Modusnya sudah ganti ya pak, dulu seringnya ditujukan pada orang yang mau
jual rumah, kalau kita buat iklan dengan mencantumkan no HP kita maka akan
ada telephone call masuk dengan segera, dia tanya harga rumah dan tanpa
basa-basi setuju denga harganya dan dengan meyakinkan dia bermaksud
mengirim DP tanda jadi, jelas dia minta no rekening kita. Setelah itu dia
akan call lagi memberitahukan bahwa uang DP sudah ditransfer dan minta kita
mencek langsung ke ATM, selanjutnya prosesnya akan sama dengan kejadian
yang dialami oleh Mang Okim. Sekali no HP kita beredar maka no itu akan
dimanfaatkan sama jaringan mereka, sampai sat ini selalusaja ada SMS "Rumh
yang bapak ingin jual harganya sudah disetujui oleh DR. Anu, tolong
hubungin no 081xxxxxx".

Untuk SMS yang begini kadang saya iseng membalas SMSnya "Rumah yang mana
pak?, 10 rumah saya sudah laku terjual!"

OK Taufik

2012/9/25 Sujatmiko <[email protected]>

> Rekan-rekan IAGI yang budiman,
>
>
>
> Puji syukur  kepada  Tuhan YMK bahwa hari ini mang Okim terlepas dari
> korban penipuan yang bisa saja terjadi kalau mang Okim tidak mendapatkan
> perlindungan dan hidayahNya. Kisahnya berawal tadi pagi ba'da Subuh ketika
> pembantu rumah sedang menyapu halaman . Dia  menemukan  sebuah amplop yang
> berisi 2 lembar dokumen dan selembar cek yang  membuat  mang Okim
> gemeteran.
> Dokumen pertama surat hak atas tanah untuk perkantoran di Kabupaten Merauke
> seluas  46.927 m2 , dan  dokumen kedua SIUP Besar dengan nilai modal dan
> asset Rp 125 milyar dari Disperindag Kab.Bekasi atas nama H. Agus Sucipto
> SE
> lengkap dengan alamat dan nomer telpon / HP.  Ceknya dari Bank Muamalat
> senilai Rp 3.725.000.000,- Mendapatkan dokumen berharga ini mang Okim
> langsung membayangkan kesulitan dan kesedihan pemiliknya atas kehilangan
> tersebut.
>
>
>
> Setibanya di kantor tadi pagi , usai membereskan meja kerja, mang Okim
> langsung menelpon kantor PT Anugerah Sejahtera di Bekasi ( 021-3832222 ).
> Nomer tersebut ternyata sibuk terus. Mang Okim kemudian memutuskan untuk
> menelpon ke HP Pak Agus Sucipto yang suaranya mengesankan kewibawaan. Mang
> Okim menceritakan tentang temuan amplop tersebut dan minta konfirmasi
> alamatnya agar seluruh dokumen dapat segera dikirim lewat TIKI. Pertanyaan
> mang Okim tentang bagaimana dokumen tersebut bisa tergeletak di halaman
> rumah mang Okim, tidak dijawabnya. Jawabannya malah niatnya yang tulus
> untuk
> memberikan hadiah Rp 50 juta kepada penemunya. Mang Okim tentu saja kaget
> dan menekankan bahwa mang Okim tidak mengharapkan hadiah tersebut. Tetapi
> karena Pak Agus mendesak apalagi setelah mengetahui bahwa  yang
> menemukannya
> adalah pembantu mang Okim yang bisu tuli, maka mang Okim memenuhi
> permintaannya untuk  mengirimkan nomer Acc. BCA dan Mandiri lewat sms.
>
>
>
> Digiring ke ATM BCA
>
>
>
> Tidak berapa lama setelah mang Okim kirim sms, Pak Agus yang katanya sedang
> berada di pedalaman Papua menelpon akan langsung mengirimkan uang lewat ATM
> BCA dan ATM Mandiri masing-masing Rp 50 juta dengan alasan terkesan akan
> kejujuran mang Okim ( untuk pembantu 50 juta, untuk mang Okim 50 juta ).
> Mang Okim diminta segera ke ATM karena transaksinya tidak lewat perbankan (
> harus menukar dolar dulu dlsb.nya ). Di ATM BCA mang Okim dipandu untuk
> memasukkan kartu ATM mang Okim dan membacakan  angka yang tertulis di layar
> monitor ( saldo ). Sampai disini masih mang Okim turuti.  Setelah itu,
> terbersit di pikiran mang Okim,  mau nransfer duit kok ribet banget.
> Kecurigaan dan firasat jelek kemudian muncul dan kartu ATM segera mang Okim
> cabut. Pak Agus langsung kaget dan menanyakan mengapa petunjuknya  tidak
> diikuti. Mang Okim jawab ada masalah di kartu ATM. Dia kemudian memaksa
> mang
> Okim untuk melanjutkan proses. Mang Okim jawab bahwa kartu ATM nya harus
> diperiksakan dulu ke Customer Service.
>
>
>
> Sementara menunggu giliran menghadap  Customer Service, HP mang Okim terus
> berdering. Mang Okim didesak untuk kembali ke ruang ATM. Mang Okim jawab
> bahwa Customer Service BCA menganjurkan mang Okim untuk tidak
> memberitahukan
> saldo di ATM kepada siapapun ( sebetulnya  Pak Agus  sudah terlanjur tahu
> jumlahnya ). Mang Okim ketar-ketir juga karena khawatir saldo dikuras.
> Alhamdulilah ketika dicek di Klik BCA, jumlahnya tetap utuh. Customer
> Service yang mang Okim temui memberikan nasehat agar jangan  sekali-sekali
> memberikan informasi tentang saldo di ATM, apalagi nomer pin. Mang Okim
> kemudian kembali ke kantor dengan perasaan penuh syukur bahwa Tuhan YMK
> melindungi mang Okim dari musibah penipuan. Do'a yang sering mang Okim
> panjatkan kepada Tuhan YMK alhamdulilah dipenuhi : Ya Allah, berilah
> perlindungan yang sempurna atas jiwa, harta benda, dan kehormatan hamba dan
> seluruh  keluarga hamba , Amiin .
>
>
>
> Semoga bermanfaat,
>
>
>
> Wassalam,
>
>
>
> Mang Okim
>
>
>
> LAMPIRAN  DOKUMEN  DALAM  AMPLOP
>
>
>
> IMG_0001-40.jpg         IMG-40.jpg
>
>                         1.  Hak kepemilikan tanah a/n H.Agus Sucipto SE
> 2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar
>
>
>
> IMG_0002.jpg
>
> 3. Cek Bank Muamalat senilai Rp 3.725.000.000,- a/n H.Agus Sucipto
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> REGISTER NOW !
> Contact Person:
> Email : [email protected]
> Phone : +62 82223 222341 (lisa)
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net>Archive 
> 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>



-- 
Sent from my Computer®

Kirim email ke