Oki 

Yang Anda lampirkan itu abstarknya siapa ?

si Abah



________________________________
 From: o - musakti <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, January 24, 2012 12:22 PM
Subject: [iagi-net-l] Shale gas indonesia Re: [iagi-net-l] Fw: [IA-ITB] Ada 
Beberapa Cara untuk Mengurangi Subsidi Harga BBM
 

Mas Bambang,
Sangat menarik dan sangat ingin ikut. Apadaya kendala jarak menghalangi.
Kalau boleh saya minta proceeding atau minimal laporan pandangan matanya 
yah...... 



________________________________
 From:  Bambang P. Istadi <[email protected]>; 
To:  [email protected] <[email protected]>; 
Cc:  SPE Java Section <[email protected]>; 
Subject:  RE: [iagi-net-l] Fw: [IA-ITB] Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi 
Subsidi Harga BBM 
Sent:  Tue, Jan 24, 2012 2:58:37 AM 
 

Rekan2 sekalian,
 
Rekan OQ udah singgung soal shale gas. Kalau mau denger lebih jauh tentang 
shale gas, mohon numpang promosi sekalian, silahkan datang keacara diskusi 
panel SPE hari kamis tgl 16 Februari 2012 di Gran Melia Hotel, mulai jam 8.30 
sampai makan siang. Judul acara tersebut “SHALE GAS POTENTIAL IN INDONESIA”. 
Minat di shale gas cukup tinggi dengan banyak perusahaan yang akan/ sedang 
melakukan studi baik dengan Migas maupun secara internal, meskipun belum ada 
regulasi yang mengatur soal shale gas ini. Disisi lain, mungkin belum banyak 
SDM yang bisa menanggani shale gas, sehingga acara ini selain mengupas 
karakter, potensi dan regulasi, akan dibahas pula produksi dan operasi shale 
gas, agar lebih banyak pihak dan investor yang tertarik untuk mengembangkan 
shale gas di Indonesia. Diharapkan juga agar perguruan tinggi dapat mencetak 
kader2 shale gas dimasa datang agar potensi ini bisa digarap secara bijaksana 
dan maksimal. Para panelist sebagai berikut:
 
•      Edy Hermantoro, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Shale Gas 
Potential, Regulation and Challenges.
•      Bruce Clement, Managing Director of AWE Limited, Indonesia Shale Gas 
Opportunity from Investor’s Point of View.
•      Cahir O’Neill, Senior Account Executive, IHS Asia-Pacific, Shale Gas 
Characteristics and Production Potential in Indonesia. 
•      SPE Distinguished Lecturer,  Dr. Erdal Ozkan, professor of Petroleum 
Engineering and co-director of Marathon Center of Excellence for Reservoir 
Studies at Colorado School of Mine. Releasing Shale-Gas Potential with 
Fractured Horizontal Wells
•      Pedro Artola, Indonesia Stimulation Domain Manager, Schlumberger. Shale 
Gas Fracturing – Operational and Execution Aspects.
 
Bagi yang berminat silahkan daftar dengan kirim email ke ibu Mega: 
[email protected] . Biayanya tidak mahal  Rp 250 ribu (Member), Rp 
300 ribu (Non-Member)  dan untuk student Rp 25 ribu, dan sudah termasuk makan 
siang. Khusus untuk rekan2 dosen yang tertarik untuk hadir, gratis tidak 
dipungut biaya dengan membawa undangan, mohon kirimkan email kesaya dan ibu 
Mega agar undangan bisa dikirim.  Mari rekan2 sekalian, datang dan kita 
bertukar pikiran soal potensi shale gas.
 
Abstraknya sebagai berikut:
In the USA, the recent boom in shale-gas production has boosted US gas reserves 
to an all-time high and caused a drop in the gas price from a recent high of $8 
to $4/mmbtu. Shale gas was a small business, run by small-time operators and 
profit margins were too small to interest major companies. However, stimulated 
by the Department of Energy and the Gas Research Institute, shale gas plays and 
gas reserves in the US are now reportedly oil-equivalent to Saudi Arabian oil 
reserves. Shale gas exploration is booming, from Argentina to India, from 
Canada to South Africa.
 
Indonesia’s shale gas resource potential is estimated at 574 TCF, spread across 
7 basins in Sumatra, Java, Kalimantan and Papua. Shale formations such as the 
Baong Shale, Telisa Shale and Gumai Shale in Sumatra are thought to have the 
potential for shale gas extraction in commercial quantities. Wanting to 
replicate the US success story; the government is betting that the development 
of shale gas will help resolve the problem of dwindling oil revenue and curb 
the current significant gas-supply deficit. With regulations for the 
development of shale gas in Indonesia expected to be issued in the near future, 
understanding its potential and regulatory framework that supports the shale 
gas development in Indonesia is a critical issue for stakeholders. In parallel, 
studies and geological analyses are already under way to find key shale gas 
areas.  Several companies have applied for joint studies with Migas and 
universities. 
 
