG PADANG  
>> Pak Luthfi Yondri, arkeolog yang meneliti Gunung Padang, memaparkan tentang
>> sejarah penemuan situs dan hasil penelitian arkeologi, yaitu sebatas bahwa
>> situs Gunung Padang di Cianjur adalah Situs Megalitikum yang 'sederhana'
>> terdiri dari kolom-kolom andesit/basalt yang ditata membentuk teras-teras di
>> atas puncak sebuah bukit. Siapa yang buat, bagaimana buatnya, darimana
>> source kolom-kolom andesit-basaltnya dan kapan dibuatnya belum diketahui,
>> kecuali hanya dikira-kira berdasarkan perbandingan dengan situs-situs
>> megalitik lain dan frame-time arkeologi Indonesia, yaitu sekitar 2500 tahun
>> SM.  (Pak Lutfi sebetulnya punya data actual yang cukup menarik dari
>> trenching yang pernah dilakukannya tahun 2000-an. Dari trenching sedalam
>> sekitar 2 meter di Teras pertama dia menemukan bahwa setiap kolom andesit
>> yang ditumpuk-tumpuk terbungkus oleh satu lapisan seperti tanah.  Katanya
>> dia sudah tanya ke teman-teman geologi tentang bungkus tanah itu tapi tidak
>> mendapat jawaban yang memuaskan.  Kami menduga itu adalah semacam semen
>> purba.  Semen antar kolom andesit itu malah masih bisa dilihat pada
>> dinding-ramp antara Teras satu ke Teras dua.  Entah kenapa Pak Lutfi tidak
>> hasil trenching dan kolom andesit yang seperti dibungkus tanah itu di
>> saresehan padahal sudah saya bilang itu hal yang sangat menarik). 
>> 
>> Pak Pon Purajatnika, mantan Ikatan Ahli Arsitektur JABAR, mempresentasikan
>> penelitiannya di Gunung Padang yang sudah dilakukan sejak tahun 2008.
>> Menurut Beliau konstruksi tumpukan batu G. Padang bukan pekerjaan
>> sembarangan tapi hasil olah arsitektur yang luar biasa. Setelah dilakukan
>> studi banding ke Michu-Pichu (bangunan Piramid Maya di Peru) beliau
>> berkesimpulan bahwa arsitektur G.Padang persis sama dengan Michu Pichu.
>> Beliau juga sudah membuat rekonstruksi Situs Gunung Padang di atas bukit
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke