Pak Ong yg terhormat Mestine yo ora ngono toh pak, from 2017 on nanti kan PTM ada WP&B dari sana secara annual kan udah kelihatan projected cash flownya, yg di dalamnya NPV dan IRRnya kelihatan, nah tentunya cash flow bergulir itu nanti kan di Evaluate oleh DepKeu sesuai laporan Keu PTM, sebagian untungnya bisa di gulirkan kembali sbg investasi, sebagian bisa masuk ke APBN, yg model beginian ini buat pak Luthfi dan saya kan udah makanan hari2 pak Ong, nanti tinggal di monitor aja mana yg tidak tepat sasaran dan apa yg perlu di perbaiki, ini saya sebenarnya crita bisnis as usual pak Ong. Demikian juga GOI bisa menugaskan PTM untuk mensupply gas buat domistik need, dg demikian kontrol GOI lebih ciamik pak. Energynya bisa di kontrol dg baek. Ingat dulu Arun tidak mau supply ke PIM dg alasan krn EM terikat kontrak dg Jepun shg PIM kelimpungan, saat keduanya ga bisa full fill Kontrak maka kan laibililty kan punya GOI, artinya GOI harus full fill short yg terjadi yg rugi siapa bukan EM atau TEPI tapi GOI.
Banyak positifnya kok kalo PTM yg jadi pengelola blok Mahakam. Pak Ong saya selalu bersebrangan dg bapak tapi ini semua pemikiran demi untuk kebaekan Indonesi Raya pak Salam Avi Dari bakerzin PI nungguin anak bungsu blanja Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Ong Han Ling" <[email protected]> Date: Sun, 4 Nov 2012 17:57:39 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: RE: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam Teman-teman IAGI, Beberapa dari kita telah memuji kebijakan tiga point Wamen. Mari kita lihat point ke-3 seperti tertulis di Kompas: "Jika PT Pertamina ditunjuk tanpa proses tender, pemerintah akan mengeluarkan surat bahwa semua aset di blok itu jadi aset PT Pertamina." Waktu Mahakam diserahkan tahun 1917, Total telah beroperasi selama 50 tahun. Jadi di pembukuan Total atau book value, hampir semua peralatan, bangunan, pipa, LNG Plant, jalan, dsb. sudah didepresiasi. Kemungkinan besar Pertamina tidak akan melakukan major investment mengingat lapangan sudah mature sekali. Ini berarti pengeluaran Pertammina terutama terbatas pada biaya operasi, seperti gaji dan maintanance, berarti keuntungannya akan besar sekali. Tapi jangan lupa, kalau asset diberikan ke Pertamina begitu saja seperti usulan Wamen, suatu ketika kalau diperlukan, Pemerintah akan menagih dalam bentuk lain. There is no free lunch. Utang-mengutang berupa uang ataupun jasa, antara Pertamina dan Pemerintah memang sering terjadi. Biasanya yang mengutangi ingat, yang utang lupa. Karena Pemerintah keperluannya juga banyak, jadi kemungkinan Pertamina dijadikan sapi perahan. Karenanya sukar dalam keadaan sekarang untuk menjadikan Pertamina world class. Hubungannya terlalu erat seperti anak dan bapak. Memang yang terbaik adalah kalau Pertamina berdikari menjadi TBK. Tapi ini adalah angan-angan, masih jauh, karena saat ini keduanya masih saling membutuhkan. Untuk Mahakam, kalau asset diberikan kepada Pertamina, harap semuanya terukur hingga pada akirnya kita tahu untungnya berapa. Tanpa lelang, sebagai pemain tunggal, susah mengukurnya. Untung diukur terhadap apa dan siapa? Sebaiknya asset yangan diberikan kepada Pertamina seperti usulan Wamen, tetapi harus dibeli. Memang book-value zero, tetapi Pertamina harus bayar replacement cost. Dengan demikian Pertamina juga harus berusaha cari dana dan menghitung dengan betul-betul untung-ruginya. Jadi kalau Pertamina untung, itulah haknya. Namun kalau asset diberikan kepada Pertamina berdasarkan book-value cost yang zero, Pemerintah bisa saja suatu ketika minta keuntunganya karena merasa telah berjasa memodali Pertamina. Kalau hal ini terjadi jangan kita merasa Pertamina dijadikan sapi perahan. Maaf kalau tidak berkenan. Salam, HL Ong -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Saturday, November 03, 2012 12:00 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam Kalau benar begitu, alhamdulillah, berarti ini menambah deretan contoh dimana akal sehat dan semangat amar ma'ruf nahi mungkar akhirnya bisa mempengaruhi kebijakan politik-bisnis yg salah kaprah. Salam ADB Powered by Telkomsel BlackBerryR -----Original Message----- From: "Muharram Jaya Panguriseng" <[email protected]> Date: Sat, 3 Nov 2012 04:51:47 To: Forum HAGI<[email protected]>; Iagi-net<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam Rekan2 IAGI dan HAGI, Sangat menarik mencermati berita Kompas hari ini pada hal 19 dibawah judul "PT Pertamina Siap Kelola Blok Mahakam". Bukan judulnya yang menarik tetapi pernyataan Wamen ESDM terutama setelah berminggu-minggu kita, maaf, "maki-maki" dimilis ini gara-gara berita dari detik.com. Ada 3 pernyataan Wamen yang bertolak belakang dengan berita di detik.com: 1. Pemerintah tidak akan memperpanjang kontrak kerja sama pengelolaan Blok Mahakam. 2. Kami akan memprioritaskan PT Pertamina untuk memiliki hak partisipasi lebih benar dalam pengelolaan Blok Mahakam. 3. Jika PT Pertamina ditunjuk tanpa proses tender, pemerintah akan mengeluarkan surat bahwa semua aset di blok itu jadi aset PT Pertamina. Kalau berita ini benar adanya berarti PT Pertamina mewakili Negara mendapatkan pengembalian Blok Mahakam tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Wow... Marah Putih banget. Mohon maaf sebesar-besarnya Pak Rudi, saya termasuk yang "negatif" mengomentari berita detik.com itu di milis ini. Merdeka! Salam, MJP Powered by Telkomsel BlackBerryR= -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. REGISTER NOW ! Contact Person: Email : [email protected] Phone : +62 82223 222341 (lisa) -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