What are the major developments in the understanding and cost-competitive 
application of technologies to exploit this potential?  What services are 
available to hydraulically fracture horizontal wells to improve the fracture 
connection within the reservoir? The shale gas boom in the US is a direct 
result of applying shale-gas fraccing technology to gas bearing shale 
formations, which are entering the gas generation zone, but are still in the 
oil window. A major contributing factor for the productivity of shale 
reservoirs is the existence of a pervasive reservoir fracture network around 
the well. 
 
Could shale gas significantly contribute to Indonesia’s 2025 energy mix plans?  
This and all of the above issues will be presented and discussed in this “SPE 
Panel Discussion on Shale Gas Potential in Indonesia”
 
 
 
From:o - musakti [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, January 21, 2012 2:18 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Fw: [IA-ITB] Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi 
Subsidi Harga BBM
 
Dengan revolusi shale gas, AS sekarang kembali self sufficient bahkan mungkin 
tidak lama lagi bakal kembali menjadi exportir gas. Harga spot price di Henry 
hub sekarang turn jadi 2.37 $ per MMBTU sedangkan harga futurenya malah 
terendah dalam 10 tahun terahir. Ini meskipun sedang musim dingin di belahan 
utara plus demand meningkat dari jepang paska kecelakaan reaktor nuklir. 

Kesimpulannya, kalau mau berburu gas, ya sekarang ini saatnya. Banyak analis 
meramalkan bahwa dalam 10 tahun mendatang glut gas masih akan tetap 
berlangsung. Buat saya, saat ini yang paling gampang ya impor saja LNG dengan 
kontrak jangka menengah dan panjang. Kalau perlu izinkan multinationals yang 
pegang kps untuk jadi importir LNG dengan syarat mereka bangun receiving 
terminal . Jangan jangan biaya untuk beli LNG plus bikin terminal bakal lebih 
murah ketimbang kalau kita mesti develop lapangan gas sendiri. 

sementara itu cari cara untuk bisa mengkomersialisasi lapangan2 yang sudah (dan 
akan) ditemukan yang saat ini tidak ekonomis alias stranded. Mayoritas lapangan 
gas Indonesia terlalu kecil untuk di LNG kan. Cari teknologi tepat guna dan 
tepat skala untuk mengembangkannya. Teknologi macam Natural Gas
 Hydrate (NGH) yang sedang dikembangkan di jepang dimana gas dirubah menjadi 
butiran padat (seperti dry ice) dan bukannya cairan seperti LNG mungkin bisa 
dijajaki..... 
 

________________________________

From: Ismail Zaini <[email protected]>; 
To: <[email protected]>; 
Subject: Re: [iagi-net-l] Fw: [IA-ITB] Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi 
Subsidi Harga BBM 
Sent: Fri, Jan 20, 2012 10:13:36 AM 
masalah subsidi ini bukan masalah sekarang saja dan masalah subsidi ini ora 
bakal habis habis selama harga tdk diserahkan pasar. dalam UU APBN 2012 sudah 
diamanatkan untuk dilakukan pengendalian subsidi  dan tepat sasaran mulai 1 
April 2012 , belum belum sudah ramai dg opsi opsi pengendalian tsb  akhirnya 
ragu ragu untuk melaksanakan.( mulai  dari  opsi konversi ke gas sampai 
kendaraan pribadi tidak dibolehkan pakai BBM bersubsidi secara bertahap mulai 
dari DKI ), Ternyata sekarang berkembang untuk menaikan harga subsdidi BBM dari 
pada Pembatasan pemakian dan konversi ke gas, karena dalam UU APBN 2012 harga 
BBM subsidi  diputuskan tidak naik maka kalau mau naikan harus nunggu adanya UU 
Perubahan ( APBNP 2012 ). jangan jangan nanti begitu mau dilaksanakan kenaikan 
ramai ramai lagi ragu ragu lagi. Kesimpulannya " Selalu ragu untuk Melaksanakan 
keputusan" 
Kalu di subsidi listrik relatif lebih simpel pengendaliannya, problemnya adalah 
pemakian BBM untuk listrik dikurangi diganti dg Gas atau Batubara yg cukup 
harga sudah akan jauh menurun shg harga Keekonominannya sdh relatif sama dg 
tarif nya.( tanpa subsidi atau subsidinya kecil , selisih harga listrik subsidi 
dg tdk subsidi cuma kira kira 300 Rp/Kwh , bandingkan dg selisih harga BBM 
subsidi dg non subsidi ) , ini bisa lumayan ada 90 T dihemat dari data Pak 
Wamen tsb. Permasalahannya ternyata PLN golek gas tidak gampang dinegeri yang 
kaya akan Gas ini.......................bahkan tahun 2010 saja PLN harus 
mengeluarkan tambahan biaya karena tidak kebagian gas kira kira 20 T ( termasuk 
Lap gas Kepodang yg tidak ngocor  ngocor  shg PLTG Tambak Lorok Semarang jadi 
"korban" nya )
Kalau di Subsidi BBM masalahnya komplek, dari penambahan Mobil/motor baru yg 
terus meningkat ( mendekati 1 juta pertahun untuk mobil , kalau satu hari pakai 
BBM 10 Ltr maka tiap hari ada kebutuhan 10 juta liter , ini baru dari mobil 
belum motor ,  peningkatan produksi migas sdh dikalahkan oleh peningkatan 
pemakaiannya untuk dibakar )
Terus dikemanakan Dana Subsisi yg ratusan T itu digunakan kalau Subsidi tidak 
ada ? Apa iya kalau digelontorkan ke Dirjen Migas bisa menaikan produksi secara 
signifikan , bagaimana meknismenya dan siapa eksekutornya , berapa lama 
terealisir ..... Apakah tidak lebih baik memberikan incentif /  fasilitas 
fasiliatas fiskal dan jaminan kepastian hukum serta iklim yg kondusif untuk 
investasi ( ekplorasi )  saja..........daripada melakukan dg uang subsidi tsb , 
uang subsidi yg cocock digunakan untuk infra struktur spt jalan , fasiliatas 
transporatasi umum , pendidikan, kesehatan dll.......
Dari data  2010 Penemuan Cad Baru hanya 140,5 MMBO dg Tingkat Produksi 
344,9MMBO dan Status Cadangan 7764 MMBO
 
