lakukan pembatasan bbm bersubsidi untuk mobil pribadi di atas 1400 cc....
kalau mau isi premium kudu tunjukin stnk....beres dah enggak ribet...
kalau ragu ragu terus kapan kita jalan graknya...

2012/4/29 Ismail <[email protected]>

> 2 hari lalu di Kampus UI ada debat Cagub DKI lima Cagub datang kecuali
> Cagub yg sedang njabat Gub sekarang.
> Salah satu program yg ditawarkan dari salah satu Cagub bahwa Banjir dan
> Macet Jakarta dalam 3 tahun akan hilang , { Mungkinkah ini bisa terlaksana
> dalam kondisi daya dukung Jakarta sdh spt sekarang ini ? Lha wong Ahlinya
> jakata saja sdh lima tahun jangankan hilang malah semakin bertambah
> Macetnya , kalau banjir lumayan cuma dtg setahun sekali musim hujan tapi
> macet tiap hari ada. Langkah langkah terobosan apa ya yg kira kira akan
> dapat dilaksanakan dalam mengatasi kedua permasalahan tsb }
>
> Ism
> Sent by Liamsi's Mobile Phone
> ------------------------------
> *From: * Franciscus B Sinartio <[email protected]>
> *Date: *Sun, 29 Apr 2012 01:36:39 -0700 (PDT)
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * <[email protected]>
> *Subject: *[iagi-net-l] menurunkan rate pertambahan penduduk/ jumlah
> penduduk Re: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
>
> Oq  dan yang lainnya,
> KB mulai diprogramkan oleh pemerintah thn 1970 an.
> awal2nya banyak yang kontra,  sebagian harus "dipaksa" dengan mengurangi
> fasilitas yang didapatkan dari kantor, tetapi mungkin sejak pertengahan 80
> an, orang2 sudah mulai sadar sendiri dan ikut mensukseskan program keluarga
> kecil.
>
> Kalau setiap pasangan subur hanya punya 2 anak saja, maka tidak ada
> pertumbuhan penduduk,  karena 2 orang tsb hanya menghasilkan dua orang
> saja.  nanti kedua orang tua meninggal maka hanya ada dua orang
> penggantinya.
>
> justru itu penduduk Indonesia cepat sekali menuju 200 juta jiwa dari thn
> 70 an sampai 90 an, tetapi tidak banyak kenaikan sejak saat itu.
>
> jadi yang punya tiga anak, berpartisipasi menambah jumlah penduduk 50 %.
>  Kalau anak nya 4 berarti menambah 100 %  dst.
>
> jadi yang anaknya lebih dari dua punya utang sama bumi untuk memperbaiki
> keadaan bumi, dan juga punya utang sama pemerintah Indonesia karena
> menambah jumlah orang yang menikmati fasilitas dan subsidi yang diberikan
> ke pemerintah.
>
> he.. he.. he... balik ke subsidi lagi.
>
>
> fbs
>
>
>   ------------------------------
> *From:* o - musakti <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Sunday, April 29, 2012 3:05 AM
> *Subject:* Re: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
>
>
> Bicara daya dukung dll, koq gak ada yang melihatnya dari segi mengurangi
> pertumbuhan penduduk, ya .....?
>
> Jaman pak Harto program keluarga berencana kita jadi acuan dunia dan
> terbukti berhasil menurunkan rate pertumbuhan penduduk Indonesia. Sejak
> reformasi program ini ancur dan kelihatannya belum bangkit lagi.
>
>
>
>
>
> ------------------------------
> On Fri, Apr 27, 2012 3:15 PM ICT Bambang Kartika wrote:
>
> >
> >
> >Baik2 semua Kang Yanto,
> >Teman ayah saya dulu pernah cerita ikut tim survei di Palangkarasa, yang
> orang2 heran kok beliaunya tahu2 ada ide akan memindah Ibukota negara ke
> sana.
> >BK.
