Rekan2, Berita ini sempat dimuat media dilink http://m.okezone.com/read/2012/06/25/19/653352/499-perusahaan-tambang-pecat-235-823-pekerjanya
Kebijakan yang diambil pemerintah melalui Permen sebaiknya jangan hanya dilihat dari satu sisi saja... Perlu dilihat juga dari dampak negatif yang terjadi diberbagai daerah tersebut, diantaranya Meluasnya praktek penambangan yg tidak mengikuti kaidah GMP atau factor lingkungan... Tumpang tindih lahan antar IUP atau dengan KK karena Bupati tiap daerah dengan leluasa bisa mengeluarkan IUP. Tentunya dengan pengaturan yang lebih baik, barang mentah (ore) diolah didalam negeri, lapangan kerja malah akan semakin bertambah dan nilai jual akan lebih tinggi dan mendatangkan pendapatan yg lebih besar pula... Hal ini bagus didiskusikan demi kemajuan bangsa kita... Semoga Regards, Adie Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "S. (Daru) Prihatmoko" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 29 Jun 2012 19:01:09 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: [email protected]<[email protected]> Subject: Re: [economicgeology] Layoffs at Indonesia mines could hit 3m Mas Adji dkk MGEI-IAGI, Walau agak terlambat me-reply, saya rasa berita memprihatinkan ini perlu kita cermati. Nampaknya (yg saya dengar dr sumber lain) berita ini bersumber dari adanya pertemuan antara Spartan (Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional) dng Komisi 9 DPR RI pada 25 Juni lalu. Pada acara tsb Spartan menyerahkan data terkait dengan 235.823 pekerja tambang yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di 499 perusahaan yang tersebar di enam provinsi yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, dan Nanggroe Aceh Darussalam. Pihak Spartan menyebutkan kegiatan tsb meeupakan "gelar data" terkait dng implikasi Permen ESDM No 07 serta revisi No. 11 tahun 2012 beserta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Bea Ekspor 20 persen yang secara tiba-tiba memutuskan untuk melarang perusahaan tambang melakukan ekspor bahan mentah mineral per 6 Mei 2012 yang akibatnya, ribuan pekerja tambang harus menghadapi PHK massal. Dari data yang dihimpun sentral informasi Spartan, saat ini sudah terdapat 499 perusahaan yang telah mem-PHK pekerja tambang sebanyak 235.823 orang. Berdasarkan data tersebut, pihak Spartan mengklaim kerugian diperkirakan mencapai Rp4,7 triliun lebih dari 499 perusahaan yang telah mem-PHK karyawannya tersebut. Selain itu, kerugian juga menimpa masyarakat yang memiliki usaha rumah kos serta warung makan di kawasan sekitar perusahaan. Kegiatan tsb nampaknya luput dari pemberitaan media (atau berita spt ini memang tidak seksi untuk ditayangkan ??). Adakah yg tahu kontak person Spartan? Mungkin kita MGEI-IAGI dpt saling bahu membahu mencari solusi permasalahan ini, sekalian cross check ttg data-data yg ditampilkan Spartan. Isu lain yg juga sedang merebak adalah beredarnya draft RUU Minerba yg nampaknya dimaksudkan sbg pengganti UU No. 4/ 2009. Agak aneh rasanya, karena UU No. 4 saja belum diimplementasikan (terutama berkaitan dng sistem lelang IUP baru yg regulasinya masih digodog - dan tidak mateng2 hehehe), eh....ini sudah keluar lagi draft UU utk menggantikannya. Saya sempat baca selintas draft UU tsb, yg intinya semua kegiatan usaha pertambangan hanya akan dapat dilaksanakan oleh BUMN dan BUMD. Peran perusahaan swasta baik asing maupun nasional hanya akan sebatas sbg kontraktor saja. Idenya mungkin bagus, yakni untuk mengembalikan SDA Indonesia sepenuhnya kedalam "kekuasaan" negara (yg diharapkan diwakili oleh BUMN dan BUMD). Bisa dibayangkan kalau system ini dijalankan, berapa ratus ribu lagi pekerja tambang terutama yg swasta akan kehilangan pekerjaan....wah... Alternatifnya bisa saja kawan2 tsb berduyun-duyun masuk ke BUMN/ BUMD - tapi seberapa banyak bisa tertampung? Atau dengan terpaksa pindah ladang ke negeri seberang yg tentunya tidak gampang. Menyikapi hal ini, saya rasa tidak ada cara lain bagi kita-kita pelaku eksplorasi tambang untuk tetap rajin meningkatkan kemampuan teknis dan keprofesian masing2 melalui berbagai cara. MGEI sendiri akan coba semaksimal mungkin menghadirkan program pengembangan profesi yg bisa diikuti oleh para anggotanya. Dan bagi kawan2 yg memiliki "power" di lingkungan masing2 akan baik sekali kalau bisa mendorong dan memfasilitasi geologistnya untuk berkembang dng mengikuti kursus, training, workshop dll. Salam akhir pekan, Daru Sent from my mobile device 2 On Jun 28, 2012, at 11:59 AM, Adji Prihananto <[email protected]> wrote: > Ini akurat nggak ya beritanya..? > Ada yg bisa confirm? > > > Published June 27, 2012 > Layoffs at Indonesia mines could hit 3m > print |email this article > > South-east Asia's largest economy is home to some of the world's richest > mineral deposits, and its fast-growing mining sector contributes about 12 per > cent of GDP, drawing nearly a fifth of foreign direct investment in the first > quarter - AFP > > [JAKARTA] Mining companies in Indonesia have laid off more than 200,000 > workers since a government ruling in May halted exports of some minerals, and > total dismissals could swell to more than three million, a leading union said > yesterday, providing fresh evidence of disruption in the major metals > supplier. > > South-east Asia's largest economy is home to some of the world's richest > mineral deposits, and its fast-growing mining sector contributes about 12 per > cent of GDP, drawing nearly a fifth of foreign direct investment in the first > quarter. Last month, in a move designed to boost its share of mineral > revenue, Indonesia imposed regulations and a tax of 20 per cent on ore > exports, and told miners to submit plans to build local smelters or process > ore domestically by 2014. Workers have been laid off in nickel, gold, iron > and copper mines in six provinces on resource-rich Kalimantan and Sulawesi > islands, data gathered by the union from mining companies shows. > > "They (mining firms) have lost their financial potential . . . because > they've stopped exporting since the mining ministry regulations and the 20 > per cent export tax came into effect,"Juanforti Silahahi, spokesman of the > National Mining Workers Union (Spartan), told Reuters. - Reuters > >

