Iyaa tuh pak Noor, larinya kesana jugaa... Pak Luthfi telah menjelaskan dg sangat baik justifikasi maupun pengalaman negri ini pada masa lalu, yg utamanya sangat perlu mengedepankan kepentingan negara di atas kepentingan individu maupun kelompok.
Dengan demikian saya pikir kita selaku anak bangsa perlu dan harus membela kepentingan bangsa yg lebih luas ..... walaupun kita tau bahwa negri ini sdh salah kelola sejak dari dulu .... Katanya "didunia ini tdk ada negara yg miskin, tetapi yg ada hanya salah kelola" (Tanri Abeng/ metro tv) Selama ini kita mengetahui bahwa negara asing, investor asing dlsb berfoya2 mendapatkan rezeki dari bumi pertiwi mulai dari perdagangan, perkebunan, perbankan, teknologi informasi, pertambangan dll .... Sementara pemerintah RI hanya sangat berbangga kpd "pahlawan devisa" yg mengais rezeki sbg TKW di negri orang, yang kadangkala harus mempertaruhkan harga diri bahkan nyawa di negri orang... Disamping itu, kita Indonesia juga telah berhasil menciptakan tenaga2 ahli berpengalaman dan manusia2 pintar disegala bidang melalui pendidikan di DN/LN, .....namun "mereka2" tersebut dibiarkan oleh pemerintah RI berbakti dan bekerja memajukan perusahaan asing, membangun negara asing dll ..... saya tdk bisa membayangkan, kelak suatu saat dikarenakan tdk memperoleh kenyamanan di negri sendiri, maka para ahli persenjataan di Pindad dan PAL, ahli nuklir dll hengkang ke LN berkontribusi membangun persenjataan negara lain .... ? jangan terjadilah yaaaw ... Apa sih kurangnya negri ini, kwalitas sumberdaya manusia bisa diandalkan, sumberdaya alam melimpah mulai dari permukaan tanah, lautan dll hingga kekayaan yg tertimbun jauh dibawah tanah ..... Menurut saya yg kurang dari negri ini adalah tdk terkelola dg baik .... mismanagement, bbrp pemangku kepentingan tdk bertindak dan berpikir optimum utk kepentingan bangsa dan negara ini, sehingga cita2 luhur dari the founding fathers untuk meraih kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat indonesia semakin jauh dari harapan. Maaf pak Ong, sekali lagi maaf .... sebaiknya kita tdk perlu lagi berbincang pd level perusahaan, apalagi hanya berbicara keuntungan dan menguntungkan atau sangat menguntungkan .... kita mengetahui negri ini semakin terpuruk dari sisi tata kelola energi. Rasanya sangatlah konyol ketika terjadi inefisiensi di PLN senilai 37.5 triliun hanya karena tdk dapat suplai gas ..... Menurut saya .... yg terpenting adalah agar blok mahakam dikelola oleh negara, menghimpun seluruh kemampuan anak bangsa untuk mengais sisa2 cadangan dan potensi yg masih ada di mahakam... semata2 bertujuan untuk sebesar2nya income negara...sehingga kelak akan dapat menjadi kebangsaan nasional. Selanjutnya apabila Pemerintah masih kurang yakin dg kemampuan anak bangsa sendiri, tentu bisa menggaji beberapa tanaga ahli asing utk waktu tertentu. Mulai dari tenaga ahli teknis hingga top management. Karena itu, blok Mahakam tdk harus dikelola oleh Pertamina .... mungkin(?) bagi Pertamina sendiri dari sisi pegawai dan jajaran Direksi tdk ada untungnya mengelola blok Mahakam, tentu dk akan memperkaya kantong individu dll, namun yg pasti akan menambah profit utk kemudian disetor kepada kas negara! Mungkin p' Ong selaku staf ahli KaBPMigas (?), dapat mengusulkan pembentukan sebuah "perusahaan minyak dan gas nasional", bisa dibawah Dept ESDM, atau atau Dept Keuangan, atau KemBUMN atau bisa juga dibawah Dept Parawisata dan "Ekonomi Kreatif" atau Dept Sosial karena bertujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia .... Demikian dan mohon maaf bila ada pemikiran dan kata2 yg kurang tepat.... Salam Sumpah Pemuda bagi kita semua...... Majulah wahai bangsaku, maju tak gentar membela yg BENAR ! Mantan murid p Ong yg sdh lama pangsiun (TA) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: noor syarifuddin <[email protected]> Date: Thu, 1 Nov 2012 15:05:39 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] 2D vs 3D....(ganti judul ah..)... Gas untuk domestik vs gas diekspor Ha ha ha ... Dari seismik msh lari ke sana juga ya Pak... :-) Kalau boleh saya juga mo berandai2 sdkt: kalau kontrak dilanggar karena gas dialihkan terus pembeli komplain dan masuk arbitrase... apa gak jadi karaha bodas jilid 2 Pak? Salam,

