Klo dilihat dari semangatnya sih, jelas bagus om Ok dan om2x lainnya, mosok 
udah hari gini jualnya masih raw material aja. klo perlu migas juga kayak gitu 
tuh.
Apalagi klo bahan galian C, mineral logam dll, harga raw material bila 
dibanding dengan yg sedikit saja kena sentuhan pengolahan, harganya sudah naik 
puluhan bahkan ratusan kali lipat.

Masalah ke khawatiran Geologist jadi sulit kerja karena ditakutkan aktivitas 
eksplorasi menurun, klo menurut saya terlalu paranoid. Klo nggak salah kan 
wajib melakukan pengolahan di dalam negeri, tapi bukan berarti ngolah sendiri, 
tapi yg penting ngolahnya di dalam negeri. Jadi harusnya jika berjalan dengan 
benar maka akan terbuka lapangan usaha baru, yaitu pengolahan barang tambang 
tsb. Ketika kuliah di S2 Tambang ITB, ini menjadi rencana topik penelitian saya 
juga. Terutama bahan galian gol. C, mudah didapat, nggak repot nyari dan bisa 
padat karya. Harga Raw material golongan C sangat memprihatinkan, misalnya 
Kaolin, bentonit atw Zeolit bahkann BARIT yg kebutuhannya cukup tinggi di 
Indonesia. Hanya dengan proses pemurnian sangat sederhana, cuman diayak saja 
agar besar butir Kaolin bisa terpisah secara seragam, harganya sudah beda jauh, 
raw material Kaolin waktu itu hanya IDR 50/kg sementara yang sudah diayak IDR 
2500/kg. Sudah naik 50 x lipat, ini
 belum klo kita bikin itu kaolin siap buat dipakai pabrik ban dll. yang selama 
ini konon kita harus impor dari berbagai negara tetangga yang justru raw 
materialnya dari negara kita dengan harga SUPER MURAH.

Lagi pula Geologist sekarang kan udah makin hebat, nggak sekedar mencari..ada 
yg bikin uil kumpeni, perusahaan tambang, pertanian, perkebunan, peternakan 
bahkan mungkin sampai nyari Piramida. Nggak akan kuranglah lapangan kerja buat 
GEOLOGIST.

cheers,
HS


________________________________
 Dari: kartiko samodro <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Selasa, 21 Februari 2012 13:44
Judul: Re: [iagi-net-l] Apakah indonesia Siap dgn Permen ESDM No.07 thn 2012 
(23 halaman, 6 feb 2012)
 

optimis pak ok , 
makin banyak bahan olahan yang akan diekspor , akan meningkatkan kebutuhan 
bahan bakunya yang akan meningkatkan eksplorasi dan membutuhkan banyak 
geologist yang ok ok...


2012/2/21 Ok Taufik <[email protected]>

Seperti diketahui, pada 6 Februari 2012, Menteri ESDM Jero Wacik baru
>saja menerbitkan Permen ESDM No.7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai
>Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral.
>Dalam Permen tersebut, beberapa tambang mineral termasuk dalam jenis komoditas 
>tambang
>mineral logam yang wajib diolah dan/atau dimurnikan di dalam negeri.
>“Pemegang IUP [Izin Usaha Pertambangan] Operasi Produksi untuk mineral
>logam  wajib melakukan pengolahan di dalam negeri.
> 
>Jelas banyak lowongan untuk ekstraksi dan metalurgist, kebutuhan Geologist 
>explorasi mungkin akan tergantung akan aktifitas produksi dalam negeri. Bahan 
>tambang tidak bisa di ekspor langsung ke LN. Bisa jadi ada penurunan kebutuhan 
>tenaga Geologist(?).
> 
> 
>2012/2/21 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
>
>Godang yang baik,
>>Memangnya ada apanya ?
>>Mungkin Mas Godang bisa menuliskan dan memaparkannya disini.
>> 
>>RDP
>>
>>2012/2/21 <[email protected]> 
>>
>>
>>Mohon pendapat dr bpk2/ibu2 IAGI :
>>>
>>>Apakah indonesia Siap dgn
>>>Permen ESDM No.07 thn 2012 (23 halaman, 6 feb 2012 : oleh menteri ESDM, pak 
>>>jero wacik).
>>>
>>>Dunia pertambangan mineral indonesia akan "mati suri".
>>>Akan banyak geologist yg ngangur.
>>>
>>>GodangS
>>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>>
>>-- 
>>"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"
>>
>
>
>-- 
>Sent from my Computer®
> 
>

Kirim email ke