Memang ada baiknya bagi tenaga ahli kita yg skilnya terpakai diInternasional, tapi kok ya nelongso sdh menciptakan tenaga ahli gak bisa terpakai sendiri Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: [email protected] Date: Sat, 3 Mar 2012 08:04:47 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk Pak Yanto, Pak Bandono: Saya jadi teringat dgn kejadian beberapa minggu yl saat kami berkenalan dengan salah seorang TKI profesional ex-IPTN yang saat ini bekerja di perusahaan armada pesawat mid-size di Middle East. Singkat cerita, kompeni tempatnya bekerja sekarang pernah membeli bbrp pesawat ?CN-235 keluaran IPTN sekian tahun silam. Sewaktu IPTN mem-PHK besar2an employeenya, kenalan baru ini dan bbrp rekannya yg juga ex-IPTN masih bernasib mujur 'dibajak' untuk bekerja di perusahaan ME-based tsb karena staf lokal mereka belum se-expert rekan2 kita ini dalam proses maintenance pesawat keluaran IPTN yg mereka beli. Salah satu bottom linenya, industri nasional (berskala international) tidak hanya memperbaiki ekonomi di dlm negeri namun juga bisa menciptakan lapangan kerja buat TKI profesional kita di LN. Selamat berakhir pekan. Salam. Sent from Andi AB Salahuddin's Cell Phone -----Original Message----- From: "Bandono Salim" <[email protected]> Date: Sat, 3 Mar 2012 07:19:44 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk Walah kang, dulu kita sdh mampu buat kapal terbang, siapa yang mematikan industri ini? Sampai mahatir saja bilang 2 ha mobil proton, tiada artinya dengan kemapuan indonesia buat pesawat. Siapa yang mematikan industri ini? Yaa jelaslah Akang, semua usaha anak negeri akan dibinasakan, karena mengacaukan industri asing, yang mengenyam keuntungan dari bangsa yang sudah didesain jadi konsumtif, dan jadi budak. Maaf maaf, Salam. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Yanto R. Sumantri" <[email protected]> Date: Fri, 2 Mar 2012 23:12:54 To: [email protected]<[email protected]>; [email protected]<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Baru nongol sudah mau digebuk Baru saja nongol esemka sudah bikin raksasa otomotif ketakutan !!!!!!!!!!!!!!! Saya baca Koran “Rakyat Merdeka” halaman 16 yang berjudul : “ Mannuver 3 menteri bisa kubur program ESEMKA”, Saya kutipkan beberapa bagian sebagai illustrasi : 1. Nasib mobil produksi dalam negeri atau mobil nasional (mobnas) bisa tinggal nama . Menteri Perindustrian ( Menperin) MS.Hidayat dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa SEPAKAT membuat mobil murah Dibawah 100 juta. SPONSORNYA TOYOTA , DAIHATSU DAN HONDA……………………….. 2. .” Mereka ( 4 produsen ??? ) sanggup menyediakan dana 1,8 juta AS atau Rp 16,2 trilliun. Akhir tahun ini akan masuk ke Indonesia dan dia akan menyerap banyak tenaga kerja baik di Industri komponen maupun” jelas Hidayat” ………………(heem mana banyak kalau yang ngerjain malahan pekerja mobnas ???). 3. …….” Senada dengan Hidayat , Menko Perekonomian ……… mengatakan , …… Pemerintah akan memberikan insentif cukai kepada produsen mobil ramah lingkungan . 4. “ Kita sudah sepakat dengan Menteri Keuangan , untuk untuk menyikapinya dengan cukai sehingga dapat mendorong penggunaan kendaraan kendaraan low cost green car di industry industry dalam negeri …………….” 5. Menkeu ……………………. “ kita akan berikan , tidak terkecuali kepada investor yang mau membuat kendaraan yang ramah lingkungan” ujarnya. Dan seterusnya ……………………………. Apa yang dapat dibaca dari berita ini ??? 1.The three stooges (mungKin dengan “koordinasi” yang baik dengan produsen raksasa) sudah sepakat untuk mengeksploitasi momentum kegagalan uji emisi emisi esemka ,.dengan demikian diharapkan esemka dapat “layu sebelum berkembang”.. 2,Ketiga stooges ini bukannya mencarikan jalan bagaimana kegagalan yang dialami esemka tetap dapat diatasi sehingga menjadi suatu sukses , dan program mobnas berjalan. 3. Nyata sekali …………………… spirit liberalisme menjadi dasar tindakan mereka atau dijadika alas an “pembenaran” kebijakan yang diambil mereka ------------------heeeeeem sangat menyedihkan. Dimanakah nasionalisme kita letakan ???Dimana keberpihakan Pemerintah atas inovasi anak bangsa ??? Sangat menyedihkan Kang Ah !!!!!

