Wilayah perbatasan dianggap wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan dan 
ekonomi. Itulah yang terjadi sekarang, sehingga tidak maksimal dalam memperkuat 
perbatasan.

Meletakkan ibukota (presiden, kabinet, legislatif, yudikatif) keluar 
Jakarta/Jawa akan memaksa penguatan pertahanan dan ketahanan terhadap 
kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

Saya kira posisi geopolitik Palangkaraya dihitung untuk itu oleh Presiden I 
NKRI.

Salam,
Wikan

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Date: Tue, 1 May 2012 01:49:42 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] Manfaatkan tni

Ini cerita jaman dulu kala, aku dengar dari kawan.
Untuk menjaga keamanan perbatasan negea, tentara dididik selain ilmu perang dan 
keamanan wilayah; mereka juga diajar jadi petani,peternak, dan pekebun.
Gara2 pinter jadi hasil pertanian mereka berlebihan. Digunakan bersama penduduk 
setempat, juga berlebih. Maka rakyat diperbatasab jadi ckp sandang pangan dan 
papan. Kesetiaan thdp negara yaa otomatis meningkat.
Sisa hasil tani dan ternak dibeli negara, untuk cadangan nasional.
Dikelola oleh koperasi disetiap wilayah. Keuntungan digunakan untuk membangun 
sarana prasarana diperbatasan. 
Kalau ada bahan galian, dengan para ahli di geologi dll, digarap langsung.

Ini kisah kawan lama, dan negeri itu sdh jadi negeri kaya.

Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke