Menurut pengamatan saya, banyak sekali selokan, sungai-sungai kecil mengalir 
dari selatan ke utara yang dahulu alirannya lancar sekarang sangat mudah luber 
menggenangi jalan-jalan dan permukiman.. Hujan agak lama sedikit saja sudah 
penuh melewati ketinggian natural leveenya. Sungai dan selokan kelihatannya 
mampet disekitar jalan-jalan baru yang dibangun memotong arah aliran..  Seperti 
jalan tembus Casablanca,  JORR Pondok Indah Cikunir kondisi saat ini di daerah 
selatan (hulu) dari jalan tsb sangat rentan genangan. Memang bukan banjir, 
menurut istilah Bang Foke hanyalah genangan biasa saja, tapi bisa memacetkan 
lalulintas selama beberapa jam. 

Dugaan saya pembangunan jalan toll yang jauh lebih rendah dari sistem drainage 
dibawah jalan toll, belum didesign untuk menampung dan mengalirkan drainage 
plus run-off saat hujan.. Yah akibatnya nang menggenang terus dan makin lama 
makin tidak terkontrol.  Beberapa alur sungai dijadikan satu jembatan sehingga 
terjadi bottle neck.

Karena saya awam di bidang hidro(geo)logi, hanya bisa bertanya, apakah saat 
pembangunan jalan melintang terutama jalan toll sudah memperhatikan aspek 
hidrologi ? 

Kalau sudah diperhatikan, apakah pernah dilakukan post-construction audit, 
sehingga ke depannya tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yl.  Jadi masalahnya 
tidak hanya luasan resapan yang sangat berkurang, tapi juga pembangunan 
infrastruktur kurang memperhatkan aspek hidro(geo)logi... 

Siapa tahu diantara IAGI netters ada yang pakar dibidang hidrologi bisa 
memberikan pencerahan..

Ruskamto NPA 1061    



________________________________

To: [email protected] 
Sent: Tuesday, February 28, 2012 4:01 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] SELAMATKAN AIR SEKARANG
 

   
Bang Syaiful,
 
Belum lama ini Pemda DKI membagi-bagikan alat bor 
portabel untuk membuat biopori di pekarangan warga. Ini ada harganya lho. 
Sebagai ketua RT (sudah tiga periode masih kepilih terus) saya juga kebagian 
untuk dipinjamkan ke warga, tujuannya yaitu tadi untuk menyelamatkan air. 
Padahal 25 th yll ketika masuk rumah baru saya sudah membuat bbrp resapan air 
di 
halaman dengan menggali 40x40 cm sedalam 50 cm lalu diisi ijuk, pasir dan 
kerikil dan diatasnya ditanami rumput. Bbrp tetangga juga ikut 
bikin.
Ketika rapat RW teknik pembuatan resapan yg amat 
sederhana ini juga saya kemukakan, dan ada yg menirunya. Jadi tidak usah 
menunggu Pemda membagi alat bor kecil.
Untuk menyelamatkan air (agar tidak terjadi banjir) 
khususnya di Jkt saya rasa ya perlu pembenahan resapan di bagian Selatan, lalu 
sungai-2 "dibenahi". Banyak sungai di sekitar Lebakbulus yang menyempit karena 
warga pada membuat dapur, tempat mandi dll. di atas sungai engan 
menancapkan pancang-2. Rasanya ini akan menghambat aliran air.
 
Salam,
sugeng
----- Original Message ----- 
>From: mohammad syaiful 
>To: [email protected] 
>Sent: Tuesday, February 28, 2012 2:28  PM
>Subject: Re: [iagi-net-l] SELAMATKAN AIR  SEKARANG
>
>
>om fajar dan om amien widodo,
> 
>aku sebenarnya ingin bertanya, kenapa kok cuma mau menyelamatkan air  
>sekarang? kenapa tidak air dimana pun kita berada? entah sepulau, bahkan  
>banyak pulau, dan benua...
> 
>salam,
>syaiful
>
>2012/2/28 Fajar Lubis <[email protected]>
>
>Tenang saja pak.. untuk yang "sulit-sulit" kita memang rencana  mau pindah 
>gelanggang.
>>
>>
>>Untuk rakyat, kita pakai yang bapak bilang saja ..meskipun  hasilnya ya 
>>begitu-begitu saja, malah katanya lebih parah.
>>
>>
>>
>>
>>Salam,
>>Fajar (2114)
>>
>>"banyak geledek di Bandung hari ini"
>>
>>
>>
>>
>>________________________________
>> From: Yustinus Suyatno Yuwono  <[email protected]>
>>To: [email protected] 
>>Sent: Tuesday, February  28, 2012 1:51 PM
>>Subject: RE: [iagi-net-l] SELAMATKAN AIR SEKARANG
>>
>>
>>
>>Menyelamatkan  air?
>>Mudah  sekali Bro!! Sudah seabreg ahli dan praktisi kita di bidang  hidrologi.
>>Yang  diperlukan adalah komitmen masarakat dan pejabatnya. Jangan mulai yang  
>>sulit-2 dulu teori resapan dsb. nya, rakyat gak ngerti Bro!
>>Mulai aja  yang keliatan, semua sungai harus disehatkan, lingkungan sungai 
>>dijaga, bila  perlu bikin undang-2 siapa yang mengotori sungai dihukum berat. 
>>Lalu  bereskan management DAS, neraca air dijaga, penghijauan digalakkan,  
>>ditanggung hasilnya pasti positip. Rakyat akan tau karena barang yang  
>>dikerjakan kelihatan semua dan mereka diajak partisipasi aktif, tidak perlu  
>>penelitian yang sulit-2 yang hanya kita-kita yang tahu. Jadi sekali lagi  
>>komitment pejabat dan rakyat itu yang perlu digalakkan.
>>Salam,
>>YSY
>>
>>
>
>
>-- 
>Mohammad Syaiful - Explorationist, Consultant 
  Geologist
>Mobile: 62-812-9372808
>Emails:
>[email protected] (business)
>[email protected]
>
>Technical 
  Manager of
>Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
>
>
>________________________________
> 
>“Save a Tree” – Please consider  the environment before printing this email.

________________________________
 “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

====================================================================================================================================================================================
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is 
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain 
confidential information. You are hereby notified that the taking of any action 
in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, 
printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than 
the intended recipient(s) is strictly prohibited. 
If you have received this Message in error, you should delete this Message 
immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and 
other information in this Message that do not relate to the official business 
of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies 
shall be understood as neither given nor endorsed by 
PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies within 
the Group.
==============================================================================================================================================================

Kirim email ke