ISM
 
 
----- Original Message ----- 
>From:kartiko samodro 
>To:[email protected] 
>Sent:Friday, January 20, 2012 10:31 AM
>Subject:Re: [iagi-net-l] Fw: [IA-ITB] Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi 
>Subsidi Harga BBM
> 
>saya dari dulu tidak begitu suka ide kenaikan bbm tanpa " didahului" perbaikan 
>transportasi publik....rasanya seperti melepas tanggung jawab...
>apalagi pada kondisi sekarang dimana terlihat bahwa dana dan anggaran negara 
>diboroskan semena mena.
>saya pernah mengusulkan untuk tidak menaikkan bbm tapi menaikkan pajak 
>kendaraan bermotor terutama mobil mewah / cc besar,  jadi pemda membayar 
>supply bbm yang dialokasi ke daerahnya melalui pendapatan pajak kendaraan 
>bermotornya.
>2012/1/20 ok.taufik <[email protected]>
>Dari tulisan Pak Wid di milis sebelah. 
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>________________________________
>
>From: Widjajono Partowidagdo <[email protected]> 
>Sender: [email protected] 
>Date: Fri, 20 Jan 2012 07:24:15 +0800 (SGT)
>To: <[email protected]>
>ReplyTo: [email protected] 
>Subject: [IA-ITB] Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi Subsidi Harga BBM
> 
>  
>Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi Subsidi Harga BBM
> 
>Oleh: Widjajono Partowidagdo
> 
>Tahun 2011 subsidi harga BBM untuk transportasi dan LPG adalah Rp. 165 
>Triliyun dan subsidi untuk listrik (yang sebagian besar diakibatkan oleh BBM) 
>Rp. 90 Trilyun, sehingga totalnya Rp. 255 Trilyun, padahal pendapatan 
>pemerintah dari migas Rp 272 trilyun. Lebih baik subsidi harga BBM tersebut 
>digunakan untuk membuat  orang2 miskin menjadi lebih sejahtera, perdesaan dan 
>daerah lebih maju, infrastuktur lebih baik dan kemampuan nasional meningkat 
>sehingga kita bisa lebih mandiri (produksi migas dan tambang, pertanian, 
>pesawat, mobil, kapal, kereta api, senjata Nasional meningkat) dan Indonesia 
>lebih cepat menjadi Negara Maju yang Terpandang..
> 
>Jangan membandingkan Indonesia dengan Nigeria. Cadangan minyak terbukti 
>Nigeria 36 milyar barel dan Indonesia 3,7 milyar barel, produksi minyak 
>Nigeria 2,6 juta barel per hari sedang Indonesia 0,9 juta barel per hari, 
>penduduk Nigeria 136 juta dan Indonesia 241 juta sehingga konsumsi minyak 
>Nigeria diperkirakan 0,65 juta barel per hari dan Indonesia 1,3 juta barel per 
>hari. Jadi, kalau penduduk Nigeria protes harga BBM dinaikkan maka wajar saja 
>karena Nigeria kaya minyak. Hanya negara yang kaya minyak seperti Saudi 
>dan Venezuela BBM nya murah sekali. Produksi minyak Indonesia 2011 adalah 902 
>ribu B/D, ekspornya 361 ribu B/D dan Impor minyak 272 ribu B/D dan BBM 499 
>ribu B/D. Mengimpor (Minyak dan BBM) 771 ribu barel per hari menunjukkan bahwa 
>kita tidak kaya minyak, padahal minyak adalah energi yang paling mahal. Orang 
>yang tidak kaya tetapi memakai barang mahal pasti hidupnya susah.
> 
>Negara2 Amerika Latin yang anti Neolib seperti Brasil, Argentina dan Chili BBM 
>nya tidak disubsidi, akibatnya BBN (Bahan Bakar Nabati) dan Industri Nasional 
>(mobil, pesawat, senjata dan pertanian) nya berkembang. Bahkan Brasil sekarang 
>menjadi Negara Idola disamping Rusia, India, Cina dan Korea (BRICK) . Brasil 
>bahkan sudah menguasai Teknologi Migas Lepas Pantai disamping Cadangan dan 
>produksi minyaknya meningkat pesat. Petrobras adalah Perusahaan Migas 
>terpandang di Dunia. Di India maupun Cina  dan bahkan Vietnam tidak ada 
>subsidi BBM tetapi transportasi umum disubsidi sehingga nyaman dan Industri 
>Nasionalnya meningkat pesat.
> 
>  
>Ada beberapa Cara untuk mengurangi Subsidi Harga BBM: 
>:
>Naikkan harga premium untuk mobil pribadi tiap tahun, sebagai contoh 1 April 
>Tahun 2012 menjadi Rp 6.000 per liter, 2013 menjadi Rp 7.000 per liter dan 
>2014 menjadi Harga Pasar (sekirtar Rp 8.000 per liter). 
> 
>Naikkan harga premium untuk mobil pribadi secara otomatis 5% tiap bulan. 
>Akibatnya dalam 18 bulan harga menjadi Rp 8100/ liter.  Hal ini pernah 
>diberlakukan di Inggris untuk penyesuaian harga listrik. Naikkan harga premium 
>1 April 2012 menjadi harga pasar (sekarang Rp 8200/liter) untuk Jakarta 
>dulu lalu disusul daerah2 lainnya sampai akhir 2014.   
>Harga Premium terdiri dari Biaya Premium + Alpha + Pajak. Saat ini biaya 
>premium ( USD 110/ barel) atau Rp 6.500/ liter dan margin Rp 700 /liter serta 
>pajak (15%) Rp 1.000/liter maka Harga Premium adalah Rp 8200/ liter. Apabila 1 
>April 2012 ini Alpha (Biaya distribusi + Margin) dan Pajak ditanggung 
>Pemerintah maka Harga Premium adalah Rp 6500/liter. 1 April 2013 bisa hanya 
>Pajak yang ditanggung Pemerintah sehingga Harga Premium Rp 7200/liter dan 1 
>April 2014 dikenakan Pajak maka Harga Premium Rp 8200/ liter (tergantung harga 
>minyak dan kurs dolar). 
> 
>Catatan: Untuk semua opsi diatas mulai 1 April 2012 (bahkan sebaiknya mulai 
>hari ini) perbaiki transportasi umum dan kendaraan umum beralih ke BBG. 
>Kendaraan pribadi dapat memakai memakai BBM tidak bersubsidi atau BBG.  
>__._,_.___
>Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic 
>Messages in this topic (1) 
>Recent Activity:
>·         New Members 6 
>Visit Your Group 
>***
>
>Wow Senyum-ITB seru! Ajak teman dan kolega ikut. Klik http://bit.ly/p8cD25
>Banyak program acara menarik dan seru di Senyum-ITB. Segera dicoba deh :-)
>
>
>Anggota: 1.370                              Diperbarui: 1 Januari
 2012
>============================================================
>                  *** IA-ITB ***
>     Ikatan Alumni - Institut Teknologi Bandung
>       http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
>       Portal Senyum-ITB: http://bit.ly/p8cD25
>
>Managed by: IA-ITB & 99Venus International ( http://yhoo.it/fYDB7B )
>    http://IA-ITB.com   http://IA-ITB.blogspot.com
>============================================================
>
>
>MARKETPLACE
>Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get 
>the Yahoo! Toolbar now.
>Error! Filename not specified.
>Error! Filename not specified.
>Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
>.
>Error! Filename not specified.
>__,_._,___ 

Kirim email ke