Enak dong pak. Rumah saya 2200 watt, hanya pakai 2 AC, TV, kulkas ,mesin cuci 
dan lampu bayarnya industri, 3 juta per bulan.

Kata PLN tdk ada jalur R2 jadi dipasang industri. Apa gak geblek PLN?

Salam
Sent from my @ipad

-----Original Message-----
From: "Bandono Salim" <[email protected]>
Date: Wed, 25 Jul 2012 03:48:56 
To: Iagi<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Dinner Talk IAGI

Laah gitu yaa, memang pemerintah baik hati untuk listrik rumah.
Syukur puji Tuhan.
Gak usah protes dengan kenaikan bbm, kan di konversi ke listrik rumah?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: <[email protected]>
Date: Wed, 25 Jul 2012 10:22:46 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Dinner Talk IAGI
Untuk sosialisasi perlu diberikan pembelajaran bagaimana
sulitnya mencari sumber energi ( minyak ) dibutuhkan waktu lama
, teknologi/SDM dan biaya yg besar , disisi lain karena
harganya Murah maka cenderung ada pemborosan .
Tadi saya buka Rekening listrik dirumah , dg hitung hitungan
sederhana ketemu sbb :
Rumah saya dg daya 4400VA termasuk Gol Tarif R2 ( Rumah tangga
menengah ) dg Pemakaian sebulan 350 Kwh , bayar listriknya
Total per bulan 347.000 Rp. ini artinya 991 Rp/Kwh.
halaman rumah saya ada 3 lampu philip putih terang dg masing
masing 15 W dan dihidupkan mulai pukul 18.00 - 06.00 ( 12 jam )Pemakian daya di 
halaman rumah : 3 x 15 x 12 ( w/jam) = 540 Wh
atau 0,540 Kwh atau biaya yg saya bayar permalam untuk
menerangi halaman rumah saya 0.540 x 991 Rp = 535 Rp saja (
sama dg harga krupuk putih di penjual rokok pinggir jalan )
Kalau Listrik tsb dihidupkan dg BBM ( solar ) maka harga solar
saat ini 8500 Rp/l ( harga tidak disubsidi ) , Faktor konversi
Solar ke listrik 0,28 Kwh/l , artinya 1 liter solar bisa
menghasilkan listrik 3,5 Kwh , atau untuk listrik per Kwh
diperlukan biaya bahan bakarnya 2400 Rp ( ini baru biaya bahan
bakar , belum biaya pembangkitan dan faktor losses nya untuk
menyalurkan dari pembangkit kerumah ), artinya saya menerima
"Sumbangan" minimal ( 2400 - 991 ) Rp x 350 = 493.150 Rp (
lebih besar sumbangannya daripada yg saya bayar )Disisi lain solar yg ada itu 
diperoleh dari suatu Basin yg
berada non jauh disana ditengah hutan dan laut dalam dg waktu
tempuh sampai di pomp bensin tidak kurang 10 tahun ( masa
ekplorasi, ekploitasi sampai pengilangan dan transportasinya )Jadi betapa 
murahnya eenergi itu.........

Sekedar Gotak Gatuk matuk saja...... iseng iseng nunggu
ngabuburit tak iye....
Ismail Zaini

NPA 892




> Pak, syarat 1 itu, nampaknya rada sulit, semoga harapan kita
> tentang transparansi dan kejujuran data, dapat segera
> terjadi.
 Syarat 2, sosialsasi dan penyertaan
> Sosialisasi mungkin sekedar saja yang sulit adAlah
> penyertaan.
>
> Semoga harapAn jadi kenyataan.
> Salam hormat.
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Ong Han Ling <[email protected]>
> Date: Wed, 25 Jul 2012 06:35:31
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: RE: [iagi-net-l] Dinner Talk IAGI
> Anggota IAGI yang saya hormati,
>
>
>
> Dua usulan pertama dari 11 prioitas yang saya kemukakan
> dalam ceramah saya
 untuk menanggulangi subsidi BBM, adalah
> (1) Transparansi dan kejujuran
 informasi, dan (2)
> Sosialisasi dan pengikut sertaaan. Kedua persaratan
 inilah
> yang saya anggap IAGI bisa memegang peranan penting.
>
>
>
> Sosialisasi perlu diterangkan oleh anggota IAGI kepada
> masyarakat luas bahwa
 energi itu akan habis (depleted),
> bahwa energi itu mahal, bahwa energi itu
 susah dicari,
> bahwa Indonesia telah menguras migas lebih dari 125 tahun.
> Dengan demikian kita harus hemat dan pelit energi. Dan
> masyarakat luas
 sampai kedaerah-daerah harus
> diikutsertakan, semacam multi-level-marketing.
 Universitas
> didaerah perlu dilibatkan dengan pelajaran-pelajaran
> tentang
 industri perminyakan dan konservasi energi.
> Universitas meneruskan ke Pemda
 dan seterusnya ke
> masyarakat luas.
>
>
>
> Transparansi dan kejujuran data adalah syarat mutlak.
> Sengaja atau tidak,
 banyak orang termasuk anggota
> profesional seperti IPA., HAGI, IATMI, dan
 IAGI, sering
> mengemukakan hal-hal yang menjadi kepentigan perusahaan
> mereka
 hingga dengan tidak sengaja telah mennyesatkan
> pemgambil keputusan policy
 energi.  Anggota professi, tanpa
> sengaja selalu mengatakan bahwa kalau
 dicari migas pasti
> ditemukan. Berikan kami kemudahan untuk investasi. Kami
> akan terapkan teknologi dan management terbaru dan kita akan
> dapatkan
 minyak. Mereka memberikan contoh-contoh
> keberhasilan seperti Kodeco dan
 Cepu, dua lapangan tua yang
> cadangannya bertambah cukup besar. Pembuat
 policy energi
> seperti anggota DPR dan Penjabat, mengangap bahwa
> International Oil Company masuk Indonesia dan berani
> mengebor sumur
 eksplorasi dengan biaya puluhan juta dolar.
> Kesimpulan mereka simple, IOC
 berani mengeluarkan jutaan
> dollar, pasti Indonesia kaya dan mineral
 resources
> berlimpah. Hal-hal inilah yang perlu diluruskan oleh IAGI
> serta
 anggota professional lainnya yang mengerti tentang
> high risk dan high reward
 yang menjadi ciri khas industri
> perminyakan.
>
>
>
> Kedua usulan tsb. adalah sesuatu yang kita semuanya harus
> kerjakan dalam
 menanggulangi subsidi. Kedua usulan ini
> relatip murah hingga dapat
 dikerjakan langsung.  Selain
> itu, sosialisai dan pengikut sertaan masyarakat
 luas  juga
> perlu dilakukan secepatnya sebelum Pemerintah menaikkan
> harga
 BBM. Masyarakat luas perlu diberi penerangan hingga
> nantinya tidak timbul
 gejolak. Daerah perlu didatangi. IAGI
> adalah organisasi yang tepat karena
 sudah biasa bergerak
> didaerah. IAGI sebaiknya menawarkan jasanya kepada
> Pemerintah untuk melakukan sosialisasi. Geologist yang sudah
> pensiun maupun
 yang baru lulus yang memerlukan pekerjaan
> dapat di mobiliser. Untuk ini IAGI
 kemungkinan besar bisa
> mendapat pendanaan dari Pemerintah.
>
>
>
> Salam,
>
>
>
> HL Ong
>
>
>
> From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]]
> Sent: Monday, July 23, 2012 11:02 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Dinner Talk IAGI
>
>
>
> Data tahun 2010 yang dipergunakan oleh DEN (Dewan energi
> Nasional) dalam
 menyusun SKENARIO KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL
> MENUJU TAHUN 2050 saya kira
 menggunakan data ini juga.
>
> Yang dipertanyakan bukan besar kecilnya angka tetapi rasio
> antara low cal
 (21 %) yang hanya 1/3 dari kalori menengah
> (70 %).
> Angka perbandingan ini konon secara logika genesa
> pembentukan batubara agak
 aneh. cmiiw. Sayapun tidak tahu
> bagaimana menjelaskannya, genesa seperti apa
 yang dapat
> menyebabkan kalori rendahnya lebih sedikit dibandingkan
> batubara
 kalori menengah. Mungkin hal ini perlu dijelaskan
> kawan-kawan yg bekerja di
 batubara, genesa seperti apa yang
> menyebabkan low cal < med cal.
>
> Dalam besaran Sumberdaya-Cadangan batubara ini utk Proven <<
> Probable bisa
 dimengerti. Karena nantinya yang probable
> bila dievaluasi atau dikerjakan
 (dikembangkan) akan menjadi
> proven.
> Tetapi untuk Migas kemarin ditunjukkan bahwa besaran Proven
> >> Probable
 (maaf saya lupa angkanya)
>
> Saya sepakat dengan Mas Yoga untuk mulai diinventarisasi,
> namun persoalan
 "angka" yg dimunculkan inilah yang harus
> dikritisi seperti ditulis Mas
 Noorsyarifuddin.
>
> RDP
>
> 2012/7/23 yoga suryanegara <[email protected]>
>
> Bapak2, coba dilihat pie diagram yang dicantumkan adalah
> bersumber dari data
 tahun 2006, artinya data yang terkumpul
> adalah sebelum tahun tersebut.

> Seingat saya, low rank coal, mulai ramai dibicarakan masuk
> dalam komoditas
 komersial industri di era tahun 2006, yang
> artinya pada tahun tersebut
 data-data hasil explorasi masih
> belum masuk dan terupdate di dept esdm kita.

>
>
> Dalam dua seminar nasional yang diadakan oleh perhapi dan
> ics di jakarta
 baru2 ini saya sempat mengingatkan betapa
> pentingnya update data dan
 validitas data sda dan cadangan
> sumber energi kita untuk kepentingan den
 (dewan energi
> nasional) dalam menentukan arah kebijakan energy mix kita.
>
>
>
> Regards,
> Yoga Suryanegara
>
>  _____
>
> From: "[email protected]" <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, 23 July 2012 12:20 PM
>
>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Dinner Talk IAGI
>
>
> dalam melihat data harus jelas ,antara lain :  Sumber data
> tsb
> (intitusinya) , Kriteria/devinisi/Status sumberdaya/cadangan
>
> yang dipakai , Tahun penerbitannya .
> Kalau seandainya kita pakai data Batubara yg ngeluarkan
> Dirjen
> Minerba / ESDM atau Data Migas yg ngeluarkan Dirjen Migas /
> ESDM/BP Migas  kok sampai salah dan menyesatkan
> .................  wah kalau yg ini aku nggak bisa
> komentar.....
>
> ISM
>
>
>
>> 2012/7/23 noor syarifuddin <[email protected]>
>>
>>> Sedikit tambahan:
>>>  Satu point yang cukup menohok dari diskusi dengan Pak
>>>  Ong
>>>  kemarin adalah
>>> bahwa IAGI (dan organisasi profesi lainnya) sama sekali
>>> TIDAK KRITIS terhadap data/informasi yang beredar (dan
>>> ternyata menyesatkan masyarakat dan para pembuat
>>> keputusan)...
>>>  Mudah-mudahan ini bisa menjadi referensi PP IAGI.
>>>  salam,
>>>
>>
>> Salah satu yg saya peroleh dan mirip dengan yag
>> disampaikan
>> Pak Ong adalah sumberdaya berdasarkan kalori.
>> http://psdg.bgl.esdm.go.id/makalah/1.1%20%20Batubara%20Grand%20Melia.pdf>> 
>> Bagaimana mungkin kalori rendah jumlahnya lebih sedikit
> dari
>> kalori sedang. Hal yang mirip dengan ini adalah
>> perhitungan
>> cadangan Migas dimana Proven lebih kecil dari Probable.
>> dsb.
>> Ini memang belum menjadi perhatian IAGI selama ini. Apa
>> yang
>> diungkapkan Pak Ong ini akan ditindak lanjuti oleh PP
>> IAGI.
>
>
>
> ___________________________________________________________
> indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id
> <http://indomail.indo.net.id/>
>
>
>
> ----------------------------------------------------------------------------> 
> ----
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> ----------------------------------------------------------------------------> 
> ----
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
> September 2012.
 Kirim abstrak ke email:
> pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman
 abstrak
> 28 Februari 2012.
> ----------------------------------------------------------------------------> 
> ----
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
 To subscribe, send email
> to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are
> advised to post the
 email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id <http://iagi.or.id/>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
 IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------> 
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted
 on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others. In no event shall
 IAGI or its members be
> liable for any, including but not limited to direct
 or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting from loss
 of use, data or profits, arising out of
> or in connection with the use of any
 information posted on
> IAGI mailing list.
> --------------------------------------------------------------------->
>
>
>
>
>
> --
> "Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"
>
>



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id



--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke