Maaf Pak kami juga belum berani untuk mengajukan pembukaan prodi secara langsung, kami bermasuk setidaknya ilmu geologi dikenal dulu sama pihak universitas baik cakupannya maupun manfaatnya sehingga ada paradikma baru yang muncul di sana. Sy berfikir pihak dikti & universitas mungkin kurang mengenal geologi sehingga sangat jarang universitas daerah yg melirik jurusan tersebut. Beda dengan jurusan keguruan atau kesehatan sekarang setiap gang, sekolah SMA pun digunakan gedungx untuk kampusx. apa tidak ada pembatasan dari dikti mengenai pembukaan program studi tersebut? Akibatnya banyak teman2 sy yg dulu bercita2 jd guru atau perawat hanya nganggur atau jg guru sukarela.
"Jangan berhenti bermimpi dan berharap karena mimpi dan harapan lah yang mewarnai kehidupan kita" Salam, Kusnadi Terkirim dari Samsung Mobile Ok Taufik <[email protected]> menulis: Maaf ya kalau tak berkenan. Kesannya seperti mendirikan lembaga kursus saja ya?...comot sana-sini untuk tenaga pengajar tak tetap untuk menjalankan kuliah jenjang S-1. Tentunya dikti mempunyai persyaratan untuk meloloskan pendirian suatu prodi (tak memiliki informasi soal ini), Kalau memang kebutuhan itu mendesak bagi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja saja kenapa tak di buat sejenjang akadem atau D3/politeknik, sembari menunggu mendirikan S-1 Prodi Geologi. Saya melihat nya ideal saja, kalau tak ada materi, perpustakaan, lab yg memadai dan silabus kurikulum yang memadai, serta tenaga pengajar yang baik, kualitas prodi geologi apa sebenarnya yang di harapkan?, hak warga untuk mendapatkan pendidikan, hak warga juga untuk mengejar peluang kerja di bidang Geologi, tapi disatu pihak terlampau membuang ongkos kalau mendirikan prodi tak ada sasaran, yang jelas perlu alokasi dana untuk menjalankan PTN secara berkelanjutan. 2012/9/20 Anggoro Dradjat <[email protected]> Selain melalui struktur organisasi formal yang terkait, sekarang masih sangat membutuhkan partisipasi masyarakat profesional semacam IAGI - HAGI. Jadi langkah selanjutnya adalah mengumpulkan informasi tentang rekan-rekan geologist dan geophysicist di Nusatenggara dari kalangan industri yang bersedia menjadi pengajar paruh waktu. Anggoro Dradjat 2012/9/20 <[email protected]> Kalau ada yg lebih spesifik bisa dibantu silakan pak, kami di ITB bersedia membantu. Btw, di Univ Cendana Kupang sdh ada jurusan Tambang, mungk Geologi bisa di"tempel"kan di sana (untuk awalnya). BPriadi ITB Powered by Telkomsel BlackBerry® From: "Dedy Kurniawan S" <[email protected]> Date: Thu, 20 Sep 2012 08:31:42 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Usaha untuk mewujutkan adanya program study kebumian di daerah NUSA TENGGARA From: Kus Adi <[email protected]> Date: Thu, 20 Sep 2012 12:58:44 +0800 (SGT) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Usaha untuk mewujutkan adanya program study kebumian di daerah NUSA TENGGARA Dear All, Salah satu misi IAGI adalah untuk mengembangkan masyarakat dan keilmuan. Kami dari PENGDA NUSRA merasa berkewajiban untuk melaksanakan misi tersebut dengan berbagai macam program kerja yang salah satunya adalah meningkatkan keilmuan dan mengembangkan masyarakat kebumian. Nusa Tenggar terdiri dari 2 provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat kedua daerah ini terkenal dengan kekayaan geologi hasil gunungapi berupa emas, tembaga dll serta kekayaan geowisata seperti G. Rinjani dan Kalimutu, oleh karena itu banyak dilakukan penambangan oleh perusahaan – perusahaan besar . Disana banyak terdapat tenaga ahli geologi dan pertambangan. Di Nusa Tenggara terdapat Universitas Negeri Mataram terletak di kota yang memiliki perkembangan yang cukup pesat sehingga akses dari dan kesana cukup mudah. Minat masyarakat cukup tinggi di bidang keguruan dan kesehatan walaupun tidak memungkiri pentingnya hal tersebut tetapi kita wajib mengembangkan sumberdaya manusia yang sesuai dengan potensi daerahnya berupa kegeologian baik ekstraksi maupun geowisata. Di Universitas mataram belum terdapat jurusan yang berkaitan dengan kebumian dan adalah tidak mungkin di dalam waktu dekat didirikan karena belum mempunyai jurusan yang serumpun. Setelah kami membicarakan dengan pihak UNRAM satu – satunya cara adalah di embriokan di Jurusan Fisika F-MIPA UNRAM. Langkah yang cukup potensial menurut kami adalah dengan diadakan kerja sama antara IAGI baik pusat dan daerah dengan UNRAM melibatkan stekholder terkait. Langkah – Langkah yang telah kami lakukan secara non-Formal Membicarakan dengan rektor kemungkinan membuka program studi seperti masih sulit. Satu – satunya cara adalah hanya menambah mata kuliah di program study fisika yang kita harap jadi embrio untuk perkembangan ilmu kebumian. Walaupun demikian kami akan segera melaksanakan dan kami harapkan ada bantuan dari IAGI Pusat. Kami belum banyak pengalaman mengenai hal tersebut diatas tentunya senior kami yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan dapat memberikan advice untuk kelancaran program kami. Salam, Kusnadi Lombok -- Sent from my Computer®

