Kang Abah Yanto yang bijak.

 

Tentu saja, pension akan saya nikmati dan sukuri sambil menekuni hoby
petrologi ini. Terima kasih atas encouragement nya. Sebetulnya ada satu
kader yang sekarang lagi di Jepang ambil S-3, sebentar lagi pulang karena
baru saja selesai programnya.

Salam, 

Yatno

 

From: Yanto R. Sumantri [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, February 21, 2012 10:36 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Pak Yatno

 

dear pak Yatno

 

Menjadi pensiunan bukanlah akhir dari pengabdian jadi ndak usah berhenti
berkarya  apalagi Anda adalah orang kampus . Jadi lebih banyak waktu lagi
untuk menekuni "hobby" petrologi batuan beku.

Merasa sedih karena merasa tidak ada kader ??? Jangan putus asa , karena
dalam dunia persilatan ada pepatah "ombak yang dibelakang mendorong ombak
yang didepan " . Akan selalu ada generasi muda yang mungkin lebih pintar.

 

Pak Yatno tahu penyakit orang pensiunan , yaitu sering berkata : "
.......Dulu jaman saya disitu ..........................dst "

Semoga kita tidak kena penyakit itu ya.

 

Salam kangen.

 

si Abah

  _____  

From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, February 20, 2012 4:25 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] GUNUNG PADANG : PENCERAHAN PAK YATNO





Iya juga ya Pak. Malah sering terjadi banjir lahar hujan. 

Terima kasih pencerahannya Pak.

Sent via BlackBerry from Maxis

  _____  

From: "Bandono Salim" <[email protected]> 

Date: Mon, 20 Feb 2012 08:28:55 +0000

To: <[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: Re: [iagi-net-l] GUNUNG PADANG : PENCERAHAN PAK YATNO

 

Lho basahlah pak, kan tepat turunnya hujan, dan tempat orang cari emas.

Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: [email protected] 

Date: Mon, 20 Feb 2012 08:00:50 +0000

To: <[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: Re: [iagi-net-l] GUNUNG PADANG : PENCERAHAN PAK YATNO

 

Mungkin karena dianggap lahan kering, jadi enggak banyak yang mau??? 

Sent via BlackBerry from Maxis

  _____  

From: Ok Taufik <[email protected]> 

Date: Mon, 20 Feb 2012 13:29:58 +0700

To: <[email protected]>

ReplyTo: <[email protected]> 

Subject: Re: [iagi-net-l] GUNUNG PADANG : PENCERAHAN PAK YATNO

 

Pak Yatno,

 

kalau bapak sedih setelah pension tak ada yang meneruskan petrologi
volcaniknya..ya salah pak Yatno lah tak mempersiapkan kadernya..wah bapak
bisa di class action nih pakai uang negara tak melakukan kaderisasi:)))

2012/2/20 Yustinus Suyatno Yuwono <[email protected]>

Pak Danny yang baik.

Lho saya tidak menakuti siapapun. Justru senang sekali ada lebih banyak yang
peduli tentang batuan volkanik. Cuma yaitu, hati- hati membuat
interpretasinya.
Saya bulan ini pension dari ITB karena memang sudah umur 65 th. Sejak
kembali dari Prancis 1987 saya sudah galakkan penelitian volkanik, sudah
banyak lulusan S-1, S-2, dan ada juga S-3 yang mengambil topic pemetaan
volkanik yang saya bimbing, yang sebelumnya selalu menghindari volcanic
terrain. Setelah pension mudah-2 an ada yang mau meneruskan usaha saya ini.
25 th lebih saya menggeluti petrologi volkanik ini, saya sedih bila gak ada
yang mau meneruskannya. Indonesia kaya gunungapi tapi geologisnya kurang
peduli tentang volcanic product- nya. Ironis kan??? Berapa % lulusan geologi
kita ini yang tugas akhirnya (pemetaan lapangan S-1) di volcanic terrain dan
mampu memahami prinsip-2 stratigrafi tefra? Mengambil sample dan observasi
yang baik (tidak sembarangan) di lapangan sampai analisa petrografi, major
and trace elements chemistry dan isotop sampai kimiawi kristal-nya?

Dari puluhan mahasiswa yang telah lulus yang saya bimbing malahan gak ada
yang me- respon milis ini!!! Sudah pada lupa ilmunya barangkali atau sudah
sibuk dan melupakannya???