> >
> >
> >
> >--- On Fri, 4/27/12, Yanto R. Sumantri <[email protected]> wrote:
> >
> >From: Yanto R. Sumantri <[email protected]>
> >Subject: Re: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
> >To: "[email protected]" <[email protected]>
> >Date: Friday, April 27, 2012, 8:03 AM
> >
> >Betul Bang !!!!
> >Jaman BK (Bung Karno) , Ibu Kota Negara ada rencana akan dipindah ke
> Palangkaraya , Kalimantan.
> >BK (Bambang Kartika)
> >kok sama ya singkatannya ?hahahahaBang Piye kabare ?
> >si Abah
> >
> >
> >      From:  Bambang Kartika <[email protected]>
> >Date: Wed, 25 Apr 2012 11:52:29 +0800 (SGT)To: <[email protected]>ReplyTo:
> <[email protected]>
> >Cc: [email protected]<[email protected]>Subject: Re: [iagi-net-l]
> Press release IAGI hari bumi
> >
> >
> >
> >Jaman Soekarno, Ibu kota Negara RI ada rencana akan dipindah ke
> Palangkaraya, Kalimantan.
> >BK.
> >
> >
> >
> >--- On Wed, 4/25/12, Ipong <[email protected]> wrote:
> >
> >From: Ipong <[email protected]>
> >Subject: Re: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
> >To: "<[email protected]>" <[email protected]>
> >Cc: "[email protected]" <[email protected]>
> >Date: Wednesday, April 25, 2012, 3:47 AM
> >
> >Mas Vicky, cakep usulannya.Sepertinya mas Vicky, mas Aris sama mas Agus
> terinspirasi
> > dari pengalaman pribadi ketika pulang / mudik lebaran terbuang dari
> jalur pantura ke jalan2 alternatif daerah Subang - Majalengka ya? Ternyata
> indah juga ya
> > daerahnya...:-)
> >BTW alangkah baiknya bila jalur Jasinga - Bojongmanik - Pelabuhan Ratu
> pun diusulkan menjadi daerah penyangga ibukota sekaligus membuka akses
> jalur ekonomi wisata dan komoditi tambang (terutama bhn galian C utk
> industri, ternak, dan pertanian.  Jalur ini sangat subur dan indah namun
> memang memiliki medan yg sangat sulit dan longsor tetapi relatif berjarak
> pendek utk dikembangkan. Bayangkan akses Pel Ratu atau selatan Jawa Barat
> dan Sumatra pun menjadi jauh lebih efisien insyaa Allah.
> >Pepatah Go West (of Jakarta) bisa menjadi alternatif daerah penyangga
> juga. Supaya teman2 IAGI yg mudik ke Sumatra bisa menikmati pemandangan
> pegunungan juga :-)
> >Salam
> >
> >Sent from my iPhone
> >On 25 Apr 2012, at 03:35, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
> wrote:
> >
> >Pak Yanto, dkk
> >
> >Usulan ini muncul diantara BOARD IAGI, terutama Mas Aris dan AGus Hend
> yang sudah melangkah melihat perkembangan perkotaan terutama kota pantai.
> Mas Aris come-up dengan ide untuk melebarkan sayap ekonomi Jakarta-Bandung,
> bukan memindahkan ibukota. Tetapi mengembangkan pemerataan sentra ekonomi.
> >
> >Kalau diskusinya sendiri cukup lama (seru) dengan Pak Agus Hendratno dan
> Aris. Hal ini dipicu oleh peringatan hari bumi dimana issue yang
> diluncurkan oleh UN adalah perkembangan kota serta meledaknya jumlah
> penduduk dunia. Nah ide ini muncul apakah seperti menambah jalur tol
> seperti melihat bagaimana Bandung berkembang, juga kita tahu Majalengka
> pernah direncakan memiliki Airport Internas tetapi gagal (ntah kenapa),
> juga selama ini masih konsentrasi Cirebon, Nah, kenapa tidak ke selatan
> sedikit, dan ternyata Majalengka memiliki jumlah penduduk yang relatif
> sedikit.
