Pak Awang , kalau proses terjadinya jangka waktunya harian , apa kejadian serupa secara natural tidak tercatat pada zaman sekarang ? On Nov 18, 2012 7:37 AM, "Awang Satyana" <[email protected]> wrote:
> Pak Fatchur, > > Bukan Paleosen, tetapi Pliosen-Resen, antiklin2 tersebut sangat dangkal. > Prasasti Klagen oleh Erlangga 1034 Saka menyebutkan perpindahan alur Sungai > Brantas dalam semalam saja. Plotting alur sungai tersebut tepat di atas > salah satu dari tujuh antiklin berarah barat-timur di bawah Delta Brantas. > Alur sungai di permukaan hanya dapat berubah dalam semalam bila terjadi > turun naik tanah. Turun naik tanah di permukaan terjadi bila di bawah > permukaannya ada yang bergerak. Pada zaman Erlangga, biasa terjadi suatu > wilayah subur tiba2 mengering dan di tempat lain sebaliknya yang terjadi, > semuanya karena perpindahan alur2 sungai yang mendadak, bukan karena proses > meandering, lebih karena deformasi. > > Salam, > Awang > > ------------------------------ > * From: * [email protected] <[email protected]>; > * To: * [email protected] <[email protected]>; > * Subject: * Re: Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH > PERULANGAN GEO-HISTORI > * Sent: * Sat, Nov 17, 2012 3:23:36 PM > > > Pak Awang perpindahan antiklin ini sampai pada umur apa? Kalau cuma di > Paleosen apa gak cuma efek overborden pada lapisan2 yg msh labil? > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * yustinus yuwono <[email protected]> > *Date: *Sat, 17 Nov 2012 22:14:27 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * <[email protected]> > *Subject: *Re: Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH > PERULANGAN GEO-HISTORI > > > Beli aja tanah dekat lapangan minyak yang antiklinnya pindah ke arah tanah > yang kita beli, siapa tahu anak atau cucu kita nanti dapat warisan oil > field. > > Salam, > YSY > > 2012/11/17 Bandono Salim <[email protected]> > >> ** >> Kalau perpindahan aliran pada daerah meander, tidak asing, itu hal biasa >> saja secara geomorfologi. >> Kalau antiklin pindah, itu mungkin karena data baru yang lebih lengkap. >> (Detail mapping oleh mhs S1,S2, S3 maupun oleh perusahaan minyak) >> Salam. >> Powered by Telkomsel BlackBerry® >> ------------------------------ >> *From: * [email protected] >> *Date: *Sat, 17 Nov 2012 12:32:20 +0000 >> *To: *<[email protected]> >> *ReplyTo: * <[email protected]> >> *Subject: *Re: Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH >> PERULANGAN GEO-HISTORI >> >> Wah menarik sekali perpindahan antiklin ini, jadi data geologi seperti >> seismik bisa jadi gak valid dong ya kalo antiklinnya pindah-pindah dalam >> skala umur manusia? >> >> Kalo benar begitu bisa gawat juga propose drilling disana >> >> Salam >> Razi >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Omantel. >> ------------------------------ >> *From: * Awang Satyana <[email protected]> >> *Date: *Sat, 17 Nov 2012 17:58:24 +0800 (SGT) >> *To: *IAGI<[email protected]> >> *ReplyTo: * <[email protected]> >> *Subject: *Bls: Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH >> PERULANGAN GEO-HISTORI >> >> Pak Wildan, >> >> Sayabtak punya info tentang penelitian2 tersebut apakah pernah dilakukan. >> Barangkali kawan2 dari rumpun ilmu kebumian ITS tahu tentang ini, silakan >> untuk menginfokan. >> >> Perpindahan alur sungai Brantas dan akibatnya atas delta Brantas dapat >> dipelajari dari data perbandingan foto2 udara yang diambil beberapa kali >> selama puluhan tahun, kalau ada datanya. Memang data itu akan berguna >> sekali untuk pola sedimentasi sedimen Plistosen-Resen di Selat Madura. >> >> >> Antiklin2 yang saya ceritakan itu pertama kali dipetakan oleh Duyfjes >> (1938) pada Lembar 116 Sidoarjo. Tetapi tak ditemukan info juga tentang >> dinamika pergerakan antiklin2 ini. >> >> Salam, >> Awang >> >> ------------------------------ >> * From: * [email protected] <[email protected]>; >> * To: * <[email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>; Geo Unpad < >> [email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS < >> [email protected]>; >> * Subject: * Re: [iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH >> PERULANGAN GEO-HISTORI >> * Sent: * Sat, Nov 17, 2012 6:45:33 AM >> >> Terima kasih pencerahannya Pak Awang. Nuwun sewu, mau tanya, pernahkah >> ada pengukuran kecepatan perubahan antiklin subsurface tersebut? Pernahkah >> ada yang meneliti mengenai perpindahan delta brantas dan sejauh apa >> transportasi sedimennya? >> Cukup menarik, karena sebagian shallow prospect di madura offshore >> menyatakan bahwa source sedimen berasal dari delta brantas. >> >> Mohon pencerahan lagi. >> >> Salam, >> >> Wildan >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung >> Teruuusss...! >> ------------------------------ >> *From: * Awang Satyana <[email protected]> >> *Date: *Sat, 17 Nov 2012 13:00:26 +0800 (SGT) >> *To: *IAGI<[email protected]>; Forum HAGI<[email protected]>; Geo Unpad< >> [email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS< >> [email protected]> >> *ReplyTo: * <[email protected]> >> *Subject: *[iagi-net-l] SEMBURAN LUMPUR-GAS METATU: SEBUAH PERULANGAN >> GEO-HISTORI >> >> Semburan lumpur-gas yang sedang terjadi di Metatu, Gresik, Jawa Timur >> adalah sebuah perulangan geologi yang pernah juga terjadi di dalam sejarah >> di wilayah regional Gresik dan sekitarnya. >> >> Maret 2012 yang lalu saya membawa sebuah komunitas pencinta geo-histori >> Indonesia, Geotrek Indonesia (GI), ke Trowulan-LUSI-Bromo. Atas izin dan >> bantuan BPLS, mereka saat itu pernah merasakan berada di tengah-tengah LUSI >> dan berjalan di atas lumpurnya yang telah padat dan kering meskipun belum >> cukup mengeras serta mengumpulkan cangkang2 (fosil) hewan laut berumur 5 >> juta tahun yl (Pliosen). Cangkang2 ini adalah bagian materi yang pernah >> disemburkan LUSI sejak enam tahun yl. Sementara itu, jauh lebih ke tengah >> lagi, para peserta dapat menyaksikan LUSI masih menyemburkan lumpur dan air >> hangat-panas dengan uap putihnya. Penelitian terakhir mengindikasi bahwa >> semburan LUSI telah menyatu dengan sistem geotermal-panasbumi Gunung Arjuno >> yang duduk menyaksikan LUSI di sebelah selatannya. >> >> Para peserta GI saat berkunjung ke museum Trowulan pun sempat melihat >> foto di dinding yang bertuliskan Henry Maclaine Pont, ya dia adalah seorang >> ahli pada zaman Belanda yang menggali bekas ibukota Kerajaan Majapahit ini. >> Tetapi ada satu orang lagi yang namanya tak banyak dikenal orang, seorang >> insinyur ahli geohidrologi pada zaman Belanda yang meneliti dinamika >> wilayah Delta Brantas, James Nash. Pont dan Nash membuka mata kita (paling >> tidak saya) akan bagaimana sesungguhnya geologi punya peranan dalam menutup >> kisah Majapahit. >> >> "Inleiding tot het bezoek aan het emplacement en aan de bouwvallen van >> Madjapahit" (Djawa Tijdschrift van het Java Instituut, 171-174) (Maclaine >> Pont, 1939) dan "Enige voorlopige opmerkingen omtrent de hydrogeologie ser >> Brantas vlakte" (Handelingen van 6de Nederlandsche Indische Natuur >> Wetenschappelijke Congres) (James Nash, 1938) adalah dua laporan penting >> kedua ahli tersebut yang menerangkan bagaimana dinamiknya di bawah >> permukaan wilayah bernama Delta Brantas ini. Ini nanti akan berhubungan >> dengan semburan lumpur dan gas metana di wilayah Gresik, juga LUSI yang >> saya terangkan kepada komunitas GI dikelas malam di sebuah rumah di tepi >> kaldera Tengger pada malam berhujan angin Maret 2012. >> >> Menurut Nash (1938), tanah Delta Brantas tidak stabil sebab di bawahnya >> masih terus saja bergerak tujuh jajaran antiklin (lipatan batuan >> mencembung) di tempat dangkal yang merupakan sambungan ujung Pegunungan >> Kendeng yang mengarah ke Selat Madura lewat bawah tanah. Pont (1939) >> menambahkan bahwa di Delta Brantas masih terus terjadi kenaikan dan >> penurunan tanah yang berpengaruh kepada perubahan alur Sungai Brantas. >> >> Daldjoeni (1992) seorang ahli geografi yang produktif menulis buku dan >> pernah menulis tentang Geografi Kesejarahan Indonesia menambahkan bahwa >> bagaimana Majapahit pernah punya pelabuhan Canggu kemudian menutupnya, >> dipengaruhi oleh dinamika Delta Brantas ini. Mundurnya Majapahit sebagai >> penguasa perairan Nusantara dapat dihubungkan dengan mundurnya fungsi Delta >> Brantas yang didahului rentetan bencana geomorfologis yang dalam buku-buku >> sejarah tidak pernah ditulis. Namun sebagai gejala alami, sejarah mencatat >> beberapa hal sbb di bawah ini. >> >> 1. Rusaknya tanggul-tanggul Sungai Brantas di dekat Wringinsapta yang >> lalu diperbaiki oleh Erlangga pada tahun 1037 Saka (prasasti >> Kelagyan/Klagen). >> 2. Bencana yang dalam buku Pararaton disebut "banyu pindah" (tahun 1256 >> Saka) >> 3. Bencana yang dalam buku Pararaton dosebut "pagunung anyar" (tahun 1296 >> Saka) >> >> Penelitian2 selanjutnya (a.l Satyana, 2007) menunjukkan bahwa "banyu >> pindah" adalah berpindahnya secara tiba2 Sungai Brantas karena bergeraknya >> antiklin dangkal di bawahnya, sementara "pagunung anyar" adalah letusan >> atau semburan gununglumpur Penelitian2 juga telah menemukan bukti2 bahwa >> pernah terjadi beberapa kali kenaikan tanah yang pangkalnya adalah bukit >> Tunggorono di sebelah selatan Jombang lalu menjalar ke Jombatan dan >> Segunung yang akhirnya mengangkat Canggu sehingga Canggu tak bisa lagi >> sebagai pelabuhan. Pengangkatan berakhir di Bangsal, sebuah wilayah di >> sebelah timur Canggu yang dikelilingi oleh bukit2 gununglumpur tua yang >> oleh nama lokal diberi nama: Gununganyar, Denanyar, atau Redianyar >> (semuanya gunungbaru, gunung yang tiba2 terjadi oleh sebuah gununglumpur - >> mud volcano). >> >> Demikianlah kisah yang terjadi dalam sejarah sejak Kahuripan sampai >> Majapahit sekitar 900-500 tahun yang lalu. Cerita rakyat "Timun Mas" yang >> berkembang pada masa Jenggala, bila dimengerti ceritanya dengan baik, >> sesungguhnya adalah sebuah kisah bernuansa "dichtung und wahrheit" >> (Satyana, 2007) yang menunjukkan bagaimana sebuah gununglumpur terjadi di >> wilayah Jenggala, seperti LUSI sekarang di Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo >> adalah ex wilayah Jenggala. Tempatnya masih sama, Delta Brantas, sekarang >> yang berada di atasnya bukan lagi Kahuripan, Jenggala atau Majapahit, >> tetapi Kabupaten Gresik, Lamongan, Jombang, Sidoarjo juga Kodya Surabaya. >> >> Hukum uniformisme geologi masih berlaku, apa yang terjadi dulu dapat >> terjadi kini, the past is the key to the present, atau the present is the >> key to the past and the future. Wilayah2 tersebut adalah wilayah2 yang >> secara geologi aktif, kaya gununglumpur, juga kaya hidrokarbon. Ada >> kantong2 gas tersebar dangkal di bawah tanah. Kantong2 gas ini bisa >> diidentifikasi di mana sebarannya bila kita punya data seismik detail. >> Sebaran kantong2 gas ini menyebar ke sepanjang Selat Madura. Ini juga >> sumber energi kalau kita bisa memanfaatkannya. >> >> Semburan lumpur dan gas yang sedang terjadi di wilayah Gresik ini adalah >> semburan yang sama yang selalu terjadi di wilayah ini sejak zaman sejarah, >> bahkan prasejarah. Lama cepat semburan padam akan ditentukan oleh seberapa >> besar tekanan dan volumetrik struktur di bawah tanah, kantong gasnya. Dari >> kedalaman berapa asal lumpur bisa dicek dari fosil2 yang mungkin ikut >> disemburkan. Pencegahan sementara memang baik ditanggul serta gasnya >> dideteksi terus ke sekelilingnya, bagaimana kadar kemudahan terbakarnya, >> juga kemungkinan kandungan gas belerang, H2S yang sering toksik, beracun, >> bila kadarnya tinggi. >> >> Apakah akan seluas dan sekatastrofik LUSI, saya pikir tidak. Data gas, >> air, lumpur yang keluar dari LUSI menunjukkan sumber yang sangat dalam, >> lebih dari 7000 meter, dan aktif bergerak mengikuti suatu patahan, bahkan >> sekarang kelihatannya terhubung dengan sistem geotermal Gunung Arjuno. >> Semakin dalam semakin besar tekanan. Semakin jauh perbedaan tekanannya >> dengan tekanan di permukaan maka semakin lama semburan akan terjadi, sebab >> semburan akan berhenti dengan sendirinya saat tekanan bawah permukaan dan >> permukaan seimbang. Semburan di wilayah Gresik bukan tipe yang sama dengan >> asal semburan LUSI. >> >> Gunung2 lumpur lama dari zaman Kahuripan sampai Majapahit, LUSI dan >> Metatu ini menyaksikan bahwa Dalaman Kendeng termasuk Delta Brantas di >> atasnya merupakan cekungan elisional yang aktif, juga semburan lumpur >> Bledug Kuwu di aelatan Purwodadi yang telah ada di situ paling tidak ketika >> Kerajaan Kalingga ada di utara Jawa Tengah tersebut pada abad ke-8. >> >> Salam, >> Awang >> > >

