Berkah dan bencana selalu berdampingan, laiknya siang dan malam,
Hujan dan banjir. Panas dan dingin,
Masalahnya hanya 
Bagaimana kita berkiat dan 
Memandangi mereka.
Karena alam selalu menjaga 
Keseimbangan mereka.
Salam bdn 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Mon, 20 Feb 2012 20:08:23 
To: IAGI<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] MAGMA MERAPI Mulai Bergerak Naik
MAGMA MERAPI Mulai Bergerak Naik
Pada: Senin, 20/2/2012 02:18

JOGJA—Perkembangan aktivitas Merapi kian serius. Magma yang berada di perut
gunung tersebut mulai bergerak naik. Dia tengah bersiap untuk menepati
janjinya.

Hingga kini aktivitas kegempaan Gunung Merapi belum juga turun justru terus
meningkat. Pada Sabtu (18/2/2012) gempa vulkanik dangkal tercatat 35 kali,
low frekuensi 1 kali, multi phase (MP) 47 kali dan guguran 1 kali.
Aktivitas tersebut meningkat dari hari sebelumnya yakni pada Jumat
(17/2/2012) gempa MP sebanyak 43 kali, gempa vulkanik dangkal 23 kali dan
gempa guguran berlangsung 2 kali.

Gempa low frekuensi menjadi gempa yang pertama kali terdeteksi dalam
aktivitas beberapa hari terakhir. Gempa inilah yang disebut Kepala Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebagai pergerakan magma
ke atas.

“Gempa low frequency atau frekwensi rendah, biasanya berhubungan dengan
magma yang naik naik ke permukaan entah itu membentuk kubah atau masuk ke
kantung fluida/magma,” kata Surono kepada Harian Jogja Express, Minggu
(19/2/2012).

Menurut Surono saat ini Merapi tengah mempersiapkan diri untuk erupsi.
“Untuk gunung api sekelas Merapi, yang letusannya rata-rata 2-4 tahunan,
sudah harus bersiap-siap untuk tata-tata untuk menepati janji di kemudian
hari sejak saat ini,” tegasnya.

Mbah Rono, demikian dia biasa dipanggil mengingatkan letusan Merapi 2010
besar sekali. Hal tersebut menjadikan magma di kantung-kantung magma nyaris
keluar semua. Untuk itu secara alam harus segera diisi untuk janji di
kemudian hari. “Ini normal, jika tidak Merapi mati, jika Merapi mati, kita
rugi, tidak ada berkah yang melimpah,” ujarnya.

(JIBI/Harian Jogja)


-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke