gimana geopiknik sabtu lalu? apa lewat jalan lain untuk menuju gunung Padang?  
atau terhambat longsor ini? silahkan lihat berita nya di web: dibawah ini.


fbs





http://www.inilahjabar.com/read/detail/1834466/akses-menuju-situs-gunung-padang-tertutup-longsor 


Akses Menuju Situs Gunung Padang Tertutup Longsor


Oleh: Benny Bastiandy 
Jabar - Minggu, 26 Februari 2012 | 16:08 WIB 



NILAH.COM, Cianjur - Akses jalan menuju kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang 
di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/2/2012) 
dinihari, tertutup longsor.

Sedikitnya ada 20 titik longsoran tanah dan batu yang menutup akses jalan dalam 
peristiwa tersebut. Hujan deras memang mengguyur kawasan ini dalam tiga hari 
terakhir.

Diduga, tebing di sepanjang jalur menuju lokasi situs tak kuat lagi menahan 
rembesan air hujan. Dalam waktu hampir bersamaan, terjadi longsoran tanah dan 
batu.
Beruntung tidak ada rumah yang tertimbun maupun korban jiwa dalam kejadian itu. 
Hingga saat ini, masyarakat setempat bahu membahu membersihkan sisa-sisa 
longsor.

Anggota Forum Masyarakat Peduli Situs Megalitikum (FMPSM) Gunung Padang Eko 
Wiwid mengatakan terjadinya longsoran tanah dan batu yang menutup akses jalan 
menuju kawasan situs, disinyalir akibat tidak adanya saluran pembuangan air 
dari zona inti situs. Keberadaan bangunan anak tangga yang baru dibangun 
Pemprov Jabar juga disinyalir menjadi penyebab lainnya.

“Adanya pengeboran oleh Tim Kastropik di dua titik kawasan situs dengan 
kedalaman hampir 26 meter dan 16 meter, kami sinyalir menjadi penyebab lain 
terjadinya longsor tanah dan batu. Sebelum adanya pembangunan anak tangga dan 
pengeboran, tidak pernah terjadi longsor seperti sekarang ini,” terang Eko saat 
dihubungi INILAH.COM, Minggu (26/2/2012).

Menurut Eko, berdasarkan hasil pendataan, setidaknya ada 20 titik longsor tanah 
di sekeliling dinding situs itu. Akibatnya, akses jalan menuju kawasan situs 
tertutup, serta menutup jalan yang menghubungkan dua desa.

“Dengan kondisi ini, kami berharap agar pemerintah lebih memerhatikan 
pelestarian lingkungan sekitar kawasan situs, jangan mengutamakan pembangunan 
dan penelitian tanpa memerhatikan kawasan konservasi ini,” tegasnya.[jul]

Kirim email ke