Di acara "MGEI goes to UNG (Gorontalo)" bbrp waktu lalu yg pada saat kuliah
umumnya lebih banyak diikuti mahsiswa geografi (krn jumlah mahasiswa geologi
hanya 40 orang), pertanyaan dan diskusi dari mhsw geografi memang lebih
banyak menyentuh aspek geo-lingkungannya. 

 

Kembali ke topic awal ttg concern guru2 geografi DKI untuk memasukkan
kurikulum geografi ke bidang IPA, ada baiknya IAGI (yg lingkupnya lebih luas
di banding MGEI) dapat membantu mengusulkan hal ini ke pemerintah (Dirjen
terkait - Dikti atau Dik Menengah Atas ??). Tentunya dengan berbagai latar
belakang-nya.

 

Salam - Daru   

 

From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, June 05, 2012 8:40 AM
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Sosialisasi Guru Geografi 1 June
2012

 

Salute dan selamat atas kesuksesan acara ini pada MGEI-IAGI yang telah
mempelopori pembelajaran dan sosialisasi kebumian ke guru-guru SMA.
 
Sewaktu SMA tahun 80-an. Saya mendapatkan dua pelajaran mata pelajaran
Geografi yaitu Geografi Fisis dan Geografi Sosial, ini untuk anak IPA.
Sedangkan yg IPS hanya mendapat Geografi sosial saja. Geografi Fisis ini
belajar batuan dll, mirip geologi dasar.

Fakultas Geografi di UGM, dahulu bagian/jurusan dari SoPol, tetapi sekarang
sudah masuk kelompok IPA dan menjadi fakultas sendiri dan mengembangkan juga
citra serta belajar ilmu geologi. Tetapi saya lihat penekanannya masih pada
fenomena bumi dan diutamakan dampaknya pada masyarakat. Lebih banyak
berbicara settlement, environment dll.

Geografi menurut saya banyak "soft science", sedangkan Geologi lebih banyak
"hard science" . Mohon dikoreksi kalau keliru (cmiiw).

Salam

RDP

2012/6/5 Arif Zardi Dahlius <[email protected]>

  

Rekan-rekan semua,

Seperti telah diinformasikan sebelumnya, pada tanggal 1 Juni 2012, MGEI
memberikan sosialisasi geologi pertambangan kepada guru-guru Geografi SMA
Negeri se Provinsi DKI Jakarta.

Dari 117 SMA Negeri se Jkt, hadir 106 guru Geografi (tiap sekolah
mewakilkan 1 orang guru), dan Bpk / Ibu Guru Geografi ini sangat antusias
mengikuti one day seminar geologi pertambangan. Kesan bahwa mereka "haus"
akan ilmu kebumian tersirat sekali.

Yang menjadi "ganjalan" adalah, belakangan diketahui bahwa mata pelajaran
Geografi diberikan kepada siswa kelas 1 dan siswa jurusan IPS pada kelas 2
dan kelas 3.

Jadi mata pelajaran Geografi yang diberikan ke siswa sekolah lebih
menekankan masalah sosial ekonomi dan populasi. Padahal background bpk /
ibu guru Geografi ini adalah (umunya IPA) dan bahkan sudah ada yang
menempuh S2 di Geografi UGM dan UI yang mata kuliah lebih condong ke
science (eksak).

Di akhir seminar, ada permintaan dari para guru geografi SMA Jkt, agar
MGEI-IAGI bisa menjembatani perubahan kurikulum nasional, dimana Geografi
menjadi mata pelajaran bagi siswa-siswi IPA.

Bagaimana? Any idea n suggestion?

Salam,

aZd

__._,_.___

Kirim email ke