> >
> >Memang disadari ada risiko kegempaan Patahan Baribis, tapi ini juga belum
> diteliti secara detil. Hanya sederhana saja melihat Majalengka ini tanahnya
> keras, sehingga kemungkinan besar percepatan tanahnya tidak sebensar kota
> pantai yang merupakan daerah sedimen lunak yang memperkuat goyangan gempa.
> >
> >
> >Tentunya ini masih sentlan IAGI untuk mulai melihat perkembangan kota itu
> bukan hanya kota pantai, dan bukan kota yang "sudah" padat dan maju. tetapi
> melihat kedepan yang masih "doable", masih memungkinkan dikembangkan dalam
> jangan kira-kira 2030-2050.
> >
> >
> >Demikian penjelasan singkat bagaimana munculnya Press Release IAGI
> kemarin ini. Sayangnya IAGI tidak (belum) sempat melakukan Press
> Conference, mungkin nanti sekalian bersama-sama dengan peluncuran ISPG,
> menjelang konvensi IPA (mungkin).
> >
> >
> >Salam
> >
> >RDP
> >
> >2012/4/25 Yanto R. Sumantri <[email protected]>
> >
> >
> >
> >
> >Vick
> >
> >
> >
> >Sangat menarik bahwa IAGI mampu mengusulkan usulan yang sangat stregis
> ini..
> >Ada pertanyaan yang ingin saya sampaikan :
> >1. Apakah ini usulan IAGI atau pendapat pribadi Anda ?
> >2. Apakah ada studi yang cukup komprehensif yang mendukung usulan ini
> ?Apakah para anggota dapat mengakses studi /laporan ini ?
> >
> >
> >Terima kasih atas pencerahannya.
> >
> >
> >si Abah.
> >
> >
> >
> >
> >
> >From: Dandy Hidayat <[email protected]>
> >To: iagi <[email protected]>
> >
> >Sent: Tuesday, April 24, 2012 7:18 AM
> >Subject: RE: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >Usulan Brilian ..
> >
> >Semoga ada perhatian dari pengambil kebijakan
> >
> >Salam
> >
> >Dandy
> >
> >
> >
> >
> >
> >From: [email protected]
> >To: [email protected]
> >Date: Mon, 23 Apr 2012 17:42:02 +0700
> >Subject: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >IAGI Usulkan Majalengka Jadi Sentra Pertumbuhan
> >
> >Jakarta, 23 April 2012.
> >
> >Jakarta - Kepadatan penduduk di wilayah Jabotabek sudah terlampau tinggi,
> >Sehingga kebutuhan terhadap air bersih makin sulit dipenuhi. Untuk itu
> perlu dicari daerah yang bisa menjadi sentra pemukiman dan pertumbuhan
> baru. Salah satu daerah yang secara tatageolgi memungkinkan adalah
> Mejalengka.‘’
> >
> >
> >Majalengka kami usulkan jadi sentra pertumbuhan karena dilihat dari
> geologi tata lingkungan merupakan wilayah yang cocok untuk menjadi pusat
> pertumbuhan,’’ kata Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi
> Putrohari di Jakarta, Senin 22 April 2012.
> >
> >
> >Dari sisi kajian geologis, daya dukung wilayah Majalengka positif.
> Ketersediaan air bersih misalnya, tidak perlu dikhawatirkan. Resiko banjir
> minimal. Intrusi air laut sebagaimana Jakarta dan kota di pesisir utara,
> Tidakakan. Majalengka juga relatif steril dari kemungkinan amblesan
> tanah.‘’Semua aspek sensitif perkotaan yang terkait dengan aspek kebumian,
> relative aman di Majelengka,’’ ujar Rovicky.
