RDP, Sebetulnya mudah untuk me-manage konstruksi seperti bendungan ini, ada prosedur- nya seperti bendungan besar. Inspeksi secara rutin dan berkala. Ambrolnya bendungan tidak akan terjadi mendadak, biasanya diawali gejala seperti rembesan- rembesan kecil pada dinding luar bendungan, perubahan tekstur/ struktur tanah dsb. nya. Saya setuju di Indon tercinta ini segalanya mahal kecuali nyawa manusia yang dihargai sangat rendah. Salam, YSY
2012/11/8 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Mas Amien > Apakah memungkinkan untuk dibuat peta (mitigasi) zonasi tanggul yang > paling rawan untuk runtuh ? > Misal tanggul yang menutup bekas gorong-gorong atau sungai kecil. Atau > tanggul yg sudah sering ambles dsb. Sehingga penanganan lebih efisien dan > efektif. > > Salam Waspada > > RDP > > > 2012/11/8 amien widodo <[email protected]> > >> Hati hati di sekitar lumpur, posisinya semakin kritis mengingat tahun >> 2012 merupakan siklus hujan yang besar >> Saya jadi teringat tanggul Situgintung, rakyat sekitar tanggul sudah >> mengingatkan dan menulis surat resmi tapi tidak segera ditanggapi, setelah >> jebol baru bilang "ini sedang kami anggarkan, tapi tanggul jebol duluan >> (kata pejabat yg berwenang)". Adalagi Pejabat besar yang bilang, ini karena >> perubahan iklim. >> Nyawa kita memang belum ada harganya. >> Apakah kita hanya bisa berdoa seperti yang sudah sudah?, "Semoga tidak >> terjadi apa apa" >> >> Hanya untuk diketahui saja >> >> >> >> >> >> >> > > > -- > *"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"* >

