Kamis, 01/11/2012 02:16 WIB
Polisi Pasang Batas Dilarang Melintas di Semburan Lumpur di Kutai Timur
Robert - detikNews
Jakarta - Polres Kutai Timur membuat garis batas dilarang melintas dengan 
radius 20-30 meter dari titik semburan lumpur di kawasan Pipe Yard Logistik 
Pertamina, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Hal ini agar 
masyarakat tidak mendekati lokasi semburan lumpur tersebut.

"Pengamanan kita di lokasi, sudah kita bikin garis batas larangan melintas 
dengan radius 20 hingga 30 meter dari titik semburan lumpur," kata Kapolres 
Kutai Timur AKBP Budi Santosa, kepada detikcom melalui telepon, Rabu 
(31/10/2012) malam.

Budi menjelaskan, hasil koordinasi yang dilakukannya bersama dengan PT 
Pertamina EP Region KTI Sangatta Field menunjukkan bahwa daerah titik semburan 
lumpur bukan termasuk area pengeboran, sehingga semburan yang muncul tidak 
membahayakan.

"Dari hasil koordinasi kita dengan Pertamina, titik semburan bukan daerah 
pengeboran. Yang keluar bukan minyak, bukan juga gas murni. Tapi memang lumpur 
bercampur air," ujar Budi.

"Dugaan sementara, semburan lumpur keluar karena faktor alam. Bukan seperti 
semburan lumpur yang ada di Sidoarjo. Prediksi Pertamina, dalam 3-4 hari akan 
tuntas ditanganinya (menghentikan semburan lumpur)," tambahnya.

Masih menurut Budi, ketinggian semburan lumpur mencapai hingga sekitar 30 
centimeter. Di lokasi, sambungnya, ditutup dengan seng baja untuk menghindari 
kemungkinan masyarakat nekat mendekati lokasi titik semburan tersebut.

"Ditutup dengan seng untuk keamanan dengan penjagaan petugas sekuriti Pertamina 
dan dari Satuan Obyek Vital Polres Kutai Timur. Semburan itu tidak mengandung 
gas berbahaya," tegasnya.

"Kita juga sudah meminta kepada perangkat desa, untuk memberitahukan kepada 
masyarakat setempat meski jauh dari pemukiman, untuk tidak khawatir," terang 
Budi.

Alat berat berikut truk, sudah berada di lokasi yang digunakan untuk menggali 
lubang dan mengangkut lumpur yang keluar ke permukaan. "Truk untuk mengangkut 
lumpur, alat beratnya untuk membuat lubang untuk mengalihkan atau menampung 
keluarnya lumpur," ungkap Budi.

Meski demikian, beredar kabar bahwa semburan lumpur mengandung gas metan dengan 
prosentase 0,28 persen. Dikonfirmasi hal itu, Budi membantahnya. Dia memastikan 
semburan lumpur tidak mengandung gas.

"Dari data Pertamina yang kita dapatkan, lumpur yang keluar dan diangkut dengan 
menggunakan truk tangki sebanyak 96 ton tanpa cairan minyak mentah. Kondisi di 
sekitar semburan cukup aman," tutupnya.

Seperti diketahui, semburan lumpur bercampur pasir mencuat ke permukaan sejak 
Selasa (30/10) pagi, sekitar pukul 07.00 WITA. Ketinggian semburan kurang dari 
1 meter. Petugas Layanan Operasi PT Pertamina EP Region KTI Sangatta Field, 
Enriko Hutasoit ketika dikonfirmasi detikcom membenarkan insiden semburan 
lumpur tersebut.


Sent by Liamsi's Mobile Phone

Kirim email ke