> >
> >
> >Dari sisi ekonomi, Majalengka masih cukup dekat dengan Jakarta, sehingga
> lalulintas ekonomi dengan pusat ekonomi di Jakarta masih dalam jangkauan
> yang layak. Jarak Majalengka -Jakarta yang 250 km bisa dihubungkan dengan
> jalur kereta api dan juga jalur tol,  sehingga hanya butuh waktu 2,5 jam
> perjalanan. Fasilitas bandara dapat dibangun di dekat kota mandiri
> tersebut, untuk mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta, Infrastruktur di
> bagian selatan Jawa Barat akan memicu potensi geowisata dengan keindahan
> pantai laut selatan, The Great Southern Ocean Road.
> >
> >
> >Selain daerah seputar Majalengka,  IAGI melihat beban pemukiman pada
> sedimen kuarter (sedimenmuda/lunak) di bagianutara Pulau Jawa sudah dalam
> kondisi rentan, oleh sebab itu IAGI mendesak Pemerintah Republik Indonesia
> agar mulai membuka pengembangan daerah di bagian selatan pulau Jawa,
> utamanya Jawa Barat bagian selatan dan JawaTimur bagian selatan.
> >
> >
> >‘’Pemerintah seyogyanya meningkatkan infrastruktur yang lebih baik,
> sehingga pertumbuhan di bagian selatan pulau Jawa dapat terpacu.
> Infrstruktur yang baik juga akan memudahkan sistem evakuasi jika terjadi
> bencana,’’ kata Rovicky.
> >
> >
> >Menurut Rovicky, planet bumi akan mengalami tekanan ledakan penduduk yang
> luar biasa pada wilayah wilayah pertumbuhan. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)
> sudah mengingatkan bahwa nanti tahun 2050 penduduk Indonesia meningkat 38
> persen dari total populasi sekarang. Penduduk penduduk perkotaan di
> Indonesia ini akan bertambah 92 juta jiwa pada 2050. Pada saat yang sama,
> kebutuhan air bersih terus meningkat karena ledakan penduduk.
> >
> >
> >Indonesia mempunyai pusat pertumbuhan sebagian besar adalah daerah kota
> pantai dan pesisir yang sebagian bertumpu pada sedimen sedimen kuarter.
> Lihat Banda Aceh, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Jakarta,
> Cirebon, Tegal, Semarang, Surabaya, Makasar, Manado, Ambon, Jayapura,
> Kupang, Samarinda, Kendari.
> >
> >
> >‘’Dilihat dari kacamata geologi khususnya geohidrologi, kota-kota
> tersebut rawan akan ketersediaan air bersih buat masyartakat.
> >
> >’’Pengembangan sentra pertumbuhan ekonomi baru sudah semestinya
> memperhatikan aspek-aspek kegeologikan termasuk didalamnya pemanfaatan
> sumberdaya alam, mitigasi, dan konservasi pemeliharaan daya dukung
> lahannya.
> >
> >Terkait dengan masalah ini, IAGI bekerjasama dengan Pusatstudi kebumian,
> Bencana dan perubahan Iklim LPPM ITS Surabaya dan Dinas Energi Sumberdaya
> Mineral ProvinsiJawaTimur (ESDM) telahmengadakan acara Workshop dengan tema
> “Selamatkan Air Sekarang”, padahari ini ( Senin 23 April 2012) di
> ITS`Surabaya.
> >
> >Seminar ini diisi oleh Prof Dr Lambok M Hutasoit ( ahli geohidrologi ITB
> ).
> >
> >
> >Press release ini dibuat sehubungan dengan peringatan Hari Bumi 22 April
> 2012
> >
> >Ikatan Ahli Geologi Indonesia
> >Presiden / Ketua Umum
> >TTD
> >Rovicky Dwi Putrohari
> >Mobile phone : 08159120363
> >"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"
> >--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, 
> rovicky[at]gmail.comSekjen: Senoaji, ajiseno[at]
> ymail.com--------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim
> abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
> > pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To
> subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not
> directly related to Geology, users are advised to post the email to:
> [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran
> anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123
> 0085005314 Atas nama:
> > Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No.
> Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of
> > use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >--
> >"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir
> pengiriman abstrak 28 Februari 2012.
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>

Kirim email ke