Sesudah merdeka, masih pakai undang2 tinggalan belanda. Sesudah reformasi, memakai pola kapitalis, menguntungkan pemilik uang.
Sekarang usul parpol punya usaha sendiri supaya tidak membebani keuangan negara. Individu pengelola parpol kan pengusaha, pemilik berbagai perusahaan, yang pembagian pekerjaannya diatur DPR (alias wakil parpol) heeh jadi akan membagi-bagi uang ke parpol lagi. Uang ke rakyat dan nonparpol, sesuai dengan CSR yang relatif kecil dibanding dengan keuntungan perusahaan. Dimana keanggotaan profesi akan berada?? SALAM. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: amien widodo <[email protected]> Date: Mon, 16 Jul 2012 15:37:27 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Pembangunan Para Inlander VOC telah menghancurkan segala galanya dengan menciptakan INLANDER-INLANDER handal selama hampir 350 tahun. Setelah merdeka INLANDER berketurunan makelar makelar di segala bidang dikenal dengan budaya KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) selama 32 tahun. Ada satu generasi usia 32-42 tahun yang SAAT INI MENJADI PENYELENGGARA NEGARA INI yang tahunya hanya makelar dan KKN karena generasi ini makan dan tumbuh besar dari hasil korupsi. Seluruh tubuhnya yang ada hanyalah melakukan KKN, sehingga saat mereka tertangkap mereka tetap cengar cengir tidak bersalah bahkan ada yang dibela mati matian oleh masyarakat padahal jelas jelas koprupsi.. Penyelenggaraan negara ini tidak berjalan normal, para pemimpin tidak segera melakukan pembangunan di segala bidang tapi mereka sibuk memikirkan partainy dan mempertahankan kader partainya agar bisa KKN dengan tidak bersalah. Proyek Hambalang merupakan salah satu proyek yang aneh dan sudah ada rekomendasi dari PVMbG bahwa kawasan itu termasuk rawan longsor, tapi mereka tetap ingin berjalan terus. http://nasional.kompas.com/read/2012/07/13/13075545/Inilah.Keanehan.dalam.Proyek.Hambalang Kita lihat bersama sama akhir dari proyek Hambalang ini, AW

