Kalo black shale ini ngga pernah tersingkap jur piye jal? Avi
2012/7/3 Anggoro Dradjat <[email protected]> > Dear Pak Muharram, > > Saya setuju dengan anda, yang penting di Indonesia ini sekarang > mendapatkan black shale yang tebal dengan RO yang besar yang bisa > dijadikan target explorasi. > > Apakah singkapan-singkapan shale yang ada di Indonesia menunjukan > adanya black shale yang tebal dan RO yang besar? > > Apakah teman-teman punya foto singkapan dari shale yang ada di Indonesia ?. > > Sedangkan untuk fracable tidaknya shale, secara konsepsual seperti > ppt file terlampir. > > Mudah-mudahan berguna untuk diskusi kita. > > > > Salam > Anggoro Dradjat > > > On 7/3/12, Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]> wrote: > > Persentase kandungan mineral kuarsa pada shale gas prospect tidak melulu > > berbanding lurus dengan porosity, mungkin karena ukuran butirnya ukuran > > shale juga. Contoh terlampir (gambar sebelah kiri) menunjukkan bahwa > bagian > > atas yang persentase kuarsanya lebih kecil memiliki porositas (dari core) > > yang lebih besar. Gambar sebelah kanan menunjukkan beberapa komposisi > > mineral penyusun shale yang ada di lapangan-lapangan shale gas besar di > > Amerika Utara, gambar ini saya peroleh langsung dari pemiliknya jadi > > mudah-mudahan tidak melanggar code etik men-share-nya untuk bahan > diskusi ☺ > > Saya kira persyaratan besarnya persentasi mineral kuarsa yang stabil itu > > lebih berpengaruh pada berhasil tidaknya hydraulic fracturing. Sebaliknya > > mineral reaktif seperti smegtite adalah mineral yang sangat dihindari > oleh > > para pengembang shale gas karena akan menyebabkan swelling. Seorang team > > leader pengembangan shale gas dari Shell China E&P, kalau tidak salah > > namanya Dr. Claudia, mengatakan bahwa salah satu kata kunci dari > > pengembangan shale gas adalah berhasilnya hydraulic fracturing. Namun > > mungkin akan berbeda persepsinya kalau nanti perkembangan fluid > technology > > untuk fracturing sudah semakin maju. > > > > Semoga bermanfaat untuk diskusi geologist. > > > > Salam, > > MJP – 3048 > > > > > > > > [cid:[email protected]] > > From: Bandono Salim [mailto:[email protected]] > > Sent: Tuesday, July 03, 2012 6:55 AM > > To: Iagi > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Tidak salah, alias sangat betul. > > Kalau kwarsa dengan ukuran serpih akan berpengaruh dlm pembentukan shale > > gas, bisa dimengerti. Masih ada pori halus diantara kwarsa. Kalau > serpihnya > > berasal dari mineral lempung kemungkinan akan gasnya tak bisa masuk? Krn > > struktur sedimen yang terbentuk dari mineral lempung terdispersi? Wah aku > > lupa lagi. > > Kalau begitu mencari gas serpih lebih mudah didapat pada daerah lipatan > > ditepi "kraton" daripada lipatan di dekat daerah melange? > > Sekedar bertanya, mungkin ada yang dapat memberi pencerahan. > > Salam. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > ________________________________ > > From: "Ruskamto Soeripto" <[email protected]> > > Date: Mon, 2 Jul 2012 18:20:04 +0700 > > To: <[email protected]> > > ReplyTo: <[email protected]> > > Subject: RE: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Peran geologist sangat besar Pak Bandono, terutama dalam menentukan nilai > > keekonomian proyek explorasi dari sisi menentukan risiko geologi dan > > “uncertainty” b esarnya cadangan yang akan ditemukan. Posisi engineers > akan > > menentukan skenario Development plan, besarnya investasi dan prakiraan > biaya > > operasi. Besarnya nilai ke-ekonomian sangat bergantung risiko geologi, > > “Uncertainty” volume cadangan, skenario pengembangan, besarnya modal dan > > biaya operasi. Permutasi variable-variable tersebut dan risiko geologi, > > hasilnya adalah Expected Monetary Values (EMV). > > Itu saja yang saya ketahui Pak... > > Ruskamto 1061 > > > > From: Bandono Salim [mailto:[email protected]] > > Sent: 30 Juni 2012 19:33 > > To: Iagi > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Apa betul mas? Kalau sbg geologist tidak dpt memberikan nilai ekonomis > itu > > bisa saja sebagai ilmiawan. Kalau kerja di perdagangan yaa harus dpt beri > > gambaran untung rugi laah. > > Salam, hanya ikut urun rembug. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > ________________________________ > > From: "Ruskamto" <[email protected]> > > Date: Sat, 30 Jun 2012 10:41:42 +0000 > > To: <[email protected]> > > ReplyTo: <[email protected]> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Anda betul, geologist seharusnya fokus kepada proses geologinya, apakah > ada > > potensi terbentuknya sweetspots pada teriary source ditinjau dari proses > > pengendapannya. Apakah ada yang sudah melakukan studi ? Atau masih > terkunci > > di dapur masing-2 ? > > RUS 1061 > > ________________________________ > > From: "Muharram J. Panguriseng" <[email protected]> > > Date: Sat, 30 Jun 2012 09:11:15 +0000 > > To: Iagi-net<[email protected]> > > ReplyTo: <[email protected]> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Ikut nimbrung. > > > > Sifat brittleness dari shale mungkin tidak secara langsung dipengaruhi > oleh > > umur batuan pak, tetapi lebih dipengruhi oleh mineral content. Semakin > > banyak kandungan mineral kuarsanya, maka semakin bagus karena semakin > getas > > pula shale-nya dan stabil terhadap air. Jadi akan efektif untuk hydrolic > > fractured. Umumnya shale gas di US dan Canada kandungan mineral kuarsanya > > diatas 45%. Disisi lain beberapa mineral dalam shale menyebabkan swelling > > sehingga tidak cocok untuk hydrolic fractured. Karena itu salah satu > > analysis penting dalam pengembangan shale gas adalah fluid sensitivity. > > > > Menurut saya yang agak beresiko pada shale gas prospect di sedimen > tersier > > di Indonesia Barat adalah Ro-nya yang kecil, bahkan dibawah 1. Seandainya > > ada black shale tebal dengan Ro besar pula maka seharusnya bisa kita > jadikan > > target eksplorasi kedepan. > > > > Salam, > > MJP > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > ________________________________ > > From: "Yanto R. Sumantri" <[email protected]> > > Date: Fri, 29 Jun 2012 21:05:55 -0700 > > To: [email protected]<[email protected]> > > ReplyTo: <[email protected]> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Wikan > > > > Kalau begitu apakah (secara general) shale yang erumur Paleozoiicum akan > > menyebabkan sifat Brittle dari shale-nya , sehingga cocok untuk penghasil > > shale gas ? > > Atau kalau pertanyaannya dibalik:" Apakah Tertiary shale di Indonesia > masih > > merupakan / cocok untuk penghasil shale gas ? > > Pertanyaan logis kan . > > > > si Abah > > > > ________________________________ > > From: "[email protected]" <[email protected]> > > To: [email protected] > > Sent: Friday, June 29, 2012 10:07 PM > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Pak Yanto, > > > > Dalam mineralogi mineral lempung shale gas perlu diperhatikan juga proses > > diagenesis yang terjadi, misalkan akibat proses burial. > > > > Swelling type clay mineral dapat berubah menjadi tipe yang lebih stabil, > > sehingga dapat meningkatkan kegetasan (brittleness) dari batuan shale. > > > > Kemudian proses diagenesis yang lain seperti penggantian (replacement) > dari > > mineral lempung menjadi kalsit/siderit juga meningkatkan kegetasan. > > > > Tetapi selain kegetasan, parameter geomekanik (stress dan moduli) juga > > menjadi faktor untuk pemilihan interval, orientasi, dan desain perekahan. > > > > Salam > > Wikan > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > ________________________________ > > From: "Yanto R. Sumantri" <[email protected]> > > Date: Mon, 25 Jun 2012 21:16:26 -0700 (PDT) > > To: [email protected]<[email protected]> > > ReplyTo: <[email protected]> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Rus > > > > Ok , tks pencerahannya . > > Jadi sifat "britleness" sangat menentukan , dilain fihak sifat fisika ini > > sangat dipengaruhi oleh mineral content-nya , dan mineral content > ditentukan > > oleh lingkungan pengendapan . > > Jadi apakah lingkungan pengendapan shale lapisan Tersier Indonesia > memenuhi > > syarat syarat diatas ??? > > > > Pertanyaan kedua , apakah volume shale , kalau itu cocok degan syarat > shale > > gas cukup besar ?sebagaimana Cekungan Cekungan Paleozoicum di USA ? > > > > Pertanyaan terakhir : Siapa yang akan menjadi "leading edge" untuk > meneliti > > ini semua ??? > > Rasanya sih kalau Pertamina atau perusahaan minyak ndak cocok lah , > > bagaimana peran Badan Geologi dan "Lemigas" ???? > > > > Rasanya akan berdosa kita , kalau kita meniupkan "angin sorga" , tetapi > pada > > kenyataannya ternyata hanya "angin dingin" . seperti CBM , yang ndak tahu > > apa saja aktifitasnya , > > Padahal Blok Blok CBM sudah laku keras sampai habis daerah daerah itu > > ditutupi oleh Blok CBM. > > > > si Abah > > > > > > > > > > ________________________________ > > From: Ruskamto Soeripto <[email protected]> > > To: [email protected] > > Sent: Monday, June 25, 2012 5:00 PM > > Subject: RE: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Abah, > > Sepanjang pengetahuan saya shale gas tidak selalu methan, tergantung > sejarah > > maturity dan type karogen dari sourcenya Pak. > > Yang membedakan kondisi arid/semi arid region adalah terbentuknya mineral > > high saline/evaporite evironment seperti dolomite anhydrite kemungkinan > juga > > silika bercampur dan interkalasi dengan organic rich shale. Sehingga > source > > rock bersifat brittle, mudah dilakukan fract secara efektif. Kondisi > > lingkungan tsb sangat bervariasi, memungkinkan terjadinya local depo-pod > > yang sangat kaya mengandungi TOC sampai 3-4%, sehingga ada area dan layer > > atau “sweet spot” yang ideal memenuhi Kriteria sebagai Shale Gas. > Berbeda > > dengan sistem lacustrine dan tropical, kondisinya selalu penuh air dan > > hyposline clay particles dan organic mattersnya (algae/plankton) terkubur > > bersamaan “hampir” merata di semua bagian danau, sehingga jarang > ditemukan > > “sweet spot”. Kalau TOCnya 1-2% dan yang sisanya adalah clay dan silt > > particle pertanyaannya adalah apakah brittlenessnya bisa meet criteria > untuk > > dilakukan fracturing secara efektif ?? Saya kira itu yang sedang > > didiskusikan oleh Pak Naslin, Pak Anggoro dkk, yang penting kriteria TOC > > cut off atau brittleness dari shale tersebut. Mungkin bapak-bapak bisa > > menambahkan.. > > Salam Ruskamto 1061 > > > > > > > > > > From: Yanto R. Sumantri [mailto:[email protected]] > > Sent: 25 Juni 2012 9:52 > > To: [email protected] > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Pak Rus > > > > Secara fisik dan mineralogi apakah perbedaan anatar deep sea shale dengan > > hale yang dosebutkan yg doiendapkan pada semi arid /sabhka/ restricted > env ? > > Apa pengaruhnya untuk kandungan gas methane ? > > > > si Abah > > > > ________________________________ > > From: Ruskamto <[email protected]> > > To: [email protected] > > Sent: Monday, June 25, 2012 7:19 AM > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Saya pernah sedikit sharing dimaillist, bahwa umumnya bahwa shale gas > yang > > sukses di US adalah mid Paleozoic intracratonic semi-arid, restrictric > > marine hingga sabkha. Sweetspot organic rich shale bercampur > > authigenic/evaporite mineral spt dolomite, anhydrite dll (CMIIW). Kondisi > > dep env. yang mendukung brittleness dan fractability dari shale gas tsb. > > Sukses story untuk Mezosoic(Jurassic Pre-Rift) juga belum terdengar.. > > Sekedar meramaikan diskusi Pak. > > RUS 1061 > > ________________________________ > > From: Anggoro Dradjat <[email protected]> > > Date: Sun, 24 Jun 2012 19:29:53 +0700 > > To: <[email protected]> > > ReplyTo: <[email protected]> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Nama cekungan yang di Polandia itu apa yaa? shale di formasi apa? kalau > > ngak salah yang di Amerika itu kebanyakan berada di Intra Craton Basin > dan > > dari lingkungan pengedapan Lacustrin, > > Kalau yang di Amerika seperti yang dipresentasikan Pak Naslin di UGM, > > horizontal layeringnya terlihat jelas adanya Vertikal Transfer Isotropic > > yang menggambarkan perbedaan cepat rambat gelombang P secara vertikal, > > perubahan TOC dari shale juga tercermin dari sonic resistivity DlogR. > > Wah kalau abu-abu isotropic dong, sedikit organiknya dan ngak fracable. > > Mungkin lokasinya dipilih dari sweet spot seismic? Tapi seharusnya kan > > dilihat dahulu dari data sumur yang ada? apakah sweet spot itu > mengambarkan > > zona resistivitas yang tinggi dan zona anisotropi dari shale. > > Kemungkinan yang lain adalah belum ada data sumur, jadi explorasi banget > > buat shale? > > Atau operatornya dari negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia > tapi > > ngak pernah menang perang...heee...heeee > > > > > > Salam > > Anggoro Dradjat > > On Sun, Jun 24, 2012 at 6:04 PM, nyoto - ke-el > > <[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote: > > Apakah itu berarti operatornya tertipu atau ditipu atau salah > interpretasi > > sebelumnya sehingga mengexecute project tsb ? Rasa2nya operator sebesar > EM > > itu dg jumlah PhD nya yg sampai 600 (email cak Avi), tidak mungkin deh. > Atau > > ada info2 lain ? > > > > Wass, > > nyoto > > On Sun, Jun 24, 2012 at 3:49 PM, naslin lainda > > <[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote: > > Tadi saya barusan ngobrol ama teman yg terlibat di eksplorasi shale gas > di > > polandia ini. Katanya TOC nya rendah dibawah 1%. Dari foto core nya > warnanya > > abu2, bukan seperti black shale yg di US. Jadi kayaknya bukan organic > rich > > shale yg mereka dapatkan. > > > > > > > > Naslin > > > > > > From: "rakhmadi > > avianto"[email protected]<mailto:[email protected]> > > Sent:Wed, 20 Jun 2012 12:17:44 +0530 > > To: [email protected]<mailto:[email protected]> > > Subject: Re: [iagi-net-l] Shale gas news > > > > Dari awal aku memang sudah curiga, mungkin ngga ya Shale Gas > Exploration, dg > > exitnya EM dari Poland saya kira bukan hal yg main2. Saya yg alumnus EM > > merasa bahwa EM tidak pernah main2 dalam research di Houston setahu saya > > waktu di sana ada 600an lebih PHD yg kerja di Lab yg diambil dari lulusan > > hampir seluruh dunia dg GPA yg mendekati 4 yg diterima artinya lulusan > Top > > of the nudge lah > > > >> > > > >>Untuk Indonesia, mungkin tidak semua shale punya potential jadi Shale > Gas, > >> ini yg belum di evaluasi, belum apa2 koq ujuk2 udah sekian TCF emang > dari > >> mana dan dasarnya apa? > > > >> > > > >>Ingat RDP waktu jadi panelis di gas hydrate, acara Pertamina di Kempinski > >> Hotel, RDP mengusulkan harus ada Pilot Project dari Zero ke Hero, > artinya > >> research yg ter-integrasi, ada G&G, ada drilling, dll krn menyangkut > >> fracturing dimana ada usaha dari shale yg nature-nya impermeable menjadi > >> permeable, tentu tidak mudah dan tentu perlu dedikasi yg tinggi dalam > >> research ini. > > > >> > > > >>Salam, > > > >>Avi NPA 06666 > > > >>Nomor cantik > > > >> > > > >> > > On Tue, Jun 19, 2012 at 4:38 PM, Fatrial Bahesti > > <[email protected]< > http://ajaxprism/writemail?mode=mail_to_individual&[email protected] > >> > > wrote: > > > >> > > Mudah2an shale exit tidak terjadi di Indonesia, melainkan tetap exist for > > shale gas exploration.. > > > >> > > ExxonMobil in Poland shale exit > > By Kathrine Schmidt and news wires > > 18 June 2012 18:00 GMT > > Following two disappointing test wells in January, ExxonMobil has made > the > > decision to call off further exploration there, a spokesman said Monday. > > "There have been no demonstrated sustained commercial hydrocarbon flow > rates > > in our two wells in the Lublin and Podlasie basins," ExxonMobil spokesman > > Patrick McGinn told Upstream in an email. > > "We do not have additional drilling plans in Poland." > > The supermajor's chief executive Rex Tillerson in March alluded to some > of > > the technical challenges of drilling in rock formations that had > initially > > held high hopes for unconventional production. > > The US Energy Information Administration has pegged Poland as having > among > > the largest shale reserves in Europe. > > Nonetheless, ExxonMobil chief executive Rex Tillerson spoke to the > technical > > difficulties there in a New York meeting with analysts in March. > > “Some of the shales don’t respond as well to hydraulic fracturing,” the > news > > wire quoted Tillerson as saying during a meeting with reporters after his > > presentation to analysts. “It’s going to take research and time in the > lab > > to understand that.” > > Reuters said that a government report in March slashed estimates of > Poland's > > shale gas reserves to 346 billion to 768 billion cubic meters, or about > > one-tenth of previous estimates, denting hopes for an energy source that > > could play a key role in weaning Europe off Russian gas. > > Poland has granted 112 shale exploration licences to ExxonMobil, Chevron > and > > other firms, even as some countries, including France and Bulgaria, have > > banned shale exploration pending further environmental studies. > > The Poles are keen to wean themselves off their heavy reliance on coal > and > > imported Russian gas, partly due to environmental commitments they face > as a > > European Union member nation. > > "ExxonMobil realised that commercial extraction was not possible with > > currently available technology. This is a general problem in Poland that > > shale rocks are too tight to allow extraction," an industry source told > the > > news wire, asking not to be identified. > > Abundant shale gas production in Poland poses a potential threat to > Russia's > > supremacy in Europe, where it supplies a quarter of the gas used in the > EU. > > Yet Russian gas export monopoly Gazprom has repeatedly played down the > > threat and on Monday Sergei Komlev, head of contract structuring and > price > > formation at Gazprom Export, told a conference in London that Polish gas > > would struggle to achieve the low prices of US shale rivals. > > "In Poland the price for shale gas will be above $15 per million British > > thermal units, over three times than in the US where prices will rise to > > $5-10 (from a current $2.50) once they export gas," Komlev said. > > Last Wednesday, the government abruptly called off a presentation of a > legal > > framework for the development of shale gas resources, disappointing > industry > > players eager for more clarity before committing further to investing in > the > > sector. > > "If this draft was published and ExxonMobil later declared it was leaving > > the country, it would most likely have been a disaster in terms of the > > country's image," said Piotr Spaczynski, partner at law firm Spaczynski, > > Szczepaniak & Wspolnicy, which advises foreign oil companies investing in > > Polish shale. > > The government now plans to unveil the draft law by the end of the month, > > and has said it will cover exploration and extraction of oil and gas from > > both conventional and unconventional sources, including taxation, > licensing > > and environmental issues. > > "If I were the government, I would scrap all drafts and let companies > work, > > or publish a draft supporting exploration and not one directed at > excessive > > taxation," Spaczynski said. > > Poland had high hopes for shale after a study by the US Energy > Information > > Association in 2011 estimated Polish reserves at 5.3 trillion cubic > metres, > > enough to cover domestic demand for some 300 years. > > The government's study in March slashed estimates for recoverable shale > gas > > reserves at 346 to 768 billion cubic metres. > > Despite ExxonMobil, the world's most valuable energy company, to > deciding to > > scrap exploration, other firms said they remained committed. > > "(Our company) continues to remain extremely optimistic about the outlook > > for Polish shale gas," said John Buggenhaggen, exploration director at > > UK-listed San Leon Energy. > > > > > >> > > Error! Filename not > > specified.< > http://sigads.rediff.com/RealMedia/ads/click_nx.ads/www.rediffmail.com/signatureline.htm@Middle > ?> > > Follow Rediff Deal ho > > jaye!< > http://track.rediff.com/click?url=___http://dealhojaye.rediff.com?sc_cid=rediffmailsignature___&cmp=signature&lnk=rediffmailsignature&newservice=deals > > > > to get exciting offers in your city everyday. > > > > > > > > > > > > > > ***** This message may contain confidential and/or privileged > information. > > If you are not the addressee or authorized to receive this for the > > addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on > this > > message or any information herein. If you have received this > communication > > in error, please notify us immediately by responding to this email and > then > > delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for > the > > proper and complete transmission of the information contained in this > > communication nor for any delay in its receipt. ***** > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > > -------------------------------------------------------------------------------- > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. > Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir > pengiriman abstrak 28 Februari 2012. > > -------------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > For topics not directly related to Geology, users are advised to post the > email to: [email protected] > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net > <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/%0AIAGI-net>Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to > direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting > from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the > use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- >

