Terimakasih Pak Tyo. 
  
topik dan diskusi yang menarik dari member IAGI di thread ini membuat kita-kita 
jadi terhipnotis untuk ngikutin alur cerita si Andalan dari Timur Jauh ini :-) 
  
tambahan asumsi dari bapak yi: tidak dijumpainya major sealing 
fault/kompartemen, tidak adanya potential shallower interval, charging yang 
berlangsung saat ini, malah membuat ke-3 scenario sebelumnya kok rasa2nya jadi 
kurang cocok semua yah pak he he. 
  
namun khusus tambahan asumsi bahwa di kedalaman 6 km, Jurassic-Triassic 
intraformational SRnya masih/sedang charging... sangat menarik dan memunculkan 
beberapa komen lanjutan. Sebetulnya sih ingin tanya ini asumsi atau 
jangan-jangan fakta he he he. Tapi karena aware atas adanya data 
confidentiality saya anggap saja ini asumsi. Beberapa komen: 
  
1-Jika ini EARLY charging 
SR yang sudah sedalam/setua ini “baru” nge-charging adjacent reservoir di 
sekitarnya bisa mengindikasikan minimal 2 hal: 
1a* SR interval subsiding ke kedalaman 6 km just recently. Ibarat water heater, 
meskipun pakai settingan maximum namun kalau tombolnya baru di-on-kan semenit 
yang lalu yah airnya masih suam-suam kuku sekarang. ATAU 
1b*SR interval sudah mulai subsiding ke kedalaman 6km sudah sekian lama. Lantas 
kenapa baru bisa masak sekarang? Possibly karena gradient geothermal di daerah 
“dryhole” ini relatif rendah over geological time plus faktor heatflow. Ibarat 
water heater, tombolnya sudah di-on-kan sejam yang lalu tapi pakai settingan 
minimum yah tetap lama juga baru bisa mendidih airnya. 
  
2-Jika ini LATE charging 
Maka timbul hal baru yang mesti diklarifikasi lebih lanjut: 
*2a. Jika memang tidak ada problem dengan timing pembentukan struktur, mestinya 
strukturnya terisi dan bukan cuma show/reading (diasumsikan sblmnya simply 
karena tight).  ATAU 
 *2b. Kehadiran show/gas reading tanpa akumulasi mengindikasikan pembentukan 
struktur relatif telat terhadap maturasi/migrasi atau ada leakage. Jika asumsi 
ini betul maka sudah banyak HC  yang expelled dan lepas ke tempat lain selama 
periode sblm terbentuknya struktur semai yang di drill? Sepertinya banyak yg 
sudah loss karena cuma dapat show doang.  Situasi ini merupakan penjelasan 
lebih lanjut dari SCENARIO#1 sebelumnya. 
  
Karena dengan semakin bertambahnya asumsi (?fact) baru di atas maka scenario 
lain yang mungkin terjadi: 
  
SCENARIO-4 
Semua unsur pet.sys OK tapi tight. Ada show. 
Bisa jadi HC show yang terekam di well Semai V mengindikasikan sudah mulai ada 
minor HC yang expel. Lantas mana  nih si andalannya..? kok ngga nongol..? Jika 
point-1 di atas betul maka I’d say majority masih ada di SR itu sendiri alias 
bisa jadi unconventional shale gas/oil. Sudah sempat diutarakan oleh ibu/bapak 
di sini sebelumnya. 
  
#dimana kira-kira lokasi SR yang matang dan TR yang relatif masih rendah..?# 
  
SCENARIO-5: 
Point 2a masih jadi tanda tanya besar. Semua komponen work fine kecuali 
reservoir effectiveness gagal akibat tight. 
Lantas apa iya seluruh struktur yang sebesar itu disebut tight semua..? apakah 
betul bahwa jika di crestal saja propertinya jelek apalagi di down flank..?  
apakah benar bahwa pada depth yang sama, provenance yg sama, facies yang sama 
akan punya properti yang sama..? 
  
Untuk yang satu ini saya berbeda pendapat dengan beberapa rekan di sini. 
  
...Jawaban atas Q's di atas menurut saya adalah "tidak harus"... 
  
Jangankan pada kedalaman yang relatif sama, di daerah yang lebih down dip 
daripada titik objektive semai V saja bisa jadi tidak tight. 
Mari ambil simpel analog yang ada di sekeliling kita:  ada 2 producing field, 
dengan geological history yang sama: provenance sama, facies sama, burial 
evolution sama, present day depth sama. Field A propertinya jelek. Tapi kok 
Field B yang cuma 2-3 km di sebelahnya propertinya sesuatu bangeud alias bagus 
yah..? Ini bisa menjadi contoh sederhana bahwa properti suatu reservoir di 2 
depth yang sama di area yg masih dekatan tidak harus serupa. 
  
Lalu kok bisa..?  ada satu hal lain yang juga berpengaruh. 
kalau di cek-ricek terdapat relasi antara (*) tingkat sementasi dan/atau 
diagenesa (eg: qz overthgrowth/sementasi qz/rextalisasi ke mineral lempung ) 
yang mengakibatkan porosity deteriorasi dengan (**) hc charge. 
Kita tentu aware bahwa subsidence ditambah dengan kehadiran air yg ada di 
jaringan pori2 menyebabkan laju sementasi/diagenesa semakin tinggi, memicu 
hadirnya microqz/qz overgrowth/clay minerals, lalu ujung-ujungnya 
mendeteriorasi properti si reservoir.  
Nah yang menarik adalah ... bagaimana jika pori-pori tersebut tersaturated 
dengan HC (alias airnya makin sedikit karena direplace)? Bisa jadi salah satu 
implikasinya adalah faktor2 yang merusak properti di atas menjadi tidak ada 
atau tidak signifikan.  
Jadi pernyataan: 
“wajar jika tidak ada akumulasi karena reservoirnya tight” 

mnrt saya malah seharusnya dibalik kira-kira menjadi: 
“pantasan saja lokasi di situ tight tidak ada HC nya sih” 
  
Ini sepertinya salah satu asumsi yang bisa menjawab pertanyaan di point#2a di 
atas. 
  
#dimana kira-kira preserved paleo hc accumulation yg bisa melimitasi 
deteriorisasi properti?# 
  
Kata orang-orang biarkan gambar/photo yang berbicara. Nah alangkah bagusnya 
jika asumsi2, scenario2, komponen2 pet.sys-nya dituangkan dalam format play 
risk map. Mungkin akan bagus lagi kalau dioverlay dengan TR map. If available, 
peta seismik atribute (yang sudah dijelaskan panjang lebar oleh rekan2 
sebelumnya) tentunya akan membantu pula. 
  
Mudah2an scenario2 ini masih dianggap geo-logis. Mohon koreksinya.

Sejalan dengan ucapan Pak Avi sebelumnya “jangan mudah menyerah” maka ternyata 
si Andalan dari Timur Jauh ini masih menjanjikan harapan tuh sepertinya   ... 
the journey is just begun ... salam semangat. 
  
Andi-2994. 

Sent reducing VulsaQu®

-----Original Message-----
From: kartiko samodro <[email protected]>
Date: Wed, 31 Oct 2012 11:12:06 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] KALAU PERTAMINA JADI KE TOTALRe: [iagi-net-l] Re:
 Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?

Wah kalau targetnya jadi tight gas sand reservoir di kedalaman 6000m
di remote area, jangan jangan malah enggak jadi drilling nih...
mahal ngebornya dan kalau discovery mahal juga mengembangkannya

On 10/31/12, [email protected] <[email protected]> wrote:
> Siiip...Pa Andi.
>
> Berarti Bapak menyimak dengan cermat informasi yg ada dan malakukan analisis
> dengan sangat baik. Salut dan sangat dihargai !
>
> (Karena ada juga yg msh  nanya keberadaan source rock...entah tidak
> menyimak, atau tidak percaya he..he..).
>
> Saya lebih memilih skenario-1 yg Bapak buat.
>
> Untuk menambah update penajaman analisis lanjut Bpk, bagaimana apabila
> dimasukan asumsi sbb:
>
> 1. Tidak dijumpai kompartementalisasi terhadap perangkap struktural
> anticline-antiform. Kalaupun ada faulting/fracture, hanya minor saja.
>
> 2. Semua interkalasi shale di sekuen Jurassic&triassic?,   menunjukkan SAAT
> ini masih/sedang menggenerasikan HC! (HC di sands bisa insitu HC filling dr
> late generation, atau dr generasi sebelumnya)
>
> 3. Prospecting perangkap stratigrafi? Hmm... Kalaupun ada,   selama masih di
> obyektif reservoir  sands yg sama (Jurassic&triassic?) Pada kedalaman yg
> relatif sama, permasalahannya: yaa sama2 tight.
>
> 4. Tidak terdapat potensial reservoir di sekuen yg lebih dangkal. Maka,
> kalaupun terjadi mekanisme remigrasi ke shallower sequent melalui konduit
> faults (jika ada), prospeksinya tidak menjajikan. Apalagi tidak terlihat
> keberadaan structural maupun stratigraphic traps yg signifikan di shallower
> sequences.
>
> 5. Sehubungan dgn yg no.2. Saya sependapat dgn Pakde Avi. Masih ada potensi
> eksplorasi, tapi perlakuannya mungkin sebagai unconventional HC (Tight sands
> dan Shale gas/oil).
> Salam,
> BKG
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: Andi AB Salahuddin <[email protected]>
> Date: Tue, 30 Oct 2012 15:10:24
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] KALAU PERTAMINA JADI KE TOTALRe: [iagi-net-l] Re:
> Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
>
>
> Selain melakukan kalkulasi sederhana untuk menghitung Pgs nya, bisa pula
> dibuat semacam  combined play fairway map yang merupakan gabungan dari
> risk/confidence setiap unsur  petroleum system yang ada di daerah tersebut.
>
> Oret-oretan saya dari hasil komen ibu2/bapak2 sebelumnya mengenai risk
> pet.sys-nya kira-kira sbb:
> 1-reservoir presence: low risk  (high confidence)
> 2-reservoir effectiveness : moderate risk. tight.
> 3-sealing presence: ?low risk  (high confidence)
> 4-sealing effectiveness:  moderate risk. kemungkinan ada leaking melalui
> faults
> 5-trap presence: low risk  (high confidence). Terpetakan dengan 2d seismic.
> 6-source rock presence: ?low risk  (high confidence). ?Drilling dihentikan
> sebelum masuk ke underlying SR interval. Namun regional geology
> mengindikasikan pelamparannya sangat intens.
> 7-source rock effectiveness: ?low risk  (high confidence). efektif untuk
> menggenerate hc.
> 8-hc maturity:  ?high risk (low confidence). Kemungkinan over mature
> mengingat SR-nya saat ini ada di kedalaman sekian km apalagi jika ditambah
> burial time nya sudah relatif lama. Namun bisa berubah jadi moderate risk
> jika subsidence hingga ke kedalaman saat ini baru terjadi recently (burial
> time masih relatif singkat)
> 9-hc migration: ?high – moderate risk. Possibly migrasi terjadi sblm
> struktur terbentuk. Adanya show dan gas reading bisa jadi indikasi ada hc yg
> pernah numpang lewat doang.
>
> Karena seorang eksplorationist katanya diperbolehkan (?diharuskan bisa)
> berandai-andai sepuasanya selama masih dlm koridor, kira-kira beberapa
> scenario lain yang mungkin seperti berikut ini:
>
>
> SCENARIO 1-  asumsi bahwa trap belum sempurna saat hc matang dan bermigrasi.
> Basin modeling /hc maturation modeling akan sangat membantu menjelaskan
> kapan peak dari maturasi dan migrasi hc. Informasi mengenai waktu dari
> pemodelan ini bisa jadi input untuk merekonstruksi konfigurasi paleo
> high/paleo low saat maturasi dan migrasi hc itu seperti apa. tentunya kita
> aware bhw structural high yang  ada dan di-drill di semai  v adalah
> present-day structure (saya asumsikan bahwa lokasi yg di drill adalah the
> highest point di suatu fault block dari sekian banyak compartments).
> jangan-jangan  saat peak migration,  ada closure tinggian lain tempat
> larinya hc, dan tinggian yang dibor skrg saat itu masih flat.  Salah satu
> pertanyaan yang timbul: jika paleo-high tsb saat ini sudah bukan tinggian
> lagi apa hc nya tidak ber re-migrasi ke tinggian lain? bisa jadi tidak
> ber-remigrasi. alasannya: 1-jika sesaat setelah terisi hc, bagian flank dari
> tinggian tersebut
>   mengalamai  deteriorasi properti  sehingga  saat ini terlihat seperti
>  "stratigraphic" trap. 3d seismik mungkin bisa membantu mengidentifikasi
> “stratigraphic” trap tsb berdasarkan reservoir /non-reservoir atau porous
> /non-porous secara kualitatif.
> #Dimana posisi paleo-high itu sekarang..? Mungkin pantas untuk dicoba#
>
> SCENARIO 2- asumsi bahwa trap-hidrocarbon migration timing bekerja sempurna.
> Hc yang mengalir dari suatu low area ke high area akhirnya tertahan oleh
> sealing fault yang sudah ada saat itu. Akibatnya upthrown block tidak terisi
> hc. Hasil dryhole di ?crestal area saat ini tidak otomatis berarti bhw di
> flank/downthrown otomatis kosong. Jika scenario ini betul, maka yang pantas
> untuk dikejar adalah 3 way closures downthrown block against sealing fault.
> Satu syarat lainnya agar scenario bisa berjalan adalah bahwa 3 way closures
> ini sudah ada sejak jaman baheula.
> #Dimana kira-kira 3 way closures yang masuk kriteria..? Mungkin pantas pula
> dites. Kalau ada 3d seismik, smaller dan isolated 3 way closures akan
> relative mudah teridentifikasi#
>
> SCENARIO3- asumsi bahwa trap-hidrocarbon migration timing berjalan
> semestinya. namun mengingat intensnya fault yang memotong closure ini , bisa
> jadi hc yg sblmnya sudah terperangkap leak ke shallower interval yang bisa
> jadi posisi sumbu tinggiannya tidak segaris dengan sumbu tinggian primary
> objective semai V yg baru saja di bor. Salah satu implikasinya, tidak ada
> indikasi show/gas reading di potential “secondary” objective tersebut.
> #Dimana posisi potential “secondary” objective tersebut itu..? kalau bisa
> dipetakan akurat lewat 3d seismik, apalagi jika sudah didukung bright spot
> yg align sama closure-nya...tentu pantas pula untuk dites#
>
> ...Plus scenario2 lain yang lebih geo-logis.
>
> Intinya: basin/hc maturation modeling dan 3d seismik keduanya perlu dan
> saling melengkapi  :-)
>
>
> salam,
> Andi-npa2994.
>
> --- On Mon, 10/29/12, Paulus Tangke Allo <[email protected]> wrote:
>
>> From: Paulus Tangke Allo <[email protected]>
>> Subject: Re: [iagi-net-l] KALAU PERTAMINA JADI KE TOTALRe: [iagi-net-l]
>> Re: Sense of urgency : Mahakam atau Natuna ?
>> To: [email protected]
>> Date: Monday, October 29, 2012, 7:50 PM
>> karbonatnya sendiri sih tidak akan
>> menyerap semua energi seismik-nya.
>>
>> kendala utama di banyak line seismik di indonesia timur setidaknya ada
>> 2: pertama rough seabed, kemudian horizon lain yang bisa jadi multiple
>> generator.
>> rough seabed ini mengakibatkan munculnya diffracted multiple, dan ini
>> cenderung susah untuk dihilangkan sehingga seringkali signal aslinya
>> tertutup oleh diffracted multiple ini (susah bukan berarti tidak bisa
>> yaa...)
>> horizon lain yang bisa menjadi multiple generator seringkali
>> terlupakan ketika processor sudah meng-aplikasi-kan algoritma SRME
>> (surface-related multiple estimation). dikiranya sudah nearly free of
>> multiple (secara cost-nya lumayan tinggi jadi wajar orang memiliki
>> ekspektasi tinggi dgn algoritma ini). sialnya, SRME hanya efektif utk
>> free-surface multiple (multiple dari seabed saja), tidak untuk horizon
>> lain yang bisa menjadi multiple generator. akibatnya, lagi-lagi sinyal
>> utamanya akan tertutup oleh multiple ini.
>>
>> kondisi seperti ini kadang diperparah dengan kedalaman laut dangkal
>> (shallow water, sehingga SRME praktis gagal utk di-aplikasi-kan).
>>
>> dengan melihat kondisi seperti ini, konvensional 3D tidak dapat
>> memperbaiki imaging-nya (ini pendapat pribadi saya yaa...). untuk bisa
>> benar2 mendapatkan peningkatan imaging yang signifikan
>> setidaknya perlu wide-azimuth 3D.
>> kenapa wide-azimuth?
>> pada kondisi dimana ada rough seabed, energi multiple akan ter-difraksi
>> ke berbagai arah. Agar 3D SRME bisa benar2 efektif, perlu
>> cukup coverage di sisi crossline-nya. hal ini yang tidak
>> akan pernah didapatkan lewat conventional 3D dimana coverage
>> crossline-nya terbatas sekali.
>>
>> dari sisi bisnis, cost-nya lumayan gede, mungkin hampir 2 kali dari
>> conventional 3D, kebayang deh gimana sunk cost-nya.
>>
>> harapannya sih ada semacam insentif khusus dari pemerintah untuk
>> pemanfaatan teknologi terkini untuk eksplorasi di Indonesia Timur,
>> soalnya bukan soal permasalahan yang tidak bisa diatasi tapi mahalnya
>> membawa teknologi tersebut untuk diaplikasikan di Indonesia.
>>
>> intinya: 3D setuju tapi bukan yang konvensional.
>>
>>
>> salam,
>> paulus
>>
>>
>> 2012/10/30 Minarwan <[email protected]>:
>> > Pak,
>> >
>> > Kalau dari sisi seismic imaging, apakah akan lancar-lancar saja dalam
>> > arti stratigrafi dangkal (batugamping/karbonat?) tak akan menyerap
>> > semua energi seismik dan mempengaruhi kualitas imaging stratigrafi
>> > yang dalam?
>> >
>> > Jika 3D seismic tidak meningkatkan kualitas seismic imaging secara
>> > signifikan, tentunya tak banyak mengurangi resiko kan Pak?
>> >
>> > Salam
>> > Minarwan
>> >
>> > http://www.linkedin.com/in/minarwan
>> >
>> > El 30/10/2012, a las 08:39, batu gamping <[email protected]>
>> escribió:
>> >
>> > Om Noor
>> >
>> > Ini pertimbangan saya tentang perlunya 3D pre drill di
>> daerah ini:
>> > 1. Data seismik terakhir di daerah ini adalah
>> multiclient oleh FUGRO di
>> > tahun 2006 yang tentu saja parameternya adalah sangat
>> regional. Stuktur
>> > segede begini tentu saja sudah berhasil di definisikan
>> oleh multiclient 2D.
>> > Tetapi definisi patahan 2nya belum dapat di simpulkan
>> secara lebih baik.
>> > Terus apa gunanya meng akusisi 2D lagi? Menurut hemat
>> saya, 3D akan lebih
>> > banyak manfaatnya untuk mendefinisikan patahan patahan
>> yang sangat kompleks
>> > di daerah ini. Kalau patahan nya lebih bisa
>> didefinisikan lebih baik, peta
>> > strukturnya akan lebih baik juga yang tentu saja akan
>> menambah keyakinan
>> > kita dalam pemodelan dengan basin modeling dll dsb dst
>> > 2. Biaya sumur untuk didaerah ini (pre drill
>> prediction) adalah sekitar 140
>> > jutaan. biaya 3D seismik didaerah ini pada saat itu
>> sekitar 16 jutaan untuk
>> > seluas 2000 km2 jadi hanya kurang lebih
>> sepersepuluh biaya sumur. biaya 2D
>> > akusisi untuk seluas 4000 km adalah sekitar 3 jutaan.
>> Berdasarkan data
>> > tersebut, saya akan memilih untuk menembak 3D daripada
>> 2D. Dengan data 3D
>> > penempatan sumur tentu saja akan lebih akurat.
>> >
>> > Tentang gagalnya karena faktor lain, setiap
>> ekspolaritionist tentu saja
>> > mempunyai pandangan yang berbeda beda. Saya dengan
>> senang hati  mendengarkan
>> > pendapatnya Om Noor, siapa tahu bisa jadi input untuk
>> rencana pemboran kita
>> > tahun depan
>> >
>> > salam Yusak
>> >
>>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> PP-IAGI 2011-2014:
>> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
>> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20
>> September 2012.
>> REGISTER NOW !
>> Contact Person:
>> Email : [email protected]
>> Phone : +62 82223 222341 (lisa)
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to:
>> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to:
>> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> For topics not directly related to Geology, users are
>> advised to post the email to: [email protected]
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
>> information posted on its mailing lists, whether posted by
>> IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
>> liable for any, including but not limited to direct or
>> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
>> resulting from loss of use, data or profits, arising out of
>> or in connection with the use of any information posted on
>> IAGI mailing list.
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2011-2014:
> Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
> Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
> --------------------------------------------------------------------------------
> Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
> REGISTER NOW !
> Contact Person:
> Email : [email protected]
> Phone : +62 82223 222341 (lisa)
> --------------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> For topics not directly related to Geology, users are advised to post the
> email to: [email protected]
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
REGISTER NOW !
Contact Person:
Email : [email protected]
Phone : +62 82223 222341 (lisa)
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke