Kalau lihat hasil audit BPK yg ada pemborosan lebih dari 35 T karena PLN pakai BBM , sebenarnya angka tersebut baru pada 2009 dan 2010, kalau audit ini dilakukan juga 2007,2008 dan 2011 dan 2012 maka angka tsb akan lebih besar lagi, dan siapapun Dirutnya PLN kalau tidak mau boros ya dimatikan saja Pembangkitnya yg mengakibatkan padamnya listrik nunggu adanya pasokan gas yg cukup , entah kapan datangnya. Audit ini dilakukan thd 8 PLTGU/PLTG besar , mulai dari Riau sampai Bali, kalau dibedah lagi masing masing PLTGU tsb punya permasalahan gas yg berbeda beda , yang jelas dari total kebutuhan gas 1.600 BBTUD hanya mampu mendapatkan kontrak jual beli gasnya hanya 49% saja, ternyata dari yg sdh kontrak tsbpun hanya mampu dipenuhi oleh pemsoknya 80% saja . Kenapa bisa terjadi kekurangan pasokan , ada cem macem sebab termasuk karena adanya problem dari sisi produksinya ( wellhead plant )sampai belum terealisirnya pasokan gas untuk pembangkit yg sdh ada ( Tambak Lorok 1200MW dari PT.PCML dan PT.SPP )padahal PJBG Tambak Lorok sudah ada sejak 2005 dan sdh disetujui oleh otoritas pergasan.Nah problem pergasan ( lbh besarnya problem perenergian ini ) tidak cukup hanya diselesaikan oleh sektoral , harus diselesaikan secara tuntas mulai dari perencaan hulunya sampai seberapa besar kebutuhan semua end usernya di dalam negeri ( saat ini kebutuhan gas dalam negeri spt untuk industri,listrik , peningkatan lifting dll sdh mencapai hampir lebih 49% dari total produski, dan sebagian besar masih di ekpor sbg LNG,LPG dan Gas Pipa atau 51,7% untuk ekpor ( 2010 ) Ini kalau berandai andai , kalau PLN kurang gas sekitar 16000 BBTUD shg kerugian pertahun sekitar 19 T karena pakai BBM , disisi lain TEPI memnproduksi sekitar 2,5BCF/D atau hampir sepertiganya total produksi gas Nasional, Seandainya Nanti setelah habis kontrak 1017 semua gasnya masuk ke PLN maka sudah cukuplah kebutuhannya, shg ada penghematan 19 T/tahun dg asumsi harga gas yg ditetapkan PLN sesuai yg dipakai dalam perhitungan subsidi saat ini kira kira 5$ lebih/MMBTU, kira kira secara keekonomiannya gimana ya, masih cukuk untuk dipakai sendiri atau masih ada untungnya kalau diekspor. Saya tidak tahu , tentunya setelah Blok tsb habis masa kontraknya maka Kontrak gas ke luar ( ekpor) tentunya juga putus , jadi bebas terserah mau diapakan gas tsb tidak ada yg mengarbitasekan.......Karepe Mbilung........ ISM
> Mas Vicky > > Saya pernah nonton di metro, waktu itu dibahas kenapa kok > PLN tidak dapat gas... katanya sih bukan masalah tidak ada > gas, tapi PLN memang dipersulit untuk mendapatkan gas > sehingga "harus" menggunakan BBM. > Nah BBM inikan import, nah yang harus dicari siapa > sebenarnya yang diuntungkan dengan banyaknya pemakaian BBM > import ini....tentunya kan importir BBM , nah siapa importir > BBM ini dan siapa di belakangnya nah ini yang harus diusut > tuntas. > > Jadi kebijakan energy nasional tidak jalan bukan karena > pengelolaan SDA oleh investor asing...investor asing itukan > berinvestasi > berdasarkan hitung hitungan kontrak yang disepakati bersama, > ya selama memenuhi target / komitment ya sebenarnya enggak > masalah...sama > seperti pemilik sawah sama petani penggarap..asal komitment > dan > menguntungkan bersama kenapa enggak. > > > On 11/2/12, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote: >> 2012/11/2 Bambang P. Istadi <[email protected]> >> >>> Yang jadi pertanyaan mendasar, apakah diskusi ini semua >>> akan menaikkan produksi minyak Indonesia dan meningkatkan >>> kegiatan eksplorasi dan memenuhi >>> kebutuhan energi nasional? Saya pikir hal ini yang >>> mendasari pemikiran pak >>> Wamen. >>> >> >> Mas Bambang >> Kebutuhan energi konon meningkat 15%/tahun dengan target >> pertumbuhan 6-7%/tahun. Ini kalau jumlah penduduk Indonesia >> meningkat hingga 400 juta di tahun 2050. Maka angka >> kebutuhan energi Indonesia menjadi "ngaudubillah" >> banyaknya. >> >> Ada beberapa cara pemenuhan energi >> *1. Menambah supply (eksplorasi/produksi)* >> 2. Mencari alternatif (diversifikasi dan substitusi) >> 3. Penghematan (efisiensi) >> >> Ahli Geologi mungkin hanya berkiprah di no 1 dan sedikit di >> no 2, dan sepertinya kita (Geologist) lebih berkonsentrasi >> dengan yang pertama eksplorasi dan produksi. Namun di sisi >> Indonesia secara keseluruhan sebenernya pemenuhan kebutuhan >> energi. Makanya saya berpikir ada hal yang lebih penting >> dalam soal pengelolaan ini adalah ALOKASI untuk memenuhi >> kebutuhan dalam negeri. Terutama dengan peningkatan >> kegiatan eksplorasi dan terutama produksi gasnya tetap >> diutamakan untuk negeri sendiri. >> >> Dari diskusi Sumpah Pemuda kemarin Mas Singgih Widagdo >> (Ketua bidang SDA PP IAGI) mengungkapkan daya serap >> batubara di negeri kita ini rendah, sehingga untuk memenuhi >> DMO saja, PLN Indonesia tidak mampu menyerap seluruhnya. >> Nah yang saya rada bingung kok trus minum BBM karena ga ada >> gas. Apakah boilernya hanya minum GAS/BBM saja, ga bisa >> pakai batubara ya ? >> >> Salam energi ! >> >> RDP >> "MIGAS dan BATUBARA bukan sekedar komoditi tetapi ENERGI !" >> >> -- >> *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* >> > > --------------------------------------------------------------------------------> > PP-IAGI 2011-2014: > Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com > Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com > --------------------------------------------------------------------------------> > Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 > September 2012. REGISTER NOW ! > Contact Person: > Email : [email protected] > Phone : +62 82223 222341 (lisa) > --------------------------------------------------------------------------------> > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > For topics not directly related to Geology, users are > advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI > Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net > Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > ---------------------------------------------------------------------> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to > information posted on its mailing lists, whether posted by > IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be > liable for any, including but not limited to direct or > indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting from loss of use, data or profits, arising out of > or in connection with the use of any information posted on > IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. REGISTER NOW ! Contact Person: Email : [email protected] Phone : +62 82223 222341 (lisa) -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

