Pak Iman & Pak Rovicky, Journal of Sedimentary Geology (Berita Sedimentologi) nomor 25 dari FOSI yang akan terbit bulan November akan fokus ke the "Lesser Sunda Islands". Wilayah ini berada di antara Australia dan Indonesia. Kalau ada topic menarik, tentu kami bisa ikutkan.
Pada edisi2 sebelumnya kami mengundang banyak penulis baik dari dalam maupun luar negeri. Edisi 23 dan 24 di dedikasikan untuk Eastern Indonesia. Majalahnya bisa dilihat oleh siapa saja, di website IAGI / FOSI. Untuk Edisi yang ke 25 ini kemungkinan kita juga akan dapat kontribusi dari David Haig, yang banyak melakukan pemetaan di Timor Leste dari tahun 2003. Saya pernah baca kalau Sibumasu terrain di Indochina juga merupakan bagian dari Australia yang lepas dari Australian continent yang sekarang sebelum Permian. Berdasarkan informasi dan data2 lain, tentu saja banyak pecahan2 Australian crust diantara Indochina dan Australia (known as Indonesia). Salam, Herman From: RM Iman Argakoesoemah [mailto:[email protected]] Sent: Monday, September 10, 2012 5:36 AM To: [email protected]; economicgeology; [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Australian crust in Indonesia Mestinya paper seperti ini dimuatnya di majalah punya kita sendiri. Oleh karenanya perlu dibuat ada. Judulnya bisa saja seperti: Journal of Indonesian Petroleum Geology, dst. Awalnya bisa dirintis 6 bulan sekali terbit yang nantinya bisa setiap 3 bulan sekali ..... Saya pikir contributornya akan ada. Paling tidak papers bisa dipilih dan disiapkan sebagai "extended abstracts" dari presentasi di pertemuan tahunan IPA, HAG, IAGI, dsb. atau invited papers. Bisa juga berupa sponsor papers dari coys sekalian donasinya. Apakah kita sudah merasa cukup punya preseding PIT saja?? Any comment?? Thanks. Iman From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]] Sent: Monday, September 10, 2012 8:16 AM To: IAGI; economicgeology; [email protected] Subject: [iagi-net-l] Australian crust in Indonesia Kalau Pak Awang memposting perdebatan basement di Makassar, saya barusaja membaca tulisan anget dari Robert Hall dengan judul "Australian Crust In Indonesia" (Australian Journal of Earth Sciences (2012) 59, (827-844)). Ini merupakan satu pergumulan seru yang baru untuk melihat sampai dimana kerak-kerak Australia ini merangsuk di Indonesia. Indikasi ini sebenernya sudah cukup lama, tahun 2005 sudah ada paper di IPA oleh groupnya RH juga mengindikasikan fenomena ini. Apanya yang menarik ? Ya tentusaja basement (Pre Tertiary) di bawah cekungan JAwa Timur Selatan menjadi menarik untuk diperhatikan. Dari sisi perminyakan tentunya Jurassic sedimen merupakan lapisan yg proven sebagai reservoir bagus di North West Shelf Australia. Sedangkan dari sisi menral economic tentunya daerah ini juga menarik untuk dikaji. Tidak hany aitu tentusaja, kegunung apian di Jawa Timur tentunya akan menembus batuan ini, berbeda dengan gunungapi di Jawa Tengah dan Jawa Barat yang menembus batuan yang magmanya menembus batuan berbeda. Nah siapa berani ? Offshore East java Basin sudah ada seismiclinenya yang diakuisisi oleh TGS. Rovicky -- "Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari" ________________________________ Keep it on screen - think before you print ________________________________ Any information in this email is confidential and legally privileged. It is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive. If you receive this e-mail in error, please reply this e-mail or call +6221 2995 4777 then delete this email including any attachment(s) from your system since any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on such contents is strictly prohibited. MedcoEnergi does not accept liability for damage caused by any of the foregoing. This e-mail is from MedcoEnergi Companies (www.medcoenergi.com).