He... he... Pak Danny, selamat berburu volcanic products, dulu saya pernah
pesan sama Pak Dr Sutikno Bronto ketika beliau baru selesai DR nya (G
Galunggung) saya ucapkan cuga selamat berburu volcanic product kepada
beliau. Kalo P Tikno disertasi nya di Volkanik Kwarter, saya di volkanik
Tersier sampai Plestosen, itu bedanya.
Salam,
Yatno (bulan ini pension dari PNS)



-----Original Message-----
From: Danny Hilman Natawidjaja [mailto:[email protected]]

Sent: Thursday, February 16, 2012 8:10 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] GUNUNG PADANG : PENCERAHAN PAK YATNO

Terimakasih pak Yatno,
Perfectly understood.  Saya juga dulu belajar kegunung apian cukup intens,
setahun mengambil course di Geothermal Institute Univ. Auckland NZ waktu
ngambil S2 di sana, dan juga dapat kuliah-dan lapangan kegunungapian waktu
ngambil S3 di Caltech.
Saran saya lebih baik kita "encourage" orang untuk belajar geologi gunung
api bukan malah terkesan menakut-nakuti dengan kompleksitasnya.  Dalam dua
decade terakhir ini penelitian geologi/stratigrafi gunung api di Indonesia
seperti mati suri... bahkan kelihatannya tidak lagi ada pelajaran mata
kuliah gunung api di Jurusan Geologi.  Sampai saat ini setahu saya
pengetahuan bentukan stratigrafi gunung api masih kebanyakan dalam teori
saja. Contoh atau data aktual-nya sangat sedikit...Ini salah satu hambatan
besar untuk mencari jejak artefak diantara tumpukan endapan volkanik... tapi
kita tidak ada pilihan.  Harus siap maju menjawab tantangan.

Salam
DHN


-----Original Message-----
From: Yustinus Suyatno Yuwono [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, February 16, 2012 4:51 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] GUNUNG PADANG : PENCERAHAN PAK YATNO

Pak Danny,
Saya hanya sharing, bahwa genesa dan produk volkanik itu banyak sekali aspek
heterogenitasnya, baik secara lateral maupun vertical. Pesan saya cuma hati-
hati interpretasi di volkanik.
Salam,
Yatno

-----Original Message-----
From: Danny Hilman Natawidjaja [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, February 14, 2012 11:52 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] GUNUNG PADANG : PENCERAHAN PAK YATNO

Referensi dari Pak Yatno ttg contoh cinder cone sangat menarik dan berguna.
Kalau saja ada survey geophysical subsurface-nya (seperti Geolistrik atau
Geo-seismictomografi) dari G. Kiamis ini tentu akan lebih bermanfaat lagi
untuk khasanah ilmu volcano-stratigrafi.  G.Padang, dari penampang
geolistrik dan georadar, tidak mirip dengan sketsa cinder cone ini.

Salam
DHN

-----Original Message-----
From: Bandono Salim [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, February 14, 2012 11:11 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] GUNUNG PADANG : PENCERAHAN PAK YATNO

Wah pAk yatno ini lebih cenderung ke non piramid ya.

Kata piramider (pendukung piramid), mereka tidak nemukan volkanik neck di
bawah gn padang maupun sadahurip, berdasar hasil geolistrik.
Mungkin kecil sehingga tersamarkan  karena rentang geolistriknya cukup
panjang.
Powered by Telkomsel BlackBerryR

-----Original Message-----
From: "Yustinus Suyatno Yuwono" <[email protected]>
Date: Tue, 14 Feb 2012 10:52:02
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] GUNUNG  PADANG : PENCERAHAN PAK YATNO
Rekan rekan Yth.

Ini saya coba buat sketsa suatu gunungapi kecil (biasanya tingginya hanya
ratusan meter saja) yang disebut "cinder cone" (bhs Prancisnya "Cone de
cendre"). Di dalam body gunungapi kecil ini strukturnya sangat kompleks,
bias ada rongga-2, paleo soil, dll. Perlu diketahui juga, dari permukaan
gunungapi ini tidak terlihat adanya tanda- tanda pusat erupsi seperti
kepundan (crater), kawah (crater lake), volcanic plug dsb. Yang Nampak hanya
bentuk dome yang isinya lapili- tuff yang relative loose, mudah tererosi
membentuk endapan lahar dsb. Lapilli itu dihasilkan suatu erupsi, biasanya
tipe phreato- magmatic, bs dibayangkan saat di- erupsikan mirip kembang api
raksasa dan jatuh (pyroclasti fall) di sekitar pusat erupsi bahkan menutupi
volcanic edifice- nya. Sketsa itu saya buat contoh untuk G. Kiamis, Garut
(selatan konsesi geothermal Darajat), lava flow nya berupa obsidian yang
tersingkap dekat Desa Toblong)

Salam,
Yatno

-------------------------------------------------------------------



----------------------------------------------------------------------------
----
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com <http://gmail.com/> 
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com <http://ymail.com/> 
----------------------------------------------------------------------------
----
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com <http://gmail.com/> .
Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
----------------------------------------------------------------------------
----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
<http://iagi.or.id/> 
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
<http://iagi.or.id/> 
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
email to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/> 
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
<http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net> 
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------




-- 
Sent from my ComputerR
 

 

Kirim email ke